Monday, July 13, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaMengenal Semifinalis Piala Dunia 2026: Kiprah dan Jalan Menuju Empat Besar

Mengenal Semifinalis Piala Dunia 2026: Kiprah dan Jalan Menuju Empat Besar

Empat juara dunia, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina, memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 pada Minggu, 12 Juli 2026. Babak empat besar turnamen ini mempertemukan Prancis melawan Spanyol, serta Argentina menghadapi Inggris.

Keempat tim menembus semifinal dengan kekuatan berbeda. Prancis tampil seimbang, Spanyol kukuh dalam bertahan, Inggris menunjukkan ketangguhan, dan Argentina menonjol lewat daya juang.

- Advertisement -
asia9QQ

Prancis paling meyakinkan

Prancis datang ke semifinal dengan catatan sempurna. Tim asuhan Didier Deschamps memenangi enam pertandingan tanpa perlu perpanjangan waktu.

Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1 di Grup I. Mereka lalu menundukkan Swedia 3-0 pada 32 besar, Paraguay 1-0 pada 16 besar, dan Maroko 2-0 di perempat final.

Prancis merupakan juara Piala Dunia 1998 dan 2018. Mereka kini berpeluang mencapai final ketiga secara beruntun setelah juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.

Kylian Mbappe menjadi penampil terbaik Prancis dengan delapan gol dan tiga assist. Bersama Ousmane Dembele, ia membantu Prancis mencetak total 16 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Prancis juga selalu mencatat clean sheet dalam tiga laga fase gugur. Namun, kemenangan 1-0 atas Paraguay memperlihatkan mereka bisa kesulitan saat menghadapi lawan yang bertahan rapat.

Spanyol andalkan pertahanan

Spanyol kembali ke semifinal untuk pertama kali sejak menjuarai Piala Dunia 2010. La Roja sempat ditahan 0-0 oleh Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H.

Setelah itu, Spanyol bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi 4-0 dan Uruguay 1-0. Di fase gugur, mereka menyingkirkan Austria 3-0, Portugal 1-0, dan Belgia 2-1.

Pertahanan menjadi kekuatan utama tim asuhan Luis de la Fuente. Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.

Mikel Oyarzabal menjadi penampil terbaik dengan empat gol dan satu assist. Selain itu, Mikel Merino memberi dampak besar dari bangku cadangan lewat gol kemenangan saat melawan Portugal dan Belgia.

Meski begitu, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi catatan. Spanyol beberapa kali hanya menang tipis meski mampu mengendalikan pertandingan.

Inggris bertumpu pada Bellingham dan Kane

Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah 1966, 1990, dan 2018. Three Lions menjaga peluang mengakhiri penantian gelar sejak menjadi juara pada 1966.

Perjalanan Inggris dimulai dengan menang 4-2 atas Kroasia, imbang 0-0 melawan Ghana, dan menang 2-0 atas Panama di Grup L. Mereka lalu menaklukkan Republik Demokratik Kongo 2-1, Meksiko 3-2, dan Norwegia 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Jude Bellingham menjadi penampil terbaik Inggris dengan enam gol. Harry Kane juga mencetak enam gol, sehingga keduanya menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.

Tim asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mental kuat. Inggris mampu bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Norwegia.

Namun, konsistensi masih menjadi persoalan. Inggris sudah kebobolan enam gol dan beberapa kali memberi lawan kesempatan kembali ke pertandingan.

Argentina paling produktif

Argentina melangkah ke semifinal sebagai juara bertahan. Albiceleste tinggal dua kemenangan lagi untuk menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar sejak Brasil pada 1958 dan 1962.

Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1 di Grup J. Pada fase gugur, mereka menundukkan Tanjung Verde 3-2 setelah perpanjangan waktu, Mesir 3-2, dan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu.

Tim asuhan Lionel Scaloni menjadi yang paling produktif di antara semifinalis. Argentina telah mencetak 17 gol dalam enam pertandingan.

Lionel Messi menjadi penampil terbaik dengan delapan gol. Pada Piala Dunia keenamnya, pemain berusia 39 tahun itu juga bersaing dengan Mbappe di puncak daftar pencetak gol.

Meski selalu menang, lini belakang Argentina masih perlu dibenahi. Mereka kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur dan dua kali harus bermain hingga perpanjangan waktu.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments