Monday, April 22, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaCristiano Ronaldo Menggeser Posisi Dybala?

Cristiano Ronaldo Menggeser Posisi Dybala?

Paulo Dybala disebut-sebut menjadi pemain bintang di Juventus. Namun, perlahan posisinya mulai tergeser sejak kedatangan Cristiano Ronaldo.

Juventus mendatangkan Paulo Dybala pada tahun 2015. Pemain asal Argentina itu bisa bermain sangat apik di lapangan dan tidak ada yang bisa menandingi.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

Paulo Dybala sudah bermain sebanyak 234 kali bersama Juventus di semua kompetisi. Ia sudah mencatatkan 96 Gol dan 38 assist.

Pemain berusia 26 tahun ini juga membantu Juventus lima kali menjuarai Serie A, tiga kali Coppa Italia, dan dua kali Piala Super Italia.

Namun, Paulo Dybala nampaknya mulai redup setelah Ronaldo diboyong ke Juventus pada 2018. CR7 seolah menggantikan posisinya dalam mencetak gol dan melancarkan aksi serangan.

Statistik Cristiano Ronaldo pun tidak main-main. Di musim pertamanya, Ronaldo sudah mencatatkan 21 gol dari 31 total kompetisi. Ia pun menambahkan 31 gol dari 32 laga pada musim lalu.

Musim 2020/2021 ini, performa Ronaldo masih tetap ganas. Ia sudah mencetak enam gol dari empat laga yang diikuti.

Andrea Pirlo pun tiak menjadikan Paulo Dybala sebagai pilihan utamanya. Dybala hanya dimainkan sebanyak tiga kali di liga selama tujuh pekan ini dan dua diantaraya ia bermain sebagai pemain pengganti.

Dilansir dari Football Italia, mantan Presiden Palermo, Maurizio Zamparini berkomentar bahwa Dybala tidak berjaya lagi setelah Ronaldo bergabung dengan Si Nyonya Tua. Bisa dibilang kualitas Ronaldo memang lebih baik.

“Paulo Dybala sempat menjadi andalan di Juventus, tapi kini ia tidak sering dimainkan lagi sejak kehadiran Cristiano Ronaldo,” katanya.

“Menurut saya, Paulo Dybala bisa saja bersinar lagi tapi harus di klub lain,” lanjut Maurizio Zamparini.

Paulo Dybala pun disarankan untuk pindah ke klub lain oleh Maurizio Zamparini. Menurutnya, ia masih bisa bersinar jika tidak bermain untuk Juventus.

“Talentanya luar biasa. Mungkin ia bisa pindah ke Barcelona atau Real Madrid,” tutup Maurizio Zamparini.

Cristiano Ronaldo Dinilai Ganas

Luis Figo selalu kagum dengan performa Cristiano Ronaldo yang masih saja agresif mencetak gol di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ronaldo disebut-sebut sebagai predator gawang rivalnya.

Ronaldo baru saja melayangkan gol ke-102 bersama Timnas Portugal. Ia hanya membutuhkan delapan gol lagi untuk bisa menyaingin Ali Daei yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di level internasional.

Menariknya lagi, Ronaldo melayangkan satu gol tambahan untuk Portugal ke gawang Andorra, sata kondisinya tidak memungkinkan. Beberapa hari sebelumnya, CR7 mengalami cedera pergelangan kaki sata bermain untuk Juventus kontra Lazio.

Legenda sepakbola Portugal, Luis Figo, tidak heran melihat performa gemilang Ronaldo. Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu memang sudah terkenal sebagai ‘mesin pencetak gol’.

“Saya tidak aneh dengan performa Ronaldo saat ini. Ia bisa tampil profesional dan bahkan lebih baik lagi. Meskipun sempat mengalami cedera, ia masih bisa mencetak gol. Bahkan ia akan mencetak lebih banyak gol jika kondisinya sedang prima, ” kata Figo kepada Marca.

Ronaldo juga bisa bermain sangat apik dengan Si Nyonya Tua musim ini. Dia tidak pernah absen mencetak gol di Liga Italia, meskipun sempat diisolasi mandiri akibat terjangkit Covid-19.

“Saya pikir, Italia tidak terlalu mempermasalahkan usia pemain. Di Spanyol, jiak pemain sudah berusia 30 atau 31 dan performanya tidak terlalu mengesankan, mereka akan segera mendapak pemain tersebut dari klub. Lain halnya di Italia, mereka melihat kualitas bermain dibandingkan dengan tahun kelahiran,” Figo menegaskan.

Cristiano Ronaldo juga dinilai semakin kuat. Ia masih bisa menjaga fisik dan staminanya, plus oemulihan cederanya selalu cepat.

Rahasianya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, termasuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan diet ketat. Selain itu, pengalaman bermain juga turut mempengaruhi performa pemain berusia 35 tahun tersebut.

Sebelum usia 30 tahun, Cristiano Ronaldo lebih sering ditempatkan di sektor sayap. Namun, saat usianya lebih dari 30 tahun, ia menjadi begitu ganas dan menjadi andalan tim plus eksekusi penaltinya bisa dibilang sukses terus.

Ronaldo sudah mencatatkan 746 gol sepanjang kariernya di semua kompetisi. Ia butuh 60 gol tambahan agar bisa menggeser mesin pencetak gol lainnya, Josef Bican, dengan total 805 gol.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments