Persib Bandung kembali mencatat sejarah besar setelah hattrick juara BRI Super League 2025/2026. Gelar tersebut membuat Maung Bandung menjadi klub pertama pada era Liga Indonesia yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun. Kesuksesan itu tidak hanya lahir dari strategi Bojan Hodak, tetapi juga dari kontribusi sejumlah pemain yang bertahan dalam era kejayaan Persib.
Di tengah perubahan skuad dan datangnya banyak pemain baru, tujuh nama tetap menjadi bagian penting perjalanan emas Persib. Mereka adalah Marc Klok, Teja Paku Alam, Beckham Putra, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Dedi Kusnandar, dan Achmad Jufriyanto.
Ketujuh pemain tersebut menjadi saksi perjalanan Persib sejak juara Liga 1 2023/2024 hingga kembali mengangkat trofi musim 2025/2026. Selain itu, masing-masing memiliki cerita spesial dalam sejarah besar Maung Bandung.
Marc Klok Jadi Simbol Kepemimpinan Persib
Marc Klok menjadi salah satu figur paling penting dalam era hattrick juara Persib Bandung. Gelandang naturalisasi itu selalu memimpin tim sebagai kapten utama dalam tiga musim terakhir.
Peran Klok tidak hanya terlihat di atas lapangan. Ia juga menjadi pemimpin penting di ruang ganti ketika Persib mendatangkan banyak pemain baru pada musim ini.
Kehadiran Klok memberi stabilitas bagi permainan Persib. Selain itu, pengalamannya membantu para pemain muda berkembang dalam tekanan persaingan gelar juara.
Klok juga selalu menjadi pemain pertama yang mengangkat trofi juara bersama Persib. Momen tersebut membuatnya semakin identik dengan era sukses Maung Bandung.
Kontribusi besar Klok terlihat dari konsistensi performanya sepanjang musim. Meski kompetisi berjalan ketat, ia tetap menjadi motor permainan Persib di lini tengah.
Beckham Putra dan Pemain Akademi Tulis Sejarah
Keberhasilan Persib juga tidak lepas dari kontribusi pemain akademi. Beckham Putra, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis menjadi simbol penting keberhasilan pembinaan internal klub.
Ketiga pemain muda tersebut tumbuh bersama dalam periode kejayaan Persib Bandung. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap skuad, tetapi juga tampil sebagai bagian utama tim.
Beckham Putra menunjukkan perkembangan besar dalam beberapa musim terakhir. Gelandang serang tersebut menjadi salah satu pemain lokal paling konsisten di bawah arahan Bojan Hodak.
Sementara itu, Kakang Rudianto tampil solid di lini pertahanan. Bek muda Persib itu mampu menjaga performa stabil meski mendapat tekanan besar sepanjang musim.
Robi Darwis juga memperlihatkan fleksibilitas penting dalam skuad Persib. Ia beberapa kali bermain di posisi berbeda dan tetap tampil disiplin untuk membantu tim.
Keberhasilan ketiga pemain tersebut memberi pesan kuat tentang pentingnya akademi Persib Bandung. Selain itu, mereka menjadi bukti bahwa pemain binaan sendiri mampu menciptakan sejarah besar bersama klub.
Bobotoh juga memberi apresiasi besar kepada para pemain muda Persib. Dukungan suporter membuat perkembangan Beckham, Kakang, dan Robi semakin terlihat dalam beberapa musim terakhir.
Dedi Kusnandar Tetap Jadi Bagian Skuad Juara
Nama Dedi Kusnandar juga memiliki cerita menarik dalam perjalanan hattrick juara Persib Bandung. Gelandang senior itu sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada awal musim 2025/2026.
Namun Dedi kembali ke Persib pada putaran kedua kompetisi. Kehadirannya memberi tambahan pengalaman penting bagi skuad Maung Bandung.
Dedi dikenal sebagai pemain yang memahami kultur Persib dengan sangat baik. Oleh karena itu, perannya di ruang ganti tetap penting meski tidak selalu tampil reguler.
Pengalaman Dedi membantu menjaga keseimbangan tim saat Persib menghadapi tekanan dalam perebutan gelar. Selain itu, statusnya sebagai pemain asli Jawa Barat membuat hubungan dengan Bobotoh terasa sangat kuat.
Achmad Jufriyanto Catat Rekor Bersejarah
Achmad Jufriyanto menjadi pemain dengan catatan paling spesial dalam sejarah modern Persib Bandung. Bek senior yang akrab disapa Jupe itu berhasil meraih empat gelar liga bersama Maung Bandung.
Gelar pertama Jupe hadir pada musim 2014 saat Persib menjuarai Liga Super Indonesia. Setelah itu, ia kembali mengangkat trofi dalam tiga musim terakhir era Bojan Hodak.
Catatan tersebut membuat Jupe menjadi salah satu pemain paling ikonik di Persib. Selain itu, pengalamannya membantu menjaga mental tim dalam laga-laga penting.
Meski tidak selalu menjadi starter, Jupe tetap memberi pengaruh besar di dalam skuad. Kehadirannya menjadi simbol perjalanan panjang Persib menuju salah satu era terbaik klub.
Keberhasilan Persib meraih tiga gelar beruntun akhirnya tidak hanya soal trofi. Momen tersebut juga menjadi bukti pentingnya loyalitas, pengalaman, dan pembinaan pemain muda dalam membangun tim juara.






