AC Milan harus menelan kekalahan saat menghadapi Lazio pada pekan ke-29 Serie A 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Olimpico, Senin (16/3/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil tersebut membuat performa sejumlah pemain Rossoneri mendapat sorotan.
Gol tunggal Gustav Isaksen pada menit ke-26 menjadi penentu hasil pertandingan. Kekalahan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya AC Milan berhasil mengalahkan Inter Milan. Oleh karena itu, banyak pihak menilai performa Milan kali ini jauh dari ekspektasi.
Selain itu, beberapa pemain tampil di bawah standar. Namun beberapa nama juga menunjukkan permainan cukup solid meski timnya gagal meraih poin.
Lini Belakang Milan Berusaha Bertahan dari Tekanan
Penampilan lini belakang Milan cukup beragam sepanjang pertandingan. Beberapa pemain tampil stabil, tetapi ada pula yang kesulitan menghadapi tekanan Lazio.
Mike Maignan memperoleh nilai 6 setelah melakukan beberapa penyelamatan penting. Ia sempat menyentuh bola tembakan Isaksen, namun tidak mampu menggagalkan gol tersebut. Selain itu, Maignan juga menggagalkan peluang emas Daniel Maldini dalam situasi satu lawan satu.
Fikayo Tomori tampil kurang konsisten sepanjang pertandingan. Sebagian besar serangan Lazio datang dari sisi yang ia jaga. Oleh karena itu, ia beberapa kali terlihat kehilangan fokus dan gagal menutup ruang.
Koni De Winter sebenarnya sempat membuat kesalahan yang hampir berujung gol kedua Lazio. Namun setelah momen tersebut, ia mampu bermain lebih tenang hingga akhir laga.
Strahinja Pavlovic justru menjadi pemain bertahan paling menonjol. Bek asal Serbia itu tampil kuat dalam duel udara dan mampu menutup banyak ruang di lini belakang. Performanya membantu Milan menjaga skor tetap tipis.
Lini Tengah Milan Kehilangan Kendali Permainan
Masalah utama Milan terlihat di sektor tengah. Absennya Adrien Rabiot membuat keseimbangan permainan Rossoneri sedikit terganggu.
Alexis Saelemaekers menjalani pertandingan yang cukup sulit. Ia sering kalah cepat saat bertahan menghadapi pergerakan Tavares. Selain itu, kontribusinya dalam membantu serangan juga sangat minim.
Youssouf Fofana menjadi salah satu gelandang yang tampil cukup stabil. Ia menjaga penguasaan bola dengan baik dan hampir mencetak gol lewat sundulan. Namun peluang tersebut belum cukup kuat untuk menaklukkan kiper lawan.
Ardon Jashari mendapat kesempatan langka tampil sebagai starter. Sayangnya, ia belum mampu memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal. Beberapa kali ia kehilangan bola dan membuat keputusan yang kurang tepat.
Luka Modric bermain dengan semangat tinggi sepanjang pertandingan. Pengalamannya membantu Milan membangun serangan di babak kedua. Meski begitu, penyelesaian akhir tim masih kurang tajam.
Pervis Estupinan menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Bek sayap tersebut sempat hampir mencetak gol melalui sundulan diving di awal laga. Namun kesalahan fatalnya kemudian membuka ruang bagi gol Isaksen.
Kesalahan itu membuat performanya menurun sepanjang pertandingan. Hal tersebut cukup kontras karena sebelumnya ia tampil heroik saat Milan mengalahkan Inter Milan.
Lini Serang Milan Tumpul Sepanjang Pertandingan
Selain lini tengah, sektor serangan Milan juga tampil kurang efektif. Beberapa peluang tercipta, tetapi tidak mampu menghasilkan gol.
Christian Pulisic masih belum memutus paceklik gol musim ini. Meski begitu, ia tetap aktif membantu proses build-up serangan. Salah satu tembakannya sempat mengancam gawang Lazio sebelum ditepis kiper.
Rafael Leao menjalani laga yang sulit di Olimpico. Pemain sayap tersebut gagal menciptakan ancaman berarti sepanjang pertandingan. Setiap kali mendapat bola, ia tidak mampu memaksimalkan peluang.
Selain itu, reaksinya setelah ditarik keluar juga menjadi perhatian. Sikap tersebut dinilai memengaruhi atmosfer tim pada saat tertinggal.
Pemain Pengganti Belum Memberi Dampak Besar
Pelatih Milan mencoba mengubah situasi dengan memasukkan beberapa pemain dari bangku cadangan. Namun kontribusi para pemain pengganti masih terbatas.
Zachary Athekame masuk pada menit ke-58 menggantikan Tomori. Ia menunjukkan semangat tinggi dan bahkan sempat mencetak gol spektakuler. Sayangnya gol tersebut dianulir karena bola lebih dulu mengenai tangannya.
Davide Bartesaghi tampil sedikit lebih baik dibanding Estupinan yang ia gantikan. Meski demikian, kualitas umpan silangnya masih belum maksimal.
Christopher Nkunku masuk pada menit ke-67 untuk menambah kreativitas serangan. Namun kehadirannya tidak banyak mengubah permainan tim.
Niclas Fullkrug juga mengalami kesulitan setelah masuk menggantikan Rafael Leao. Ia beberapa kali terjebak offside saat mencoba menerima umpan dari rekan setimnya.
Kekalahan dari Lazio membuat posisi AC Milan dalam persaingan papan atas menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, Rossoneri perlu segera memperbaiki performa sebelum menghadapi laga berikutnya.






