Bek tim nasional Inggris Jarell Quansah dijatuhi larangan bermain dua pertandingan oleh FIFA pada Jumat, 10 Juli 2026 WIB, setelah kartu merah saat melawan Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sanksi itu membuat bek Bayer Leverkusen tersebut absen pada laga perempat final melawan Norwegia.
FIFA menyatakan Quansah juga berpotensi melewatkan semifinal bila Inggris lolos dari perempat final. Ia baru bisa kembali bermain jika The Three Lions mencapai final yang digelar di New Jersey, Amerika Serikat pada 19 Juli.
Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54 saat Inggris menang 3-2 atas Meksiko. Ia diusir wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo.
FIFA mengategorikan pelanggaran itu sebagai serious foul play atau pelanggaran berat. Karena itu, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan tambahan satu laga di luar hukuman otomatis satu pertandingan akibat kartu merah.
Dengan keputusan tersebut, Quansah dipastikan tidak tampil saat Inggris menghadapi Norwegia pada perempat final, Sabtu. Jika Inggris melaju, ia juga tetap harus menjalani hukuman pada semifinal.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat mempertimbangkan langkah banding. Namun, regulasi turnamen tidak menyediakan mekanisme untuk menggugat sanksi tersebut.
Kasus Quansah kembali menyorot penerapan hukuman disiplin di Piala Dunia 2026. Sorotan itu muncul karena adanya perbandingan dengan kasus penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Balogun sebelumnya juga mendapat kartu merah karena pelanggaran berat saat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Berdasarkan aturan yang sama, penyerang berusia 25 tahun itu seharusnya menerima hukuman dua pertandingan.
Namun, FIFA hanya menjatuhkan larangan satu pertandingan kepada Balogun. Satu laga tambahan untuk Balogun justru ditangguhkan selama 12 bulan.
Keputusan itu memicu kritik dari berbagai pihak. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel termasuk yang menyoroti keputusan tersebut.
Kontroversi disiplin FIFA juga berdampak pada tim lain. Federasi Sepak Bola Prancis sempat mengajukan protes atas kartu kuning Michael Olise saat menghadapi Paraguay.
Meski begitu, FIFA menolak permohonan tersebut. Penolakan itu menambah daftar keputusan disiplin yang menjadi perhatian sepanjang Piala Dunia 2026.
Sumber: ANTARA






