Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ItaliaDua Hal yang Bisa Menumbangkan Atalanta di Scudetto, Apa Saja?

Dua Hal yang Bisa Menumbangkan Atalanta di Scudetto, Apa Saja?

Atalanta sudah punya ancang-ancang yang baik untuk meraih Scudetto. Namun, ada dua hal yang bisa menumbangkan Atalanta di Italia.
Atalanta meraih hasil sempurna di tiga laga awal musim ini, sehingga berhasil unggul di klasemen Liga Italia. Pasukan Gian Piero Gasperini ini unggul tipis dari AC Milan yang sama-sama meraih sembilan poin.

Atalanta diprediksi bisa meraih Scudetto di akhir musim. Musim lalu Atalanta juga bisa tampil bersinar dan dengan koleksi 78 poin dan menunduduki finis di posisi ketiga. Perolehan tersebut selisih lima angka dari Juventus sebagai juaranya.

Atalanta juga sudah meraih 98 gol musim lalu dan dinobatkan sebagai tim yang paling produktif. Tim asuhan Gasperini bahkan juga berhasil tampil di perempatfinal Liga Champions, namun kalah saat berduel dengan Paris Saint-Germain di masa injury time.

Mantan pelatih Timnas Italia dan AC Milan, Arrigo Sacchi, turut berkomentar mengenai peluang Atalanta di Liga Italia musim ini. Ia berpendapat bahwa Atalanta bisa memenangkan Scudetto jika mereka tidak arogan dan bisa melepas Liga Champions.

“Saya bilang ke Gian Piero Gasperini bahwa ada dua hal yang bisa membuat Atalanta tumbang: potensi arogansi dan komitmen Liga Champions yang akan membuatnya kehilangan poin,” kata Sacchi seperti dikutip dari Football Italia.

“Atalanta harus tetap semangat untuk bertarung di lapangan. Akan sangat membanggakan jika mereka berhasil meraih Scudetto di Bergamo,” tegasnya.

Mengenai peluang Scudetto, Gasperini sudah dimintai tanggapannya. Pelatih 62 tahun itu menyebutkan bahwa Juventus dan Inter Milan masih jadi kandidat kuat juaranya.

Selain Scudetto, Atalanta Harus Siap Lawan Liverpool di Liga Champions

Di fase grup Liga Champions, Atalanta akan berduel dengan Liverpool. Mengetahui permainan The Reds yang ciamik, Gasperini menyiapkan timnya untuk menghadapi laga sulit.

Grup D berisikan Atalanta, Ajax, Liverpool, dan Midtjylland di Liga Champions musim ini. Midtjylland akan berduel dengan Atalanta di matchday 1 pada 21 Oktober mendatang.

Sedangkan Atalanta akan bertarung melawan Liverpool di matchday 3 dan 4 secara berturut turut. Melihat lawannya yang kuat, Gasperini mengakui bahwa ini bukan pertandingan yang mudah untuk pasukannya.

“Liverpool memiliki pertahanan yang luar biasa. Mereka keluar sebagai pemenang Liga Champions dua tahun lalu dan Premier League pun mereka kuasai musim lalu,” ujar Gasperini seperti dilansir AS.

“Liverpool adalah salah satu tim terbaik di dunia dan kemungkinan besar kami akan mengalami kesulitan untuk meruntuhkan pertahanannya.”

“Saya selalu bilang pada tim saya bahwa pertandingan apapun harus dijadikan pengalaman berharga dan harus diraih sebanyak mungkin, meski ujungnya membutuhkan hasil baik juga.”

Musim lalu, Atalanta berhasil menempati perempatfinal di Liga Champions. Di fase grup, Atalanta berhasil lolos ke babak 16 besar mendampingi Manchester City. Dengan pengalaman tersebut, Atalanta berharap bisa lolos lagi di fase grup kali ini.

“Kami berharap bisa tampil maksimal seperti saat berduel dengan City. Target kami adalah bisa bermain lebih baik lagi, apalagi nanti akan berhadapan dengan tim-tim terbaik di dunia, salah satunya Liverpool,” ucap Gasperini.

“Target kami saat ini adalah lolos dari fase grup dan semoga saja musim ini bisa tercapai. Namun, untuk bisa menang bertanding dengan Ajax dan Denmark Midtjylland, kami harus bermain dengan maksimal juga,” katanya.

Juventus, Roma, dan Inter Tiru Atalanta?

Atalanta tampil gemilang musim ini. Menurut Gasperini, tim-tim papan atas Serie A lainnya mengikuti gaya permainannya. Inter Milan, Roma, Juventus dan Lazio bermain dengan posisi tiga bek yang persis dengan Atalanta.

Sebelumnya, formasi 3-4-1-2 Gasperini dinilai gagal total kala saat ia mengasuh Inter pada 2011 silam. Ia dipecat oleh Nerazzurri karena tidak menghasilkan kemenangan setelah melakoni lima laga, seperti Scudetto dan lainnya.

“Saya sudah akrab dengan Atalanta pada 2011, tapi tahun itu saya pergi ke Inter. Strategi tiga bek saat itu dinilai ketinggalan zaman, tapi sekarang Inter, Roma, Juventus dan Lazio malah menggunakan formasi tersebut,” tutur Gasperini dikutip dari Football Italia.

“Saya percaya taktik permainan ini bisa membangun serangan say abisa membuktikan kalau itu benar adanya.”

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments