Ibrahima Konate menegaskan Prancis akan berjuang habis-habisan demi meraih medali pada Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan Sabtu, 18 Juli 2026, jelang laga Prancis melawan Inggris di Stadion Miami, Amerika Serikat. Kedua tim akan bertemu pada laga perebutan tempat ketiga, besok Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB.
Bek timnas Prancis itu mengatakan timnya tetap memandang serius pertandingan tersebut. Menurut dia, Les Bleus memiliki tanggung jawab untuk menghormati laga, lawan, dan para pendukung yang akan hadir pada partai terakhir mereka di turnamen ini.
“Kami punya tanggung jawab untuk menghormati pertandingan ini, menghormati tim Inggris, dan juga seluruh pendukung Prancis yang akan mendukung kami pada laga terakhir ini. Kami akan memberikan segalanya untuk pulang dengan membawa medali, meskipun itu hanya medali perunggu,” kata Konate, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.
Konate mengaku kecewa karena Prancis gagal melaju ke final. Kegagalan itu membuat Prancis tak mampu tampil pada laga puncak Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sebelumnya, mereka menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Prancis harus memainkan laga perebutan tempat ketiga setelah kalah 0-2 dari Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente itu kemudian melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara di Afrika Selatan pada 2010.
Konate sendiri baru sekali tampil pada Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia menekankan duel melawan Inggris tetap memiliki arti penting. Ia juga menyinggung sejarah panjang yang melatarbelakangi pertemuan kedua negara tersebut.
“Ya, itu adalah pertandingan yang sebenarnya tidak ingin kami jalani. Namun, pertandingan itu Prancis melawan Inggris. Ada sejarah panjang di antara kedua negara ini,” kata bek milik Real Madrid itu.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga mengakui pertandingan ini bukan skenario yang diharapkan timnya. Namun, ia memastikan Prancis tetap akan tampil maksimal demi menutup turnamen dengan hasil terbaik.
“Ini bukan pertandingan persahabatan dan memang bukan laga yang kami harapkan untuk dimainkan, tetapi pertandingan ini tetap ada. Masih ada perebutan tempat ketiga yang harus diperjuangkan,” kata Deschamps, yang dilaporkan berpisah dengan Prancis setelah Piala Dunia 2026 tersebut.
Bagi Prancis, ini menjadi laga perebutan tempat ketiga keempat mereka di Piala Dunia. Sebelumnya, Les Bleus pernah menjalani partai serupa pada edisi 1958 di Swedia, 1982 di Spanyol, dan 1986 di Meksiko.
Dari tiga kesempatan itu, Prancis hanya sekali gagal merebut medali perunggu. Kegagalan tersebut terjadi pada 1982 setelah mereka kalah 2-3 dari Polandia.
Sumber: ANTARA News






