Arne Slot di Liverpool meninggalkan jejak yang beragam selama dua musim menangani The Reds. Setelah sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim pertamanya, performa tim menurun drastis pada musim berikutnya hingga berujung pada pergantian pelatih. Selain hasil di lapangan, masa kepemimpinan Slot juga diwarnai sejumlah ketegangan dengan pemain senior Liverpool.
Kini, Liverpool memasuki era baru bersama Andoni Iraola. Namun, sejumlah konflik yang terjadi pada masa Slot masih menjadi bagian penting dari perjalanan klub dalam beberapa musim terakhir.
Beberapa nama besar bahkan sempat menunjukkan ketidakpuasan secara terbuka. Di antaranya adalah Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, dan Darwin Nunez yang pernah mengalami gesekan dengan pelatih asal Belanda tersebut.
Mohamed Salah Merasa Menjadi Sasaran Kritik
Hubungan Arne Slot dengan Mohamed Salah menjadi salah satu cerita yang paling banyak mendapat perhatian. Ketegangan mulai muncul ketika penyerang asal Mesir itu beberapa kali tidak masuk susunan pemain utama pada akhir 2025.
Situasi semakin memanas saat Liverpool menghadapi Leeds United. Dalam laga tersebut, Salah hanya duduk di bangku cadangan hingga pertandingan berakhir.
Setelah laga usai, Salah secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia merasa dirinya menjadi pihak yang paling sering disalahkan atas penurunan performa Liverpool di Liga Inggris.
Menurut Salah, hubungan yang sebelumnya berjalan baik berubah dalam waktu singkat. Pernyataan itu langsung memicu diskusi panjang di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Inggris.
Selain itu, Salah juga menyoroti pentingnya menjaga identitas permainan Liverpool. Ia menegaskan bahwa klub harus tetap tampil agresif dan berorientasi menyerang.
Ketika Liverpool kalah dari Aston Villa pada Mei lalu, Salah kembali memberikan pesan yang dianggap sebagai sindiran terhadap kondisi tim. Baginya, Liverpool harus kembali menjadi tim yang ditakuti lawan dan konsisten memburu trofi.
Yang terpenting, Salah merasa kontribusinya selama bertahun-tahun layak mendapatkan penghargaan yang lebih besar dari klub.
Trent Alexander-Arnold Sempat Menunjukkan Ketidakpuasan
Konflik lain yang sempat muncul melibatkan Trent Alexander-Arnold. Meski tidak sebesar kasus Salah, hubungan keduanya juga pernah mengalami momen kurang harmonis.
Insiden tersebut terjadi saat Liverpool menghadapi Brentford pada awal musim 2024. Ketika tim unggul 2-0, Slot memutuskan menarik Alexander-Arnold dan memasukkan Conor Bradley.
Keputusan itu tampaknya tidak disukai sang bek. Ekspresi kecewa terlihat jelas saat ia meninggalkan lapangan menuju bangku cadangan.
Bukan hanya sekali, reaksi serupa juga sempat terlihat pada pertandingan sebelumnya melawan Ipswich Town. Karena itu, spekulasi mengenai hubungan pemain dan pelatih mulai berkembang.
Meski demikian, Slot segera memberikan penjelasan kepada publik. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berkaitan dengan kondisi fisik pemain.
Menurutnya, jadwal pertandingan yang padat membuat Alexander-Arnold membutuhkan pengelolaan menit bermain yang lebih baik. Pelatih asal Belanda itu juga membantah adanya masalah pribadi dengan sang pemain.
Beberapa bulan kemudian, Alexander-Arnold memutuskan meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Real Madrid. Namun, banyak pihak menilai insiden tersebut bukan alasan utama di balik kepindahannya.
Darwin Nunez Mendapat Teguran Terbuka
Hubungan Slot dengan Darwin Nunez berkembang dalam konteks yang berbeda. Ketegangan lebih banyak muncul karena performa penyerang asal Uruguay tersebut di lapangan.
Pada Februari 2025, Liverpool sedang bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris. Saat menghadapi Aston Villa, Nunez gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol.
Namun, Slot ternyata tidak hanya menyoroti kegagalan tersebut. Ia lebih menekankan perubahan sikap pemain setelah kehilangan peluang.
Menurut Slot, seorang penyerang boleh saja gagal mencetak gol. Akan tetapi, pemain tidak boleh kehilangan semangat kerja dan kontribusi bagi tim.
Komentar tersebut menjadi sorotan media karena disampaikan secara terbuka. Tidak lama kemudian, Nunez memberikan respons melalui media sosial.
Dalam unggahan yang kemudian dihapus, ia menyindir perubahan penilaian publik terhadap dirinya. Nunez menilai seseorang bisa dipuji sebagai pahlawan dalam satu pekan, lalu dianggap gagal pada pekan berikutnya.
Belakangan, penyerang Uruguay itu memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak merasa sebagai pemain terbaik saat mendapat pujian dan tidak menganggap dirinya yang terburuk ketika menerima kritik.
Meski berusaha menunjukkan profesionalisme, perjalanan Nunez bersama Liverpool akhirnya berakhir. Ia meninggalkan Anfield pada Agustus 2025 setelah menerima tawaran dari Al-Hilal.
Warisan yang Ditinggalkan Era Arne Slot
Berakhirnya era Arne Slot menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi Liverpool. Klub tidak hanya perlu memperbaiki performa di lapangan, tetapi juga membangun kembali suasana harmonis di ruang ganti.
Oleh karena itu, kehadiran Andoni Iraola membawa harapan baru bagi The Reds. Manajemen berharap pelatih anyar tersebut mampu menyatukan kembali pemain, suporter, dan klub dalam satu visi yang sama.
Dengan fondasi yang masih kuat dan kualitas skuad yang tetap kompetitif, Liverpool kini berusaha membuka lembaran baru setelah periode yang penuh tantangan di bawah kepemimpinan Arne Slot.






