Wednesday, February 25, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaHokky Caraka Jadi Kiper Dadakan saat Persita Tumbang 0-1 di Markas Persib

Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan saat Persita Tumbang 0-1 di Markas Persib

Hokky Caraka jadi kiper dadakan saat Persita Tangerang tumbang di Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Momen tidak biasa itu terjadi pada pekan ke-22 ketika Persita bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan kalah tipis 0-1 dari Persib.

Gol tunggal Andrew Jung menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat. Meski kalah, Persita tampil penuh keberanian di hadapan Bobotoh. Tim asuhan Carlos Pena menunjukkan karakter kuat sepanjang pertandingan.

- Advertisement -
asia9QQ

Situasi dramatis muncul di penghujung laga. Dalam kondisi darurat, Hokky Caraka yang berposisi sebagai penyerang harus turun menjadi penjaga gawang. Keputusan itu menjadi sorotan karena jarang terjadi di kompetisi kasta tertinggi.

Laga Ketat dan Tekanan di Bandung

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Persib berusaha mengontrol permainan, sementara Persita tampil disiplin dalam bertahan. Kedua tim saling menekan tanpa banyak ruang terbuka.

Gol Andrew Jung pada menit ke-50 memecah kebuntuan. Setelah tertinggal, Persita meningkatkan intensitas serangan. Mereka mencoba memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.

Atmosfer di stadion menambah tekanan bagi tim tamu. Namun, para pemain Persita tetap bermain percaya diri. Keberanian tersebut mendapat apresiasi dari pelatih mereka.

Carlos Pena menilai timnya mampu menandingi juara bertahan. Ia melihat semangat dan organisasi permainan berjalan baik. Meski demikian, hasil akhir tidak berpihak kepada Pendekar Cisadane.

Momen Kartu Merah dan Keputusan Darurat

Drama terjadi menjelang akhir pertandingan. Kiper Persita, Igor Rodrigues, maju membantu serangan demi mencari gol penyeimbang. Langkah tersebut menunjukkan tekad kuat untuk mencuri poin.

Namun, serangan balik cepat Persib mengubah situasi. Igor melanggar Beckham Putra dalam upaya menghentikan peluang. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.

Situasi itu membuat Persita kehilangan penjaga gawang utama. Carlos Pena tidak memiliki opsi pergantian pemain tersisa. Oleh karena itu, ia harus mengambil keputusan cepat.

Pilihan jatuh kepada Hokky Caraka. Penyerang muda itu diminta mengenakan sarung tangan dan berdiri di bawah mistar. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak di stadion.

Hokky Caraka Jadi Kiper Karena Kram

Alasan pemilihan Hokky ternyata cukup unik. Sebelumnya, ia mengalami kram dan tidak bisa berlari maksimal di lini depan. Kondisi tersebut membuat pergerakannya terbatas.

Carlos Pena menjelaskan bahwa situasi itu menjadi pertimbangan utama. Karena Hokky tidak bisa lagi berkontribusi penuh sebagai penyerang, ia ditempatkan sebagai kiper darurat.

Hokky menyelesaikan pertandingan dengan rasa kram. Meski bukan posisi aslinya, ia tetap menjalankan tugas hingga peluit akhir berbunyi. Tindakan tersebut menunjukkan komitmen terhadap tim.

Peran darurat itu memang tidak mengubah hasil akhir. Namun, momen tersebut menjadi simbol semangat juang Persita. Dalam kondisi sulit, pemain tetap siap membantu tim.

Selain itu, kejadian ini memperlihatkan sisi tak terduga dalam sepak bola. Situasi darurat menuntut adaptasi cepat. Keputusan pelatih harus diambil dalam hitungan detik.

Carlos Pena: Persita Pantas Dapat Poin

Usai laga, Carlos Pena menyampaikan pandangannya. Ia menilai timnya layak membawa pulang setidaknya satu poin dari Bandung. Menurutnya, karakter pemain terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Ia mengakui tidak banyak tim yang mampu tampil berani di kandang Persib. Meski kalah, Persita tidak bermain defensif berlebihan. Mereka tetap berusaha menyerang hingga akhir.

Pena juga mengapresiasi mental para pemain. Bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah bukan perkara mudah. Namun, timnya tetap menunjukkan identitas permainan.

Kekalahan ini memang terasa pahit. Akan tetapi, penampilan di lapangan memberi modal positif untuk laga berikutnya. Persita dijadwalkan menghadapi Dewa United pada 26 Februari 2026.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bangkit. Evaluasi akan difokuskan pada efektivitas serangan dan disiplin bertahan. Selain itu, manajemen kebugaran pemain perlu diperhatikan.

Yang terpenting, momen Hokky Caraka menjadi kiper darurat menunjukkan solidaritas tim. Dalam situasi ekstrem, setiap pemain siap mengambil peran. Semangat ini dapat menjadi fondasi kebangkitan di sisa musim.

Dengan jadwal kompetisi yang semakin ketat, konsistensi menjadi kunci. Persita harus menjaga fokus dan memaksimalkan peluang. Jika karakter seperti di Bandung terus terjaga, peluang meraih hasil positif tetap terbuka. Akankah hal ini terjadi? Mari kita tunggu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments