Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga InggrisSempat Dikritik Keane, Ini Tanggapan Ole Gunnar Solskjaer

Sempat Dikritik Keane, Ini Tanggapan Ole Gunnar Solskjaer

Roy Keane sempat melontarkan kekecewaannya pada Manchester United yang dinilainya sangat buruk. Terkait hal itu, Ole Gunnar Solskjaer pun menanggapinya. Menurut Manajer The Red Devils, hal tersebut tidak benar.

Setelah Setan Merah kalah 0-1 dari The Gunners di lanjutan Premier League akhir pekan kemarin, Keane merasa tidak puas dengan permainan skuad Solskjaer tersebut. Meurutnya, merekat tampil tidak maksimal sehingga sangat mengkhawatirkan.

Keane juga turut mengomentari performa pemain MU di atas lapangan. Eks kapten Setan Merah itu menilai bahwa MU seperti tidak ada yang mengarahkan di lapangan.

“Kualitas pemainnya tidak seperti biasanya, bahkan mereka bermain tidak maksimal. Menrut saya MU seperti tidak memiliki pelatih di atas lapangan,” lanjut Keane.

“Bahkan waktu pemain melakukan pemanasan saja terlihat tidak bersemangat. Mereka seperti kelelahan,” kata Roy Keane seperti dilansir dari Sky Sports.

Manchester United memang sedang tidak bagus musim ini. Dari enam kompetisi yang sudah diselenggarakan, MU hanya menang satu kali, imbang satu kali, dan kalah tiga kali. Apesnya, MU harus menelan kekalahan di kandang sendiri.

Akibatnya, MU tidak bisa tampil mentereng di klasemen Liga Inggris. Paul Pogba dkk menduduki peringkat ke-15 dengan perolehan tujuh poin.

Ini merupakan kekalahan bagi MU setelah melawan The Gunners di Premier League musim ini. Sebelumnya, mereka juga harus gigit jari saat berduel dengan Crystal Palace dan Tottenham Hotspur.

Solskjaer nampaknya tidak bisa menerima kritikan dari keane. Solskjaer yakin ini bukanlah akhir yang buruk bagi MU.

“Roy orangnya memang ceplas-ceplos. Padahal sejauh ini saya bangga dengan skuad yang hebat ini,” ujar Solskjaer seperti dilansir Sky Sports.

“Aktivitas kami tentu saja berbeda. Keane boleh saja menyampaikan pendapatnya dan saya selalu mendengarkan apa yang ia sampaikan. Namun, apapun yang dikatakannya ya terserah karea sejauh kami melangkah bersama-sama untuk membentuk pemain yang kuat.”

“Kita lihat saja nanti,” kata Solskjaer.

Selanjutnya, Manchester United akan berduel dengan Istanbul Basaksehir di matchday 3 Grup H Liga Champions, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB. MU setidaknya masih sangat apik di Liga Champions setelah berhasil menaklukan Paris Saint-Germain dan RB Leipzig.

Laga ke-100 Ole Gunnar Solskjaer Ditandai dengan Kekalahan

Laga ke-100 Ole Gunnar Solskjaer ditandai dengan kekalahan bersama Manchester United. Namun, setidaknya statistik Solskjaer tidak lebih buruk dari Sir Alex Ferguson.

Laga ke-100 Solskjaer berlangsung di Old Trafford, Minggu (1/11/2020) malam WIB, saat Arsenal bertandang ke kandangnya.

Sayangnya, MU harus menelan kekecewaan karena Arsenal lebih unggul 1-0 melalui penalti Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-69.

Ini merupakan momen pertama kalinya dimana MU dikalahkan di kandangan sendiri oleh Arsenal dalam kurun waktu 14 tahun terakhir.

Lebih buruknya, MU belum pernah unggul di kandang sendiri musim ini dan berakhir di posisi ke-15 di kalsemen Liga Italia.

Ini tentu saja bukan momen yang diharapkan di laga ke-100 nya. Ia memimpin MU sejak 19 Desember 2018 dan kariernya memang tidak selalu mulus.

Meskipun statistiknya cenderung tidak bagus, Solskjaer setidaknya bisa bernapas lega karena bisa lebih baik dari mantan manajernya Sir Alex Ferguson. Solskjaer sudah mencatat 55 kemenangan, 21 kali seri, dan 24 kekalahan.

Rasio kemenangannya adalah 55 persen. Di 100 laga pertamanya, Ferguson hanya meraih 48 kemenangan, 31 seri, dan 21 kekalahan. Solskjaer menempati posis ketiga dari deretan manajer MU yang sudah menjalankan 100 laga.

Jose Mourinho menempati posisi lebih atas dari Solskjaer. Mourinho berhasil menyumbangkan tiga trofi di musim pertamanya melatih MU sengan perolehan 62 kemenangan, 23 imbang, dan 15 kali kalah.

Sedangkan posisi pertama ditempati oleh Ernes Magnall yang memimpin MU dari 1903 sampai 1912. Magnall menceatatkan 64 kemenangan, 23 seri, dan 13 kekalahan. Selama sembilan tahun tersebut, Magnall sudah mempersembahkan dua titel Divisi Pertama (sekarang Premier League), satu Piala FA, dan dua Charity Shield.

Untuk informasi tambahan, dulu Ferguson hampir saja didepak karena tidak kunjung memberikan trofi sejak melatih 1986, sebelum memberikan trofi Piala FA 1990. Untuk itu, Apakah jejaknya akan diikuti oleh Ole Gunnar Solskjaer?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments