MilkLife Soccer Challenge (MLSC) memperluas turnamen sepak bola putri menjadi 15 wilayah di Indonesia. Kepastian itu disampaikan pada Minggu, 28 Juni 2026, di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah. Penambahan wilayah diumumkan saat penutupan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan ada tiga tambahan wilayah baru. Tiga titik itu adalah Jakarta yang menjadi dua tempat, Garut, dan Jayapura. Edisi terbaru MLSC dijadwalkan berlangsung pada September-November 2026.
“Nantinya ada penambahan tiga wilayah yakni Jakarta (menjadi dua tempat-red), Garut, dan Jayapura,” kata Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono.
Sebelumnya, MLSC digelar di 12 daerah. Wilayah tersebut meliputi Jakarta (satu tempat), Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda, dan Banjarmasin.
Menurut Teddy, perluasan penyelenggaraan dilakukan karena tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola putri. Penyelenggara juga ingin menjangkau lebih banyak daerah melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Melihat perkembangan dan antusiasme sepak bola putri, serta besarnya permintaan dari berbagai daerah, kami menambah tiga kota lagi. Harapannya nanti bisa terus bertambah dengan dukungan berbagai perusahaan seperti yang telah dilakukan di Samarinda bekerja sama dengan Bayan,” ujar dia.
Teddy juga menilai kualitas peserta MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, kompetisi berjenjang membantu membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri yang lebih baik di Indonesia.
Ia menegaskan semakin banyak kompetisi akan menambah pengalaman bertanding pemain muda. Jam terbang itu dinilai penting untuk perkembangan kemampuan mereka.
Atlet-atlet pilihan dari MLSC All-Stars 2026 juga akan dikirim mengikuti SingaCup di Singapura. Kesempatan itu disebut menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.
“Mereka diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan teknik, dan mental ketika menghadapi tim-tim dari luar negeri yang usianya lebih dari mereka,” kata Teddy.
Sementara itu, Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami Didiet Fadriana Abdulkadir menilai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge berkembang sangat pesat. Pada awalnya, kompetisi ini hanya berlangsung di satu kota.
Kini, kata Didiet, turnamen tersebut telah menjangkau 12 kota dengan kualitas pertandingan yang terus meningkat. Ia menyebut kompetisi rutin tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga membentuk mental bertanding, sportivitas, dan kondisi fisik atlet sejak dini.
“Ke depan jumlah kota penyelenggara akan terus bertambah sehingga anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding, melatih mental, fisik, dan kemampuan bermain mereka,” tutur dia.
Didiet menambahkan pembinaan sepak bola putri sejak usia dini juga menjadi bagian dari dukungan menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Menurut dia, kebiasaan berolahraga harus dibarengi pemenuhan nutrisi yang baik agar anak-anak tumbuh sehat dan berprestasi.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut mengapresiasi konsistensi penyelenggara dalam mengembangkan sepak bola putri. Ia juga menilai turnamen nasional itu mendorong pertumbuhan sport tourism di Kabupaten Kudus.
Menurut Sam’ani, dampak ekonomi dari ajang tersebut cukup signifikan bagi masyarakat. Tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner ramai, serta jasa transportasi dan penyewaan kendaraan ikut merasakan manfaat.
“Kami juga mengucapkan selamat kepada tim all-stars Kudus yang berhasil menjadi juara MLSC 2026. Ini menjadi prestasi bersama sekaligus membuktikan perkembangan sepak bola putri yang sangat pesat. Kegiatan seperti ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” tutur dia.
Sumber: ANTARA News






