Friday, February 3, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga SpanyolAlasan Atlético de Madrid dijuluki Pembuat Matras

Alasan Atlético de Madrid dijuluki Pembuat Matras

Alasan Atlético de Madrid dijuluki Pembuat Matras. Atlético de Madrid dikenal sebagai pembuat kasur karena alasan yang menarik. Atlético de Madrid adalah klub asal Spanyol yang kerap memainkan laga intens bersama Real Madrid dan Barcelona. Atletico Madrid sendiri didirikan pada 26 April 1903.

Sepanjang sejarahnya, klub yang bermarkas di Wanda Metropolitano ini telah meraih 11 trofi Liga Spanyol dan 3 trofi Liga Europa. Meski belum dalam performa terbaiknya sejauh ini, nama Atlético Madrid masih menjadi perebutan posisi teratas klasemen Liga Spanyol 2022-2023.

Bahkan, mereka menjuarai Liga Spanyol dengan raihan 86 poin pada musim 2020/2021. Selain prestasi gemilang Atletico Madrid, tim berjuluk Los Rojiblancos itu rupanya kerap disebut sebagai pembuat matras. Jadi, apa latar belakangnya? Inilah mengapa Atlético de Madrid dikenal sebagai pembuat kasur.

Atlético de Madrid dijuluki Produsen Kasur (Los Colchoneros) karena warna jersey mereka dirancang menyerupai kasur model Spanyol kuno. Saat itu kasur di Spanyol didesain dengan garis vertikal berwarna merah dan putih. Karena itulah Atlético de Madrid dijuluki Mattress Manufacturers atau Los Colchoneros.

Julukan ini sebenarnya sudah ada sejak 2 Januari 1911, menjadi julukan paling terkenal. Atletico Madrid sebenarnya memiliki julukan lain yaitu Los Indios dan Los Rojiblancos. Namun, keduanya tidak dikenal luas sebagai moniker pembuat kasur (Los Colchoneros). Itu sebabnya Atlético de Madrid dikenal sebagai pembuat kasur. Mungkin berhasil!

Hasil Levante vs Atletico Madrid di Copa del Rey 2022-2023: Alvaro Morata dan Marcos Llorente Pimpin Los Royblancos Maju!

Alasan Atlético de Madrid dijuluki Pembuat Matras
Alasan Atlético de Madrid dijuluki Pembuat Matras

Hasil Copa del Rey 2022-2023 Levante vs Atletico Madrid akan dibahas disini. Kamis (19/1/2023) dini hari WIB, Los Rojiblancos, julukan Atlético de Madrid, sukses melaju ke babak perempat final dengan skor 2-0. Gol Alvaro Morata membuka skor pada menit ke-54 di Stadion Ciudad Valencia.  Marcos Llorente menggandakan keunggulan tim tamu di menit 90+1 menjelang akhir pertandingan.

Ronde Pertama

Sebagai tuan rumah, Levante langsung tancap gas di awal-awal pertandingan. Mereka nyaris menemukan gawang Atletico setelah hanya lima menit, tetapi tembakan jarak jauh Jorge de Frutos melambung di atas mistar. Di sisi lain, Los Rojiblancos yang dijuluki “Atletico Madrid” kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Mereka memainkan beberapa operan bagus kepada Alvaro Morata di dalam kotak tetapi tidak menciptakan peluang berarti hingga menit ke-20. Pada menit ke-25, tim besutan Diego Simeone itu malah kebobolan oleh Granotez -sebutan Levante- melalui Alex Munoz. Untung bagi tim tamu.

Gol dianulir wasit karena Mohamed Burdini melanggar Jan Oblak sebelum Munoz akhirnya memasukkan bola lepas ke gawang. Skor masih 0-0. Dua menit kemudian, Atletico Madrid melepaskan tembakan pertama pertandingan. Namun, tembakan Griezmann dari luar kotak penalti masih berada di sisi kanan gawang.

Pada menit ke-34, Reynaldo gagal mengantisipasi umpan Marcelo Sarrac dan Levante kembali mendapat peluang emas untuk memecah kebuntuan. Bola jatuh ke kaki Pablo Martinez, yang berdiri bebas di dalam kotak sebelum melepaskan tembakan keras. Namun, Oblak kembali melakukan penyelamatan gemilang untuk menyelamatkan bola.

Setelah itu, Levante terus membombardir pertahanan Atletico Madrid. Namun, hingga usai babak pertama, skor 0-0 tetap tak berubah.

Babak Kedua

Di babak kedua, Atletico Madrid lebih banyak melakukan pelanggaran dengan tujuan meraih kemenangan. Mereka mengambil kecepatan permainan dan lebih kreatif di depan. Alhasil, Los Royblancos berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui Alvaro Morata. Penyerang Spanyol itu menghadapi umpan silang rendah Marcos Llorente, yang tidak bisa dijangkau Joan Femenia.

Tiga menit berselang, giliran Angel Correa yang mengancam pertahanan tim tamu. Sayangnya, kali ini Femenia berhasil mencetak gol setelah bermain satu-dua dengan Griezmann. Levante tidak menyerah begitu saja, dia telah bekerja keras untuk menemukan penyeimbang.

Pada menit ke-68, Jonathan Montiel mencoba peruntungannya dengan tembakan jarak jauh, namun masih meleset. Atletico nyaris menggandakan keunggulan melalui Correa pada menit ke-80. Namun, Femenias melakukan penyelamatan hebat lainnya untuk menyangkal bola yang dimenangkan pemain Argentina di dalam kotak.

Levante menyerang dengan konsentrasi penuh di beberapa menit terakhir dan justru kembali kebobolan di menit 90+1 oleh Marcos Llorente, yang mencetak gol lewat serangan balik cepat tim tamu. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments