Sunday, January 29, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ChampionsInter Milan Tersingkir dari Kejuaraan Eropa Antar Klub Musim Ini

Inter Milan Tersingkir dari Kejuaraan Eropa Antar Klub Musim Ini

Inter Milan tersingkir dari kejuaraan Eropa antar klub musim ini. Hal tersebut dipastikan setelah laga yang berlangsung dini hari waktu setempat. Malam tadi dengan sangat mudah Real Madrid mengalahkan Monchengladbach yang juga melaju lolos dari Grup H.

Inter Milan Tersingkir dari Kejuaraan Eropa

Sebenarnya, dua laga akhir yang digelar Grup H berlangsung hampir bersamaan, dengan tempat berbeda. Real Madrid menjamu lawannya, Borusia Monchengladbach di Stadion Alfredo Di Stefano. Sementara itu, tim Nerrazurri melawan Shakhtar Donetsk di kandang sendiri, Stadion Giuseppa Meazza.

Monchengladbach, di luar dugaan memainkan bola hampir tanpa perlawanan ketika melawan Los Blancos. Ini dimungkinkan karena memang klub Spanyol levelnya berada di atas.

Dengan posisi demikian, di menit ke-9 aksi Karim Benzema yang baru pulih dari cedera langsung menghasilkan gol. Selanjutnya, dengan mudah pula di menit ke-31, Benzema kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Hasil pertandingan langsung menempatkan Real Madrid sebagai juara Grup H. Peringkat di bawahnya masih menunggu hasil pertandingan lain yang saat itu juga sedang berlangsung.

Para pemain Monchengladbach sangat berharap lolos dari penyisihan grup. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub. Itu sebabnya usai pertandingan mereka tidak langsung meninggalkan lapangan.

Hampir semua pemain berkumpul di pinggir dan menyaksikan laga klub yang satu grup dengannya di tempat lain.

Saat nonton bareng, kedudukan Inter 0-0. Tentu saja, Die Fohlen, julukan Monchengladbach, berharap skor tidak berubah sampai laga berakhir.

Benar saja, tanpa diduga klub Italia unggulan ini, Inter Milan tersingkir dari Kejuaraan Eropa dan tidak dapat mencatatkan skor sampai peluit panjang ditiup wasit.

Satu-satunya peluang yang seharusnya menghasilkan gol, dilewatkan oleh Romelu Lukaku.

Di menit ke-88, jelang akhir, pemain Inter Alexis Sanches melakukan tendangan sudut. Dia berdiri tanpa pengawalan pemain Shakhtar. Sepakannya tepat menuju gawang lawan yang dijaga oleh Anatoliy Trubin. Terlihat, sang kiper sudah salah langkah dan kemungkinan gol akan masuk.

Ternyata, tidak hanya kiper yang terkesima dengan datangnya bola. Romeru Lukaku yang berdiri tepat di depan gawang juga tidak sempat berbuat apa-apa. Padahal bola datang tepat menuju ke arahnya. Sebagai pemain penyerang, Lukaku seharusnya menghindari datangnya bola dan membiarkan masuk gawang.

Yang terjadi sebaliknya, Lukaku tidak menghindar. Bola jatuh di kepala dan disundul menjauh gawang. Gol yang seharusnya terjadi gagal tercipta. Momen ini ramai diperbincangkan Netizen di Twitter.

Inter Milan tersingkir dari Kejuaraan Eropa dengan kalah dari Shakhtar, sehingga menempatkannya sebagai juru kunci di grup. Akibatnya, klub untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, mereka tidak lagi berlaga di kejuaraan antar klub Eropa.

Shakhtar sendiri menempati posisi ketiga dan melenggang ke Liga Eropa.

Monchenglandbach? Skuat ini mengukir sejarah dengan menempati posisi runner up grup di bawah Real Madrid dengan selisih 2 poin. Mereka lolos ke-16 besar.

Laga Neymar yang Mengalihkan Publik dari Inter Milan Tersingkir dari Kejuaraan Eropa

Selain dua laga di atas, ada beberapa pertandingan lain yang diselenggarakan Liga Champions matchday 6 dini hari tadi. Salah satu yang paling menarik adalah laga Paris Saint German (PSG), klub asal Perancis melawan klub Turki, Istanbul Basekhir.

Dalam laga terakhir grup, bintang Neymar berhasil membuat hattrick alias menciptakan 3 gol dalam satu pertandingan. Gol tersebut tercipta di menit ke-21, 38, dan 50.

Hattrick yang tercipta menjadi ketiga kali yang diciptakan Neymar selama bertanding di Liga Champions.

Tiga gol pertama dalam satu pertandingan tercipta ketika pemain berpaspor Brasil ini membela Barcelona. Kala itu, pertandingan La Blaugrana menjamu Celtic di Camp Nou tahun 2013. Tuan rumah memenangkan pertandingan dengan skor telak 6-1.

Hattrick kedua diciptakan pemain berusia 28 tahun, saat membela PSG. Tiga gol diciptakan dari kakinya saat melawan Cruena Zvezda tahun 2018. PSG juga menang dengan skor 6-1.

Neymar berhasil mencatatkan skor sebagai pencetak lebih dari 20 gol pada Liga Champions saat membela dua tim yang berbeda, Barcelona dan PSG.

Yang pasti Inter Milan menjadi grup besar yang tidak lolos dari grup mengikuti Manchester United. Bahkan, kedudukannya lebih buruk. MU masih mempunyai kesempatan di musim 2020-2021 dengan berlaga di Liga Eropa. Inter Milan tersingkir dari Kejuaraan Eropa musim ini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments