Thursday, June 20, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaSeberapa Tajam 4 Penyerang Pilihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?

Seberapa Tajam 4 Penyerang Pilihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?

Timnas Indonesia terus melangkah maju dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026, saat ini memiliki 4 penyerang tajam. Skuad Garuda, julukan dari Timnas Indonesia, siap menghadapi dua laga krusial melawan Irak dan Filipina dalam lanjutan Grup F. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 6 dan 11 Juni 2024.

Pelatih Shin Tae-yong telah memanggil 22 pemain untuk menghadapi dua pertandingan penting ini. Daftar pemain ini menunjukkan beberapa kejutan dengan absennya beberapa nama yang biasanya menjadi andalan. Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka tidak masuk dalam daftar skuad kali ini, yang menimbulkan banyak spekulasi dan pertanyaan di kalangan penggemar.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

Dengan tidak hadirnya Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka, beban besar jatuh pada Dimas Drajad, satu-satunya penyerang murni yang dipilih oleh Shin Tae-yong. Pemain berusia 27 tahun dari Persikabo 1973 ini diharapkan untuk menjadi tumpuan dalam mencetak gol dan memimpin lini serang Indonesia. Tantangan ini tentu tidak mudah, mengingat pentingnya dua pertandingan ini dalam menentukan langkah Indonesia ke babak berikutnya.

Namun, tanggung jawab mencetak gol tidak sepenuhnya berada di pundak Dimas Drajad. Skuad Garuda juga diperkuat oleh sejumlah pemain depan lain yang memiliki potensi besar untuk menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

Lantas, bagaimana performa lini serang Timnas Indonesia kontra Irak mendatang? Berikut ulasannya.

Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri menjadi nama pertama dalam daftar empat penyerang yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam laga melawan Irak dan Filipina. Pemain andalan Dewa United ini diharapkan mampu menjadi kunci dalam membongkar pertahanan lawan dengan kemampuannya yang mumpuni.

Meski bukan penyerang murni, Egy yang berusia 23 tahun lebih dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan dan kelicahannya untuk menerobos pertahanan dari sisi lapangan. Keberadaannya memberikan fleksibilitas dalam strategi menyerang, di mana ia bisa berperan sebagai pembuka ruang atau bahkan menjadi tumpuan serangan ketika situasi membutuhkannya.

Egy telah menunjukkan kemampuannya mencetak gol dengan cukup baik. Dalam 25 penampilannya bersama Timnas Indonesia, ia berhasil mencetak delapan gol dan menyumbang dua assist. Catatan ini membuktikan bahwa selain menjadi pengatur serangan, Egy juga mampu memberikan kontribusi langsung dalam hal mencetak gol, menjadikannya aset berharga bagi Skuad Garuda.

Ragnar Oratmangoen

Nama kedua dalam daftar penyerang untuk menghadapi Irak dan Filipina adalah Ragnar Oratmangoen. Pemain yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menusuk pertahanan lawan ini juga bukan penyerang murni, melainkan pemain sayap yang seringkali beroperasi di sisi lapangan.

Dengan kecepatan dan akselerasinya, Ragnar mampu membuat lini pertahanan lawan kelimpungan. Terbukti dalam pertandingan melawan Vietnam, Ragnar tidak hanya mencetak gol tetapi juga menjadi pemain yang paling sulit dijaga oleh bek lawan. Selain gol, ia berhasil mencatat sejumlah dribel sukses dan beberapa kali mengancam gawang dengan tembakannya.

Performa Ragnar yang konsisten dan kemampuannya dalam menciptakan peluang membuatnya menjadi salah satu pemain yang sangat diandalkan oleh Shin Tae-yong. Kehadirannya di lapangan akan memberikan dimensi tambahan bagi serangan Timnas Indonesia.

Rafael Struick

Rafael Struick, yang menjadi nama ketiga dalam daftar ini, meskipun bukan target man, memiliki kemampuan yang tidak kalah pentingnya. Pemain berusia 21 tahun ini terkenal dengan kecepatannya dan kemampuannya dalam membuka ruang. Ia sering kali beroperasi di sektor sayap untuk membantu serangan.

Postur tubuhnya yang tinggi, 1,87 meter, memberikan keuntungan dalam duel udara dan situasi bola mati. Meskipun belum mencetak gol di tim senior, Struick telah menunjukkan potensinya di tim kelompok umur Indonesia dengan mencetak empat gol dalam sembilan penampilan. Termasuk dua gol penting melawan Korea Selatan pada Perempat Final Piala Asia U-23 2024.

Performa Struick yang impresif di level junior menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih banyak di tim senior. Pengalaman dan kemampuannya akan sangat berharga dalam laga-laga krusial mendatang.

Dimas Drajad

Dimas Drajad adalah nama terakhir dalam daftar penyerang Timnas Indonesia untuk menghadapi Irak dan Filipina. Sebagai satu-satunya penyerang murni dalam skuad yang dibawa oleh Shin Tae-yong, peran Dimas sangat vital.

Pemain berusia 27 tahun ini dikenal sebagai penyerang yang beroperasi di dalam kotak penalti lawan, memanfaatkan posturnya yang kuat untuk berduel dengan bek lawan. Kemampuannya dalam mencetak gol cukup menonjol, dengan enam gol dari dua belas penampilannya bersama Skuad Garuda. Gol terakhirnya untuk Timnas Indonesia dicetak pada Oktober 2023 saat melawan Brunei.

Dimas Drajad, dengan pengalamannya dan kemampuan bermain di posisi ujung tombak, diharapkan dapat memimpin lini serang Indonesia dan menjadi penentu dalam dua laga penting ini. Kehadirannya memberikan harapan bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan kemenangan dan melangkah lebih dekat ke Piala Dunia 2026.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments