Adhyaksa FC resmi promosi ke BRI Super League 2026/2027 setelah mengalahkan Persipura Jayapura pada laga play-off Liga 2. Kemenangan tipis 1-0 di Stadion Lukas Enembe menjadi momen bersejarah bagi klub asal Tangerang tersebut.
Gol tunggal Adilson Silva memastikan Adhyaksa FC tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Hasil itu sekaligus menandai pencapaian besar klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di Liga 3.
Promosi Adhyaksa FC menarik perhatian publik sepak bola nasional. Pasalnya, klub berjuluk Sang Jaksa itu bukan tim dengan sejarah panjang seperti Persipura Jayapura atau PSS Sleman.
Namun di balik status sebagai pendatang baru, Adhyaksa FC ternyata memiliki fondasi organisasi yang cukup kuat. Selain itu, perjalanan mereka menuju BRI Super League berlangsung sangat cepat dan terstruktur.
Adhyaksa FC Berawal dari Farmel FC
Adhyaksa FC sebenarnya bukan klub yang benar-benar baru di sepak bola Indonesia. Klub ini sudah berdiri sejak 2018 dengan nama awal Farmel FC.
Dalam perjalanannya, Farmel FC kemudian berganti identitas menjadi Adhyaksa Farmel. Setelah itu, mereka resmi menggunakan nama Adhyaksa FC hingga sekarang.
Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari pengembangan identitas klub. Selain itu, manajemen juga mulai membangun fondasi organisasi yang lebih profesional.
Berdasarkan data resmi kompetisi nasional, Eko Setyawan tercatat sebagai presiden klub. Sosok tersebut dikenal sebagai anggota Exco PSSI yang cukup aktif dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
Kehadiran figur penting di struktur klub membuat Adhyaksa FC berkembang lebih cepat. Mereka juga mulai serius membangun akademi usia muda sejak awal berdiri.
Klub ini bermarkas di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Selain fokus pada tim senior, Adhyaksa FC juga aktif membina pemain muda potensial.
Akademi mereka bahkan mulai dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan talenta muda di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Situasi itu membantu klub membangun identitas jangka panjang.
Juara Liga 3 Jadi Awal Kebangkitan
Perjalanan Adhyaksa FC menuju kasta tertinggi tidak terjadi secara instan. Mereka harus melewati kompetisi dari level bawah terlebih dahulu.
Langkah penting pertama datang ketika klub berhasil menjadi juara Liga 3 musim 2023/2024. Gelar tersebut membuka jalan menuju Liga 2.
Kesuksesan di Liga 3 menjadi bukti bahwa Adhyaksa memiliki proyek yang serius. Klub mampu berkembang dengan cepat meski usia mereka masih relatif muda.
Setelah promosi ke Liga 2, Adhyaksa kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka langsung bersaing di papan atas sejak musim pertama.
Musim 2025/2026 menjadi titik paling penting dalam sejarah klub. Adhyaksa berhasil finis sebagai salah satu tim terbaik sebelum melaju ke babak play-off promosi.
Pada laga penentuan melawan Persipura Jayapura, Adhyaksa tampil disiplin dan efektif. Mereka mampu menang 1-0 di kandang lawan melalui gol Adilson Silva.
Kemenangan itu memastikan tiket menuju BRI Super League 2026/2027. Dalam waktu singkat, Adhyaksa sukses naik dari Liga 3 ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Klub yang Punya Hubungan dengan Kejaksaan
Salah satu hal yang membuat Adhyaksa FC berbeda adalah latar belakang organisasinya. Klub ini memiliki hubungan erat dengan Persatuan Jaksa Indonesia atau Persaja.
Karena itu, Adhyaksa FC sering disebut sebagai klub yang mendapat dukungan dari institusi kejaksaan. Identitas tersebut membuat mereka cukup dikenal di sepak bola nasional.
Nama “Adhyaksa” sendiri memang identik dengan dunia hukum di Indonesia. Klub ini dibentuk sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan sepak bola nasional.
Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya pernah menyampaikan harapan besar terhadap klub tersebut. Ia ingin Adhyaksa FC ikut membantu perkembangan sepak bola Indonesia.
Selain itu, pembentukan klub juga dikaitkan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional. Situasi itu menunjukkan proyek Adhyaksa tidak hanya berfokus pada kompetisi.
Manajemen klub juga dikenal cukup serius dalam membangun sistem pembinaan. Mereka tidak hanya mengejar hasil jangka pendek di level senior.
Karena itu, banyak pihak mulai melihat Adhyaksa sebagai salah satu proyek klub modern di Indonesia. Meski belum memiliki basis suporter sebesar klub lama, perkembangan mereka berjalan cukup stabil.
Performa Stabil Jadi Kunci Promosi
Keberhasilan promosi Adhyaksa tidak lepas dari performa konsisten sepanjang musim. Mereka mampu menjaga persaingan hingga pekan-pekan terakhir Liga 2.
Skuad Adhyaksa juga diisi sejumlah pemain berpengalaman. Nama seperti Hasyim Kipuw, Arif Satria, hingga Adilson Silva menjadi tulang punggung tim.
Selain itu, lini depan mereka tampil cukup produktif musim ini. Adilson Silva menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam perjalanan klub menuju promosi.
Di sisi lain, organisasi permainan Adhyaksa juga terlihat semakin matang. Tim mampu tampil disiplin saat menghadapi tekanan besar dalam laga penting.
Hal itu terlihat jelas ketika menghadapi Persipura di Stadion Lukas Enembe. Meski bermain di bawah tekanan suporter lawan, Adhyaksa tetap tampil tenang.
Mereka bertahan dengan sangat baik sambil menunggu peluang serangan balik. Strategi tersebut akhirnya membawa hasil maksimal bagi Sang Jaksa.






