Usai singkirkan Benfica, Thibaut Courtois sudah tahu calon lawan Real Madrid di 16 Besar Liga Champions musim ini. Kiper asal Belgia tersebut tampil solid ketika Los Blancos menang 2-1 di Santiago Bernabeu. Kemenangan itu memastikan agregat 3-1 dan membawa Madrid ke fase gugur berikutnya.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Benfica sempat mengejutkan tuan rumah dengan gol cepat. Namun, respons Real Madrid menjaga peluang tetap terbuka.
Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior membalikkan keadaan. Selain itu, Courtois memainkan peran penting dengan sejumlah penyelamatan krusial. Seusai laga, ia juga menyinggung potensi lawan di babak 16 besar.
Tekanan Awal dan Penyesuaian Taktik
Real Madrid menghadapi masalah sejak menit pertama. Benfica mengubah pendekatan dengan tidak menempatkan penyerang sayap kanan. Situasi tersebut menciptakan kebingungan dalam organisasi pertahanan Madrid.
Tekanan lawan membuat tuan rumah sulit mengontrol tempo. Beberapa kali lini belakang terlihat terlambat membaca pergerakan. Gol pembuka Benfica memperbesar tekanan di Bernabeu.
Courtois mengakui timnya cukup menderita pada babak pertama. Menurutnya, pendekatan taktik lawan menyulitkan distribusi bola dari belakang. Namun, perubahan strategi di babak kedua memberi dampak signifikan.
Setelah jeda, Madrid menyesuaikan posisi lini tengah. Pergerakan pemain menjadi lebih rapat dan terkoordinasi. Oleh karena itu, tekanan Benfica mulai berkurang.
Gol Tchouameni lahir pada momen penting. Skor kembali seimbang dan kepercayaan diri meningkat. Sejak saat itu, Madrid tampil lebih stabil.
Refleks Cepat Courtois Jadi Penentu
Selain kontribusi lini tengah, peran Courtois tidak bisa diabaikan. Ia menggagalkan peluang Richard Rios dengan refleks cepat ke arah bawah. Penyelamatan tersebut menjaga tim tetap dalam jalur.
Kiper berpengalaman itu menunjukkan teknik khasnya. Ia mampu turun cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Gerakan tersebut sering menjadi pembeda dalam situasi satu lawan satu.
Courtois menyebut faktor genetik turut membantu kemampuannya. Kedua orang tuanya merupakan mantan atlet voli. Selain itu, ia mengasah teknik tersebut saat membela Chelsea.
Kemampuan membaca arah bola menjadi keunggulan lain. Ia jarang terpancing gerakan tipuan lawan. Karena itu, Madrid mampu bertahan saat tekanan memuncak.
Penyelamatan krusial di fase gugur sering menentukan hasil. Courtois kembali membuktikan konsistensinya di level tertinggi. Ketenangan yang ia tampilkan memberi rasa aman bagi lini belakang.
Gol Penentu dan Momentum Kebangkitan
Vinicius Junior mencetak gol kemenangan pada menit ke-80. Pergerakan cerdasnya membuka ruang sebelum melepaskan tembakan terarah. Gol tersebut menutup peluang Benfica untuk bangkit.
Momentum berbalik setelah Madrid menyamakan skor. Kombinasi lini tengah dan sayap mulai efektif. Selain itu, tekanan psikologis beralih ke kubu tamu.
Arda Guler sempat mencetak gol tambahan. Namun, VAR menganulirnya karena offside. Meski demikian, Madrid tetap menjaga intensitas hingga peluit akhir.
Kemenangan ini menunjukkan kedewasaan permainan. Mereka tidak selalu dominan, tetapi efektif dalam memanfaatkan peluang. Hal tersebut menjadi ciri khas tim berpengalaman.
Prediksi Lawan di Babak 16 Besar
Kini, perhatian tertuju pada undian babak 16 besar. Real Madrid berpotensi menghadapi Manchester City atau Sporting CP. Courtois menyebut peluang bertemu City cukup besar.
Menurutnya, duel melawan Manchester City sudah menjadi laga klasik dalam beberapa musim terakhir. Ia menyebut undian tersebut sebagai pertandingan impian. Selain itu, ia menilai kedua calon lawan memiliki kualitas tinggi.
Courtois juga mengingat pengalaman lamanya menghadapi Sporting CP saat membela Chelsea. Ia mengakui sudah lama tidak bertemu klub Portugal tersebut. Namun, fokus utama tetap pada kesiapan tim.
Babak 16 besar akan menghadirkan tantangan berbeda. Intensitas dan tekanan meningkat dibanding fase sebelumnya. Oleh karena itu, konsistensi menjadi faktor utama.
Modal Mental Menuju Fase Berikutnya
Kelolosan ini memberi dorongan moral penting. Meski sempat tertinggal, Madrid mampu bangkit tanpa panik. Respons cepat menjadi kunci keberhasilan.
Arbeloa dan staf pelatih kini memiliki waktu menyiapkan strategi. Perbaikan detail pertahanan tetap menjadi prioritas. Selain itu, variasi serangan tanpa Kylian Mbappe perlu dimaksimalkan.
Courtois menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun. Ia menilai fase gugur selalu menuntut fokus penuh sejak menit pertama. Karena margin kesalahan sangat tipis, konsentrasi tidak boleh menurun.
Real Madrid memasuki undian dengan rasa percaya diri. Namun, mereka juga menyadari level kompetisi semakin tinggi. Setiap laga akan menguji kedalaman skuad dan mentalitas tim.
Kemenangan atas Benfica menjadi fondasi penting. Selain memastikan tiket 16 besar, hasil ini memperlihatkan kapasitas adaptasi tim. Dengan performa Courtois yang konsisten, Madrid memiliki modal kuat menghadapi tantangan berikutnya di Liga Champions.






