Sunday, January 29, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga JermanMeski Dibenci Bundesliga Jerman, RB Leipzig Kini Berjaya

Meski Dibenci Bundesliga Jerman, RB Leipzig Kini Berjaya

RB Leipzig selama ini sering mendapatkan cacian dan makian bahkan sangat dibenci di Jerman. Namun kali ini tim tersebut makin ditakuti pada laga Bundesliga Jerman sebab mereka berhasil menembus hingga ke semifinal Liga Champions. RB Leipzig bisa menunjukan penampilannya yang memukau pada Liga Champions musim ini.

Tim asal Jerman tersebut, mampu tembus hingga ke semifinal setelah berhasil mengalahkan Atletico Madrid pada perempat final dengan torehan skor 2-1. Meskipun tidak dianggap pada Bundesliga namun skuat asuhan Julian Nagelsmann tersebut mampu menyingkirkan tim yang dinilai cukup kuat.

Dari babak penyisihian grup, tim ini telah tampak dominan dengan keberhasilannya memimpin klasemen setelah mengantongi 11 poin hasil dari 3 menang, 2 seri dan 1 kekalahan. Sementara penampilan mereka dibabak 16 besar begitu eksposif sebab mereka mampu menyingkirkan tim papan atas Inggris yaitu Tottenham Hotspur.

Antara Prestasi dan Benci Oleh Haters Bundesliga Jerman

Penampilannya melawan klub besar Inggris tidak tanggung-tanggung lagi sebab mereka mampu menyingkirkannya dengan skor 4-0. Hingga lawan lain harus merasa waspada jika akan berhadapan dengan tim asal Jerman Timur tersebut. Terlebih untuk liga domestik, mereka mampu memberikan tekanan cukup berat pada Bayern Munchen juga Borussia Dortmund.

Tim kuda hitam memang berhasil melindas Tottenham, hal tersebut bukanlah suatu kebetulan. Karena pada penampilan mereka tepatnya diperempatfinal Liga Champions, tim tersebut mencatatkan sejarah baru. Dimana Marcel Sabitzer beserta timnya mampu memukul mundur tim terkuat asal Spanyol Atletico Madrid.

Perjuangan mengalahkan juara tiga La Liga tersebut memang bukanlah perkara mudah. namun Leipzig dapat bermain pragmatis dengan menampilan strategi permainan yang dominan. Kemenangan tersebut juga tidak lain merupakan berkat asuhan Diego Simeone. Hingga meraih kesempatan melaju ke semifinal menjadi harga yang pantas untuk mereka.

Keberadaan RB Leipzig termasuk fenomena Eropa yang patut untuk dikenang. Tim tersebut terbentuk pada tahun 2009. Kemampuan pemain serta kerjasama tim yang solid membuat kuda hitam tersebut tidak memerlukan waktu lama untuk bisa turut bermain pada laga tertinggi Liga Jerman.

Hanya lima tahun saja, RB Leipzig dapat mengudara dan membentangkan sayapnya. Kemudian pada 2017-2018, tim tersebut mendapatkan kesempatan pertama kali untuk ikut bermain pada Liga Champions. Kesempatan tersebut datang setelah mereka mampu tampil dengan konsisten di laga papan atas Bundesliga.

Sungguh tidak disangka-sangka jika selang dua tahun skuat tersebut mampu mengantongi tiket menuju babak semifinal untuk berhadapan dengan Paris Saint-Gemain. Prestasi ini memang sangat gemilang. Dibalik kesuksesan mereka rupanya dikalangan supporter terdapar para hater hingga membuat RB Leipzig dicap sebagai klub paling dibenci.

Kuasai Dunia Sepak Bola Dengan Kontroversi dan Prestasi

Lebih dari satu dekade waktu yang dibutuhkan untuk melacak perjalanan Red Bull. Kisah yang mereka torehkan memang penuh dengan kontroversi. Akan tetapi dibalik itu semua rupanya mereka juga mempunyai segudang prestasi yang memang patut untuk dibanggakan.

Keputusan membuat klub baru yaitu Leipzig menjadi tujuan mereka untuk bisa menjajaki kompetisi dengan kasta yang lebih tinggi seperti Bundesliga atau Liga Jerman. Hingga pada tahun 2009 RB Leipzig telah secara resmi diserahkan kepada Red Bull dan diputuskan menjadi klub miliki mereka.

Penyerahan tersebut terjadi setelah membelinya dari SSV Markranstadt. Hal inilah yang menjadi pemicu para hater membenci RB Leipzig. Sebab tim tersebut dianggap telah melanggar regulasi serta merusak tradisi turun temurun dunia sepak bola Jerman yang sangat anti terhadap sistem uang asing juga belanja pemain secara besar-besaran.

Akibatnya pada akhir 2016 lalu, terdapat catatan pahit dimana RB Leipzig sempat dilempari dengan kepala banteng. Pelemparan tersebut dilakukan oleh sesama klub yang berasal dari Jerman Timur yaitu Dynamo Dresden. Dibalik kebencian yang mereka dapatkan baik dari sporter maupun antar klub.

Rupanya RB Leipzig kini tengah berjuang keras untuk bisa membawa kehormatan pada Liga Champions. Tim tersebut berharap jika kali ini mereka bisa terus berlanjut hingga kebabak final dan memboyong trofi kemenangan. Agar bisa ditunjukan kepada para hater jika mereka mampu mengukir prestasi gemilang dan membanggakan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments