Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ItaliaStart Juventus Tidak Memuaskan, Salah Andrea Pirlo?

Start Juventus Tidak Memuaskan, Salah Andrea Pirlo?

Si Nyonya Tua mengawali musim ini dengan tidak memuaskan bersama Andrea Pirlo. Dengan demikian, Julukan Golden Tapir disematkan pada pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Pirlo nampaknya tidak ‘lihai’ dalam menangani pasukannya. Meskipun sudah meraih kemenangan 3-0 atas Napoli yang merupakan “hadiah” dari FIGC, Juventus bisa dibilang tampil mengecewakan bersama Pirlo.

Si Nyonya Tua keluar dua kali kemenangan, tiga kali seri, dansatu kali kalah saat melawan Barcelona di Liga Champions dengan skor 0-2. Namun, ini merupakan awal yang buruk untuk Juventus di bawah naunga Andrea Agnelli.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Agnelli sudah mengontrak lima pelatih termasuk Luigi Del Neri pada 2010. Del Neri termasuk yang lebih baik setelah membantu Si Nyonya Tua meraih empat kemenangan, satu seri, dan mengalami satu kali kekalahan.

Saat itu, Juventus keluar dengan hasil imbang dengan Croconte, dan dikalahkan Barcelona. Pirlo disematkan julukan Tapir Emas atau Golden Tapir. Tapiro d’Oro, dalam bahasa Italia, merupakan program televisi Striscia la notizia di Mediaset. Gelar tersebut biasa disematkan pada orang-orang ternama yang mengalami pekan yang ‘apes’ sebelumnya.

Julukan tersebut tidak hanya disematkan pada Andrea Pirlo. Sebelumnya ada Zlatan Ibrahimovic, direktur Milan Paolo Maldini, Gianluigi Donnarumma, Gianluigi Buffon, dan Daniele De Rossi.

Dengan beredarnya fakta ini, munculah spekulasi dari media-media Italia mengenai masa depan Pirlo di Juventus. Sempat beredar kabar juga bahwa Pirlo hanya diberi kesempatan sampai Natal nanti untuk mengembalika performa Juventus. Jika tidak, mau tidak mau ia harus hengkang.

“Sebenarnya sejauh ini kami bagus-bagus saja. Saya optimis natal nanti bisa makan panettone. Pokoknya saya yakin betul,” ujar Pirlo merujuk pada Panettone, kue khas Italia yang biasa dihidangkan saat Natal dan Tahun Baru, seperti dikutip Football Italia.

Andrea Pirlo Jadi Pelatih Terburuk untuk Juventus?

Andrea Pirlo disebut-sebut mengawali kariernya bersama Juventus dengan tidak cukup mulus. Sejauh ini, Pirlo dikabarkan menjadi pelatih The Old Lady dengan awal yang tidak memuaskan.

Pirlo merupakan pelatih Juventus ke lima yang didatangkan pada bulan Agustus lalu sejak Agnelli ditunjuk sebagai presiden pada 2010. Sebelumnya, Juventus ditangani oleh Luigi Delneri, (2010-2011), Antonio Conte, (2011-2014), Massimiliano Allegri (2014-2019), dan Maurizio Sarri (2019-2020).

Ini merupakan karier perdana Pirlo sebagai pelatih klub besar. Sejauh ini, sudah ada enam kompetisi yang dipimpin Pirlo tanpa menghitung pertandingan Juventus vs Napoli yang dimenangi Si Nyonya Tua 3-0 melalui keputusan di luar lapangan.

Juventus berhasil menang dua kali, imbang tiga kali, dan kalah satu kali. Namu, hasil ini dinilai yang terburuk jika dibandingkan dengan pelatih yang terdahulu.

Del Neri sebelumnya membantu Juventus meraih empat kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah dalam enam laga perdananya. Sementara Conte berhasil membantu Bianconeri meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Sedangkan Allegri dinilai yang paling top. Ia selalu berhasil membawa Juventus menang di enam laga perdananya, bahkan tidak mengalami kekalahan satupun. Sedangkan Sarri, berhasil empat kemenangan dan dua seri.

Permainan Juventus terbilang buruk ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah persiapan yang tidak maksimal dan absennya sejumlah pemain top.

Kompetisi bola sempat tertunda akibat pandemic covid-sampai bulan Agustus pada musim lalu. Akibatnya, jadwal menjadi padat di musim ini karena waktunya yang terbatas, mengingat kompetisi harus segera selesai sebelum Piala Eropa bergulir pada Juni tahun depan.

Bagi Pirlo, masa pramusim menjadi sangat sebentar, yaitu tidak lebih dari satu bulan sebelum kickoff Liga Italia. Dalam rentang waktu tersebut, Juventus hanya satu kali latihan bertanding, yaitu melawan Novara.

Bisa dikatakan, Andrea Pirlo harus menurunkan langsung taktik dan strateginya dalam kompetisi resmi, tanpa melakukan fase trial and error.

Hal ini juga diperparah dengan absennya para pemain. Cristiano Ronaldo tidak turun ke lapangan karena terkena COVID-19. Matthijs De Ligt dan Giorgio Chiellini masih cedera.

Selain itu, ada juga beberapa pemain baru Si Nyonya Tua yang masih harus beradaptasi, seperti Dejan Kulusevski, Federico Chiesa, Weston McKennie, Gianluca Frabotta, hingga Alvaro Morata. Faktor-faktor di atas kemungkinan besar menjadi penyebab performa Pirlo mejadi tidak maksimal.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments