Fabio Cannavaro mengatakan Uzbekistan memetik banyak pelajaran dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-3 dari RD Kongo pada laga penentu Grup K di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu WIB.
Pelatih timnas sepak bola Uzbekistan itu menyampaikan pernyataan tersebut seusai pertandingan. Hasil itu sekaligus menghentikan langkah Uzbekistan menuju 32 besar.
“Saya sudah mengatakan kepada mereka sejak awal bahwa Piala Dunia itu kejam,” kata dia seusai pertandingan dalam laman FIFA.
Cannavaro menjelaskan sejak awal dirinya sudah mengingatkan para pemain. Menurut dia, Piala Dunia tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan karena sangat menentukan hasil akhir laga.
Ia menilai kegagalan beradaptasi dengan perubahan taktik lawan menjadi salah satu penyebab timnya kehilangan kendali pertandingan. Meski demikian, mantan kapten Italia itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
Cannavaro mengaku merasakan kekecewaan yang sama dengan skuad Uzbekistan. Namun, ia meminta seluruh tim menjadikan pengalaman tampil di Piala Dunia sebagai bekal untuk berkembang pada masa mendatang.
Ia juga menegaskan perkembangan sepak bola Uzbekistan harus terus dilanjutkan. Hal itu, menurut dia, perlu dilakukan lewat pembinaan pemain muda dan penguatan akademi agar tim nasional mampu bersaing konsisten di level tertinggi dunia.
Dalam pertandingan itu, Uzbekistan sempat membuka harapan lebih dulu. Tim berjuluk Oq bo’rilar atau Serigala Putih unggul melalui gol cepat Eldor Shomurodov pada menit ke-10.
Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama. Namun, RD Kongo bangkit pada babak kedua dan membalikkan keadaan lewat tiga gol.
Dua gol dicetak Yoane Wissa, sementara satu gol lainnya dibuat Fiston Mayele. Kemenangan itu memastikan Kongo menghentikan langkah Uzbekistan ke 32 besar.
Kekalahan dari RD Kongo membuat Uzbekistan menutup fase grup tanpa satu pun poin. Sebelumnya, mereka juga kalah melawan Kolombia dan Portugal.
Sementara itu, Kongo berhasil lolos ke fase gugur. Mereka melaju setelah menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik di turnamen tersebut.
Kolombia dan Portugal menutup fase grup dengan menempati posisi pertama dan kedua klasemen akhir Grup K. Adapun Uzbekistan harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat usai gagal meraih poin dari tiga pertandingan.
Hasil ini menjadi akhir pahit bagi Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Meski begitu, Cannavaro menegaskan pengalaman di turnamen tersebut tetap memberi pelajaran penting bagi timnya.
Sumber: ANTARA






