Thursday, April 25, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga Eropa LainnyaPemicu Joachim Loew Marah Usai Pertandingan Jerman vs Turki

Pemicu Joachim Loew Marah Usai Pertandingan Jerman vs Turki

Pertandingan uji coba antara Jerman dan Turki baru saja digelar pada Kamis (08/10/2020) dini hari, Waktu Indonesia Barat. Dalam pertandingan tersebut, tidak ada tim yang menang alias seri. Hal ini cukup membuat pelatih timnas Jerman, Joachim Loew marah usai pertandingan.

Menang dan kalah dalam pertandingan memang suatu hal yang biasa. Tapi, tentu saja setiap tim memiliki ambisi agar bisa menang dalam setiap pertandingan dan meraih gelar juara tak terkecuali timnas Jerman. Sayangnya dalam pertandingan terakhir melawan Turki, timnas Jerman dinilai kurang maksimal oleh sang pelatih.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

Alasan Joachim Loew Marah

Joachim Loew tampak kecewa dan marah usai pertandingan Jerman vs Turki berakhir dengan skor imbang 3 – 3. Total enam gol berhasil diciptakan oleh kedua tim dalam pertandingan yang digelar di RheinEnergie Stadium itu. Pelatih 60 tahun tersebut menilai ada kesalahan yang sama yang dilakukan berulang kali oleh anak asuhnya saat pertandingan.

Sebelum menit-menit pertandingan berakhir, skor Jerman sempat mengungguli Turki dengan berhasil mencetak 3 gol, sedangkan Turki hanya berhasil dengan 2 golnya. Julian Draxler, Luca Wladschmidt, dan Florian Neuhaus bak pahlawan timnas Jerman yang berhasil mencetak gol kemenangan di awal untuk Jerman.

Sayangnya, pada menit ke 90 + 4, Kenan Karaman berhasil menambah gol untuk Turki sehingga skor kedua tim dalam pertandingan tersebut menjadi seimbang. Timnas Jerman pun harus kecewa dan cukup puas dengan hasil skor imbang 3 – 3 yang diperoleh di akhir pertandingan.

Pertandingan dengan hasil seri di akhir bukanlah yang pertama kalinya bagi Jerman di musim ini. Sebelumnya Jerman juga harus cukup puas dengan hasil skor saat bertanding melawan Spanyol dan Swiss secara beruntun saat UEFA Nations League. Dalam kedua pertandingan di bulan September tersebut, skor harus berakhir imbang 1 – 1.

Saat pertandingan melawan Swiss, Emre Can dan teman-teman dalam tim lengah saat mening-menit pertandingan akan berakhir. Hal tersebut terulang kembali saat bertanding melawan Turki sehingga Jerman harus memecahkan rekor pertandingan dengan skor akhir seri secara beruntun sebanyak tiga kali dan tidak mampu menjaga keunggulan. Inilah yang menjadi pemicu sang pelatih akhirnya marah dan kecewa.

Kekecewaan yang Beruntun

Sebagai seorang pelatih, kemenangan timnya adalah salah satu bentuk kesuksesannya. Sehingga wajar jika Joachim merasa kecewa dan marah dengan pertandingan yang tidak menghasilkan kemenangan. Apalagi jika kemenangan tesebut sebenarnya sudah di depan mata namun harus gagal di menit-menit terakhir.

“Masalah tersebut sudah ada sejak lama,” ungkap Joachim Loew seperti yang dikutip dari Goal International.

“Saya kecewa dan kecewa, itu kata yang tepat. tim ini, belum pernah bermain bersama seperti ini, tidak bisa disalahkan. Itu terjadi pada pemain yang lain,” imbuhnya lagi.

Ada beberapa alasan yang dinilai Joachim Loew menjadi penyebab timnas Jerman kembali gagal menang dalam pertandingan. Situasi di mana tingkat konversi peluang menjadi gol yang buruk dari pemain Jerman akhirnya dimanfaatkan oleh Turki. Tak ayal Turki pun mampu mengimbangi skor dengan seimbang saat menit-menit akhir pertandingan.

“Saat menguasai bola, Anda harus mampu mengatasi tekanan sehingga tidak terus memberikannya pada lawan dalam situasi mudah,” katanya lagi.

Selain itu, pelatih timnas Jerman tersebut juga menyoroti lini belakang yang dianggap sedikit bermasalah. Baginya, bukan catatan yang bagus saat tiga gol bersarang di gawang Bernd Leno. Artinya, lini belakang dalam posisi yang lemah dan harus segera dievaluasi. Menurut Joachim, para pemainnya sempat ragu ketika mendapatkan bola di area penting sehingga tidak mampu mengungguli tim lawan.

“Jika Anda tidak melakukan sesuatu dengan baik, Anda akan kebobolan gol dari lawan. Anda perlu menerima bola dan bersikap tegas saat mendapatkannya,” ucap Joachim Loew lagi sembari memberikan tips saat bermain.

“Kami akan membicarakan hal ini dan kami akan mengerjakan ini ketika semua pemain sudah siap kembali. Kami tidak boleh membiarkan ada gol yang tercipta selama periode menit-menit akhir,” tutup sang pelatih.

Bagaimanapun juga, situasi di mana Joachim Loew marah dan kecewa kepada timnya diharapkan dapat menjadi cambuk pemicu agar timnas Jerman dapat bermain dengan lebih baik lagi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments