Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaBhayangkara Solo FC Beri Bantuan Pada Warga Setelah Pindah Markas

Bhayangkara Solo FC Beri Bantuan Pada Warga Setelah Pindah Markas

Bhayangkara Solo FC kabarnya sudah mendapatkan markas baru. Untuk itu, petinggi klub memberikan bantuan untuk warga sebagai bentuk rasa syukur.

The Guardian, pindah markas dari Jakarta ke Solo. Nantinya, mereka akan menggunakan Stadion Manahan untuk bertanding di beberapa kompetisi.

Setelah menentukan dan meresmikan markas Bhayangkara Solo FC, di Stadion Manahan Solo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Istiono, M.H,. sekaligus CEO Bhayangkara Solo FC, langsung langsung memberikan bantuan sosial pada masyarakat Solo berupa paket sembako.

“Ini adalah program bakti sosial dari Bhayangkara Solo FC Polri, bu.” kata Irjen Pol Istiono saat memberikan sembako kepada warga desa Losari RT 04/RW 03 kelurahan Semanggi Surakarta, Jum’at (27/11/2020).

Bantuan sembako tersebut kurang lebih berjumlah 500 dan langsung diberikan kepada warga desa Losari yang tercatat mengalami kesulitan ekonomi dan terdampak pandemi Covid-19. Secara keseluruhan, CEO The Guardian dan Bank BNI sudah mendistribusikan paket sembako sebanyak 4.000 paket. Bantuan tersebut akan diberikan kepada para mantan atlet, ofisial pelatih, masyarakat Solo, dan supporter Pasoepati Solo.

Dirjen Pol Istiono juga tidak lupa meminta doa restu dari masyarakat Solo agar tim ini, yang saat ini bermarkas di Solo, bisa selalu menampilkan yang terbaik, khususnya di kompetisi Shopee Liga 1 nanti.

“Kami memohon doa restu pada masyarakat agar Bhayangkara Solo FC bisa terus sukses di dunia sepakbola ini. Semoga bantuan ini bisa diterima dengan baik,” Istiono melanjutkan.

The Guardian Resmi Ganti Nama

Bhayangkara FC lagi-lagi berganti nama. Nama tersebut diganti menjadi Bhayangkara Solo FC.

Upacara pengenalan tim sudah diselenggarakan di Stadion Manahan, Solo, pada Jumat (27/11/2020). Adapun Wakil Ketua Umum Iwan Budianto dan Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, anggota Exco PSSI Haruna Sumitro, dan GM Arema FC Ruddy Widodo yang menghadiri seremoni tersebut.

“Untuk saat ini dan seterusnya, The Guardian akan dikenal dengan nama Bhayangkara Solo FC. Semuanya akan pindah, mulai dari home ground dan training ground. Jadi, kami akan menggunakan nama tersebut mulai hari ini dan seterusnya,” kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Sumardji ketika dikonfirmasi pewarta.

Kepindahan homebase Indra Kahfi dkk ke Stadion Manahan Solo adalah salah satu pertimbangan perubahan nama tersebut. Sebelumnya, mereka selalu berlatih di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Selain masalah venue, Kombes Pol. Sumardji menegaskan bahwa kepindahan The Guardian ke Solo adalah untuk menggaet supporter yang lebih banyak. Menurutnya, fans Bhayangkara FC di Jakarta sedikit sekali.

“Salah satunya kami juga ingin lebih dekat dengan suporter. Di Jakarta sendiri kami tidak bisa meraup suporter yang lebih besar,” dia menjelaskan.

“Dengan supporter yang lebih besar, pemain jadi lebih bersemangat,” sambungnya.

Ini adalah perubahan nama yang kesekian kalinya. Sebelumnya, The Guardian pernah dinamai Persebaya, Bhayangkara Surabaya United, hingga Bhayangkara FC.

“Pengajuan penggantian nama ini sudah kami lakukan sejak lama. Pengajuan ini akan dibahas dan diselesaikan pada saat kongres tahunan Januari 2021,” ujarnya.

Terkait komposisi skuad, Sumardji menegaskan bahwa tidak ada perubahan pemain maupuun pelatih. “Tim ini masih dilatih oleh Paul Munster,” katanya.

Bhayangkara Solo FC Lakukan Ini Terhadap Indisipliner

Pemain Bhayangkara FC, Serdy Ephy Fano, dicoret lagi dari Timnas Indonesia U-19 terkait masalah indispliner. Bhayangkara FC pun meminta maaf.

Menurut laporan PSSI, Serdy bersama rekannya, Mochamad Yudha Febrian, terlambat datang latihan Timnas U-19 dan tertangkap basah keluyuran, Senin (23/11/2020), pagi WIB. Alhasil, mereka tidak lagi masuk ke dalam daftar pemain Pemusatan Latihan Garuda Muda di Jakarta.

“Kami memohon maaf atas kecerobohan yang dilakukan Serdy. Kami juga berharap kejadian ini adalah yang terakhir kalinya karena kami ingin Serdy menjadi penggawa timnas yang tangguh,” kata COO Bhayangkara Solo FC, Sumardji, dalam rilis klub.

“Saya akan berusaha untuk memberi peringatan dan mengangkat mentalnya lebih baik lagi, agar nantinya ia bisa menjadi pemain sepakbola yang lebih profesional. Kami mohon doa dan dukungannya,” tutur Sumardji soal Serdy Ephy Fano.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments