Wednesday, February 1, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaArema FC: Pertandingan Uji Coba yang Keras Jelang Liga 1 2020

Arema FC: Pertandingan Uji Coba yang Keras Jelang Liga 1 2020

Arema FC baru saja menjalani uji coba ketiga untuk mempersiapkan tim menjelang lanjutan Shopee Liga 1 2020. Laga uji coba ini dilakukan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Kamis (10/9).

Menghadapi tim PON Jatim, Arema berhasil meraih kemenangan dengan dua gol tanpa balas. Ridwan Tawainella dan M.Rafli lah yang berhasil mencetak sepasang dol ke gawan lawan tersebut.

Namun, meski pun mememiliki pengalaman da materi pemain yang lebih unggul, Arema memenangkan permainan dengan susah payah. Jika dilihat kembali, jutru para pemain PON Jatim melakukan permainan dnegan lebih rapih dan mendominasi pertandingan. Bisa dikatakan pula, bahwa Tim Singo Edan ini bermain layaknya menjadi tim tandang walau bermain di kendang sendiri.

Sehingga mendapatkan keberuntungan saat para pemain PON belum maksimal saat mengeksekusi bola. Dilain sisi, pemain dari Arema ini masih kurang maksimal dan Nampak kelelahan. Hal ini dimaklumkan karena tim ini baru saja menjalani latihan fisik yang berat.

Sudah Terbiasa Dengan Permainan Keras

Dalam laga uji coba pun, beberapa pemain dari Arema memperagakan permainan keras pada babak kedua. Bahkan, ada satu gelandang PON Jatim yang harus rela ditaruk setelah mendapatkan terjangan dari pemain Arema.

Pada momen itulah awal dari pemain PON memebrikan permainan keras untuk Arema. Titan Fawazzi sebagai gelandang dari Arema pun mendapatkan tendangan dibagian lutut oleh pemain PON Jatim.

Secara reflek pemain senior, Syairul Indra Cahya dan pemain lain langsung memberikan reaksi tidak terima. Gesekan pada permainan ini pun terus terjadi, dan pertandingan sempat berhenti untuk beberapa saat.

“Saya pikir permainan keras dari Arema ini masih dalam sebuah koridor sepak bola, hal ini sudah menjadi sebuah ciri khas dari permainan Arema,” ungkap pelatih Charis Yulianto.

Dalam game internail sesi latihan pun, tim Singo edan ini kerap menggunakan permainan keras. Sehingga hal ini menjadi wajar saat terjadi di pertandingan uji coba. Selain itu PON Jatim juga meladeni permainan sehingga membuat Arema FC menjadi lebih tertekan.

Charis pun merasa puas dengan pertandingan yang berlangsung, namun ada bebera hal yang memang harus dibenahi. Hal ini meliputi kreativitas dari lini tengah karena mengalami beberapa kebuntuan.

Pelatih dari Arema pun mengaku ada bebera hal yang perlu diperbaiki sehingga permainan dari tim mampu lebih berkembang.

Sebelum pertandingan uji coba ini dilakukan, Arema sudah menjalani pertadingan dengan Akedemi Arema U-20 dan juga PS Kaki Mas, namun baru mendapatkan perlawanan yang berarti pada laga dengan PON Jatim.

Arema FC Dapatkan Kritik Keras Dari Pelatih PON Jatim

Rudy Keltjes, pelatih dari tim PON Jatim melontarkan kritik keras untuk Tim Singo Edan pada pertandingan uji coba. Kemenangan Arema dengan skor 2-0 ini memang sempat memanas pada pertengahan babak kedua.

Pada saat itu tim Arema memperagakan permainan keras dan beberapa kali duel terjadi, hal ini membuat permainan bagus dari PON Jatim menjadi down. Puncaknya, gelandang dari Arema, Jayus Hariono melakukan pelanggaran yang membuat pemain dari PON Jatim cedera.

Rudy selaku pelatih dari PON Jatim pun beberapa kali tampak geram dengan melihat gaya bermain dari Arema. Permainan keras ini pun membuat beberapa pemain asuhanya jatuh di lapangan hijau.

Dilain sisi, Ketika pemain PON Jatim membalas dengan pelanggaran keras, para pemain Arema langsung bereaksi dan membuat laga berhenti. Pelatih dari kedua tim pun sampai turun ke lapangan untuk mengamankan para pemain.

“Saya datang kesini untuk membantu Arema dan diminta untuk membantu tim Jawa Timur juga. Kalua mau bermain kasar seperti tadi, saya tidak mau. Kalau saya pribadi, harusnya sudah saya hentikan pertandingan tadi,” tegas Rudy.

Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 itu, sebenarnya Arema sudah bermain bersih pada babak pertama. Dia cukup senang melihat pertandingan tersebut, namun setelah adanya perubahan komposisi pemain, pertandingan berubah menjadi keras.

Menurutnya jika ingin mengadakan perkelahian maka bukan lapangan sepak bola tempatnya, namun dijalanan sekalian.

Kritikan ini pun meluncur untuk tim Arema FC agar mampu memperbaiki cara bermain yang tepat dan menjunjung tinggi fair play.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments