Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaWakil Indonesia di Piala AFC, Siapa Saja Calonnya?

Wakil Indonesia di Piala AFC, Siapa Saja Calonnya?

Wakil Indonesia di Piala AFC, Siapa Saja? – Untuk menentukan perwakilan Indonesia di Piala AFC, PSSI akan mengacu pada kompetisi musim 2019. Keputusan akan segera diumumkan setelah melalui rapat Komite Eksekutif (Exco).

Sejauh ini, ada enam kandidat yang bisa melaju sebagai perwakilan Indonesia di Piala AFC tahun depan untuk menemani Bali United. Bali United dipastikan tergabung karena statusnya sebagai juara Shopee Liga 1 2019.

Di sisi lain, Bali United juga sudah mendapatkan lisensi AFC yang merupakan syarat utama agar bisa bertanding di kompetisi antar-klub Asia. Lain halnya PSM Makassar yang tidak mendapatkan lisensi AFC padahal mereka sempat mewakili Indonesia di Piala AFC 2019.

Dalam waktu dekat ini, PSSI sudah meresmikan status profesional klub Shopee Liga 1 pada tujuh klub, salah satunya adalah Bali United. Enam klub lainnya adalah Persib Bandung, Borneo FC, Bhayangkara FC, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Arema FC.

“Keputusannya akan diumumkan pada Rabu pekan depan (16/12/2020) dalam rapat Exco. Hasilnya bisa kita lihat nanti dari hasil rapat tersebut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada wartawan, Kamis (10/12).

Kompetisi domestik musim 2020 harusnya menjadi acuan penentuan wakil Indonesia di Piala AFC. Namun, Shopee Liga 1 2020 harus dihentikan dan baru berjalan tiga pekan sejak pertengahan Maret lalu. Sampai saat ini, liga tersebut masih belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali.

Oleh karena itu, musim 2019 dipilih oleh PSSI untuk menentukan perwakilan Indonesia di Piala AFC 2021. Ada dua slot untuk wakil Indonesia, yaitu juara Shopee Liga 1 dan juara Piala Indonesia.

Juara Shopee Liga 1 akan langsung masuk fase grup. Sementara juara Piala Indonesia akan dimulai dari babak kualifikasi.

Juara Piala Indonesia tidak lain adalah PSM Makassar yang mana lisensi AFCnya tidak lolos. Karena halangan tersebut, Persija Jakarta selaku runner-up Piala Indonesia kabarnya akan menjadi pengganti PSM dan jadi kandidat wakil Indonesia di Piala AFC.

“Saya sampai saat ini tidak berharap banyak, sih. Keputusannya tetap ada di tangan Exco. Perwakilannya kemungkinan besar dilihat dari musim tahun kemarin (2019) bukan tahun sekarang (2020). Di antara tujuh klub yang lolos lisensi AFC itu kemungkinan akan jadi perwakilannya,” ujar Yunus Nusi.

PSS Sleman Targetkan 2022 Jadi Wakil Indonesia di Piala AFC

PSS Sleman sangat berambisi agar mereka bisa mendapatkan lisensi klub profesional, sehingga bisa jadi wakil Indonesia di Piala AFC. Target tersebut diungkapkan langsung oleh Dirut PT PSS Marco Gracia Paulo.

Sejauh ini, ada tujuh klub liga Indonesia yang sudah mengantongi lisensi klub profesional dari Konfederasi Sepakbola Asia atau AFC.

Mereka adalah Bali United, Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, Borneo FC, Persib Bandung, Arema FC dan Persija Jakarta.

Tidak ingin ketinggalan, klub kebanggaan warga Sleman yakni PSS Sleman juga memiliki target agar bisa mengantongi lisensi dari AFC.

Marco sangat berambisi untuk menjadikan PSS Sleman sebagai klub profesional. Menurutnya, mengurusi tim dan pertandingan saja tidak cukup. Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan agar bisa menyandang gelar klub profesional.

“AFC bercita-cita untuk menciptakan kualitas klub-klub profesional. Oleh karena itu, ada standarisasi melalui lisensi,” kata Marco seperti dikutip dalam video youtube resmi PSS Sleman, Jumat (11/12/2020).

PSS memiliki beberapa keunggulan yang sedikitnya masuk ke dalam persyaratan. Misalnya, Stadion Maguwoharjo yang selalu digunakan di berbagai ajang. Selain itu, pengelolaan klub juga semakin baik.

“Kualitas klub profesional di Asia harus semakin baik agar klub bisa memenuhi kriteria-kriterianya. Ini tentu saja tantangan bagi kami agar jadi wakil Indonesia di Piala AFC 2022,” ucap eks bos Badak Lampung FC itu.

Super Elang Jawa bisa dibilang pendatang baru di kompetisi Liga 1. Bagus Nirwanto dkk baru melewati sulitnya dua musim di kompetisi kasta tertinggi.

Namun, mereka bisa tampil agresif dan dan bisa bersaing dengan klub lain yang dinilai lebih senior. Marco pun bercita-cita agar klubnya bisa mendapat lisensi klub dari AFC setidaknya tahun 2022.

“PSS menargetkannya di kompetisi 2022. Lisensi profesional ini sangat penting dan berarti meskipun masih banyak yang harus diperbaiki. Pokoknya semoga saja kita bisa jadi wakil Indonesia di Piala AFC 2022,” paparnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments