Situasi sulit yang dialami Real Madrid membuat legenda klub, Iker Casillas, meminta Xabi Alonso kembali menangani tim untuk musim depan.
Pernyataan Casillas muncul di tengah tekanan besar yang sedang menghantam Real Madrid. Klub asal ibu kota Spanyol itu terancam mengakhiri musim tanpa gelar setelah gagal tampil konsisten sepanjang kompetisi.
Kondisi internal tim juga dikabarkan tidak stabil. Selain performa yang menurun, ruang ganti Real Madrid disebut sedang memanas akibat beberapa konflik antarpemain.
Nama Xabi Alonso kembali muncul karena banyak pihak menilai Madrid membutuhkan sosok yang memahami karakter klub. Meski sempat meninggalkan kursi pelatih beberapa bulan lalu, Alonso dinilai masih menjadi figur ideal bagi Los Blancos.
Situasi tersebut membuat masa depan Real Madrid kembali menjadi pembahasan besar di Spanyol. Terlebih, manajemen klub juga disebut belum menentukan arah proyek untuk musim depan.
Casillas Ingin Xabi Alonso Kembali
Iker Casillas menjadi salah satu sosok yang paling vokal mendukung kembalinya Xabi Alonso ke Santiago Bernabeu. Mantan kapten Real Madrid itu percaya Alonso masih layak mendapat kesempatan kedua.
Menurut Casillas, perubahan pelatih yang terlalu cepat tidak selalu menjadi solusi terbaik. Ia menilai Alonso memiliki kualitas untuk membangun ulang Real Madrid dalam jangka panjang.
“Saya akan membawa kembali Xabi Alonso. Dia adalah pelatih ideal untuk Real Madrid,” ujar Casillas.
Pernyataan tersebut cukup menarik perhatian publik sepak bola Spanyol. Sebab, Alonso baru meninggalkan kursi pelatih Madrid sekitar delapan bulan lalu.
Saat itu, manajemen klub memutuskan melakukan pergantian pelatih setelah performa tim menurun drastis. Tekanan besar dari suporter dan media membuat situasi Alonso semakin sulit.
Padahal, mantan pelatih Bayer Leverkusen itu sempat datang dengan ekspektasi tinggi. Kesuksesannya bersama klub Bundesliga membuat banyak pihak yakin Alonso mampu membawa Madrid kembali dominan.
Namun, kenyataan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Real Madrid beberapa kali kehilangan poin penting dalam laga besar musim ini.
Selain itu, performa tim juga terlihat tidak stabil saat menghadapi lawan dengan tekanan tinggi. Situasi tersebut akhirnya membuat manajemen mengambil keputusan besar.
Performa Madrid Terus Menurun
Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling sulit bagi Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Los Blancos gagal menjaga konsistensi permainan di berbagai kompetisi.
Mereka bahkan terancam menutup musim tanpa trofi. Situasi itu tentu sangat mengecewakan bagi klub sebesar Real Madrid.
Tekanan terhadap pemain dan staf pelatih pun meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Media Spanyol juga terus menyoroti kondisi internal tim yang dianggap mulai tidak sehat.
Belakangan, muncul laporan mengenai konflik di ruang ganti Madrid. Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni dikabarkan sempat terlibat pertengkaran fisik.
Kedua pemain disebut menerima denda besar dari klub akibat insiden tersebut. Rumor itu semakin memperburuk suasana di dalam tim.
Selain konflik antarpemain, hubungan Alonso dengan beberapa pemain senior juga disebut kurang harmonis. Pendekatan taktik yang diterapkan Alonso kabarnya tidak sepenuhnya diterima skuad utama.
BBC bahkan melaporkan Alonso sempat berselisih dengan Kylian Mbappe terkait strategi permainan. Ketegangan itu terjadi menjelang kekalahan Madrid di final Copa del Rey melawan Barcelona.
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Alonso semakin besar. Pada akhirnya, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Statistik Xabi Alonso Sebenarnya Cukup Baik
Meski gagal memenuhi ekspektasi besar, statistik Xabi Alonso bersama Real Madrid sebenarnya tidak terlalu buruk. Ia berhasil meraih 24 kemenangan dari total 34 pertandingan.
Catatan tersebut menunjukkan Madrid masih mampu tampil kompetitif di bawah arahannya. Namun, hasil buruk pada beberapa laga penting membuat kritik datang bertubi-tubi.
Kekalahan dari Celta Vigo menjadi salah satu titik terendah perjalanan Alonso bersama Madrid. Hasil itu bahkan memicu pertemuan darurat petinggi klub.
Selain faktor hasil pertandingan, hubungan Alonso dengan Florentino Perez juga dikabarkan mulai memanas. Situasi tersebut membuat peluang bertahannya semakin kecil.
Walau begitu, banyak pihak masih percaya Alonso punya kapasitas besar sebagai pelatih muda. Pengalamannya sebagai mantan pemain Madrid juga dianggap penting untuk membangun identitas klub.
Casillas termasuk sosok yang percaya bahwa Alonso belum mendapatkan waktu cukup panjang. Menurutnya, proyek besar seperti Real Madrid membutuhkan proses yang tidak singkat.
Mourinho Masuk Bursa Pelatih Madrid
Di tengah situasi tidak menentu, nama Jose Mourinho mulai dikaitkan dengan Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu disebut masuk daftar kandidat untuk musim depan.
Mourinho pernah menangani Madrid pada periode 2010 hingga 2013. Ia sukses membawa Los Blancos meraih gelar La Liga dan Copa del Rey.
Namun, hubungan Mourinho dengan beberapa legenda Madrid tidak selalu berjalan baik. Casillas menjadi salah satu pemain yang sempat berselisih dengan Mourinho pada masa lalu.
Karena itu, Casillas terlihat tidak terlalu mendukung kemungkinan kembalinya Mourinho. Ia tetap menganggap Alonso sebagai sosok paling tepat untuk memimpin proyek baru Madrid.
Selain Mourinho, beberapa nama lain juga mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Los Blancos. Akan tetapi, hingga kini manajemen belum memberikan keputusan resmi.
Situasi tersebut membuat masa depan Real Madrid masih penuh tanda tanya. Di tengah tekanan besar dan hasil buruk musim ini, keputusan klub pada musim panas nanti dipastikan sangat menentukan.






