Goal Aksis Cimahi Lolos ke Final U15 HSL Usai Menang Adu Penalti
Goal Aksis Cimahi memastikan tiket final kategori U15 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 pada Sabtu di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka lolos setelah menyingkirkan Mojang Priangan lewat adu penalti. Laga semifinal itu berakhir imbang pada waktu normal sebelum Goal Aksis menang 3-2 di babak tos-tosan.
Mojang Priangan sempat unggul lebih dulu melalui Kirani Hedda. Goal Aksis lalu membalas lewat gol Astrid Nahdah Sabilla. Skor imbang bertahan hingga pertandingan berakhir dan pemenang ditentukan lewat adu penalti.
Pelatih Goal Aksis, Budi Suparlan, menyebut ketenangan pemain menjadi faktor penting dalam kemenangan timnya. Menurut dia, para pemain mampu bangkit meski sempat tertinggal pada babak pertama.
“Jika bermain lebih tenang, apa pun hasilnya kemampuan akan keluar 100 persen. Sebaliknya ketika tidak tenang justru kemampuan terbaiknya tidak akan muncul. Alhamdulillah para pemain bisa menjalankan instruksi pelatih,” katanya.
Budi mengaku meminta timnya tetap fokus saat tertinggal satu gol. Ia menegaskan pertandingan masih menyisakan 35 menit babak kedua, sehingga pemain tidak perlu terbebani hasil akhir terlalu cepat.
Ketenangan itu kemudian membuahkan gol penyama kedudukan. Setelah laga berlanjut ke adu penalti, Goal Aksis mampu menjaga peluang hingga akhirnya menang 3-2.
Budi juga mengatakan tim pelatih telah menyiapkan para penendang penalti sebelum pertandingan. Karena itu, tugas utama pemain adalah menjaga kesiapan mental ketika harus maju sebagai algojo.
Meski dua penendang Goal Aksis gagal menjalankan tugasnya, Budi tidak menutup kemungkinan nama yang sama kembali dipercaya jika final nanti kembali ditentukan lewat adu penalti.
Di kubu lawan, pelatih Mojang Priangan Imam Sujagad tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai anak asuhnya telah tampil maksimal dan berusaha menjalankan strategi yang sudah disiapkan.
“Kami sempat unggul di babak pertama, tetapi kebobolan pada lima menit terakhir babak kedua dan akhirnya kalah melalui adu penalti. Anak-anak sudah berjuang keras,” ujarnya.
Imam mengakui tim pelatih sudah menganalisis kekuatan Goal Aksis sebelum semifinal. Namun, setelah kebobolan, mental pemain sempat menurun dan berdampak pada permainan tim di sisa laga.
Meski gagal melaju ke final, Imam meminta para pemainnya tidak larut dalam kekecewaan. Menurut dia, masih banyak kompetisi lain yang bisa menjadi kesempatan untuk tampil lebih baik.
Kapten Mojang Priangan, Nafeeza Ayasha Nori, juga menegaskan timnya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik pada pertandingan ini. Namun, usaha itu belum cukup untuk membawa Mojang Priangan lolos ke partai puncak.
“Mudah-mudahan di antara kami ada yang dilirik oleh talent scouting Timnas Putri Indonesia. Saya juga senang ada turnamen yang bisa membuat pemain sepak bola perempuan semakin berkembang,” ujarnya.
Nafeeza berharap HSL All-Stars 2026 bisa menjadi wadah pengembangan bagi pesepak bola putri usia muda. Ia juga berharap ajang tersebut membuka jalan bagi pemain untuk mendapat perhatian dari pencari bakat Timnas Putri Indonesia.
Sumber: ANTARA






