Tuesday, July 7, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaSkorsing Pemain AS Ditangguhkan Usai Trump Hubungi Presiden FIFA soal Sanksi

Skorsing Pemain AS Ditangguhkan Usai Trump Hubungi Presiden FIFA soal Sanksi

Folarin Balogun dipastikan bisa membela Amerika Serikat melawan Belgia pada Senin (6/7) di Seattle Stadium, setelah FIFA menangguhkan skorsing otomatisnya. Keputusan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa jam usai laga AS kontra Bosnia dan Herzegovina.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah dalam pertandingan babak 32 besar antara AS melawan Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (1/7). Penyerang AS itu diusir keluar lapangan setelah menginjak kaki kanan Tarik Muharemovic. Kartu merah tersebut otomatis memicu skorsing satu pertandingan.

- Advertisement -
asia9QQ

Laporan The New York Times menyebut Trump menghubungi Gianni Infantino dan meminta FIFA meninjau ulang hukuman Balogun. Media itu mengutip empat orang yang familier dengan percakapan tersebut. Intervensi itu disebut terjadi hanya beberapa jam setelah pertandingan berakhir.

Dalam pernyataan pers pada Senin, FIFA menyatakan Balogun dapat tampil dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara negara tuan rumah itu melawan Belgia. FIFA juga menjelaskan dasar keputusan tersebut merujuk pada Pasal 27 Peraturan Kedisiplinan FIFA (FIFA Disciplinary Code/FDC).

Berdasarkan pasal itu, penerapan skorsing otomatis untuk Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun. Pasal 27 FDC memberi wewenang kepada badan peradilan FIFA untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disiplin.

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan besar!”

Pernyataan itu ditulis Trump di Truth Social setelah keputusan FIFA diumumkan. Unggahan tersebut menegaskan dukungan Trump terhadap Balogun, yang sebelumnya terancam absen pada laga penting melawan Belgia.

Menurut The New York Times, pembatalan skorsing seperti ini sangat tidak biasa. Media itu menyebut ini merupakan kali pertama sejak 1962 FIFA mengizinkan seorang pemain tampil dalam pertandingan Piala Dunia ketika seharusnya ia menjalani hukuman akibat kartu merah.

Kasus Balogun pun menjadi sorotan karena melibatkan keputusan disiplin di panggung tertinggi sepak bola dunia. Di satu sisi, FIFA mengacu pada aturan yang ada dalam FDC. Di sisi lain, waktu keputusan yang berdekatan dengan komunikasi Trump dan Infantino membuat situasi ini mendapat perhatian luas.

Balogun akhirnya tersedia untuk laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belgia. Keputusan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai absennya penyerang AS tersebut usai kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Sumber: ANTARA News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments