Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ChampionsBeberapa Fakta Liga Champions Musim 2019-2020

Beberapa Fakta Liga Champions Musim 2019-2020

Trofi Liga Champions 2019-2020 memang berhasil diraih oleh raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Mereka berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Paris Saint Germain di babak final. Namun ada beberapa fakta Liga Champions musim lalu yang terlalu menarik untuk kita ingat.

Pertandingan babak final Liga Champions antara Paris Saint Germain dan Bayern Munchen berlangsung sangat menegangkan dan seru sejak kick off dimulai. Aksi jual beli serangan tidak bisa terhindarkan. Karena kedua klub memang memiliki statistik yang tidak jauh berbeda. Pertandingan yang berjalan sangat ketat, babak pertama harus diakhiri dengan tidak ada gol sama sekali.

Namun pada babak kedua, Kingsley Coman berhasil memecah kebuntuan lini serang Bayern Munchen. Kingsley Coman akhirnya bisa membobol gawang Keylor Navas yang menjaga di bawah gawang Paris Saint Germain. Gol tersebut adalah gol semata wayang yang tercipta di pertandingan tersebut dan berhasil membawa Bayern Munchen menjadi juara Liga Champions musim 2019-2020.

Liga Champions musim 2019-2020 lalu memang tidak terlalu membawa euphoria yang besar bagi penikmat bola. Sebelumnya, kompetisi Eropa ini sempat ditunda dan dihentikan sementara karena terjadi pandemi atau wabah corona yang meluas. Kemudian muncullah kabar baik, yaitu dirilisnya keputusan bahwa pertandingan sudah bisa dilanjutkan. Namun sayangnya atmosfer kompetisi tidak begitu heboh, karena seluruh pertandingan akan dilanjutkan secara tertutup dan tidak ada penonton.

Salah satu fakta Liga Champions musim lalu adalah fase knockout hanya dilakukan satu kali. Tidak ada laga kandang dan tandang. Namun meskipun jumlah pertandingan menjadi lebih sedikit, total 119 laga yang digelar, namun jumlah gol yang tercipta di Liga Champions musim ini lebih banyak dari musim lalu. Liga Champions musim 2019-2020 menghasilkan total 386 gol tercipta dari 119 laga yang dimainkan.

Kemenangan Bayern Munchen di kompetisi Eropa ini juga menjadi salah satu fakta Liga Champions yang menarik. Karena trofi ini menjadi raihan gelar ke 6 Bayern Munchen di kompetisi Liga Champions. Akhirnya anak asuh Hansi Flick berhasil mengangkat trofi Liga Champions setelah selama 7 tahun gagal memenangkan Liga Champions.

Bayern Munchen secara total sudah meraih enam trofi Liga Champions, yaitu pada 1973-1974, 1974-1975, 1975-1976, 2000-2001, 2012-2013, dan 2019-2020. Memang gelar juara Liga Champions ini layak didapatkan Bayern Munchen. Karena di semua kompetisi dan sepanjang musim lalu, anak asuh Hansi Flick ini berhasil tampil dan bermain secara konsisten.

Gelar ini juga melengkapi raihan trofi Bayern Munchen musim lalu. Bayern Munchen berhasil meraih treble winner setelah menjuarai DFB Pokal, Bundesliga, dan Liga Champions.

Robert Lewandowski selain menjadi aktor dari keberhasilan Bayern Munchen meraih treble winner, ia juga menjadi sosok dibalik fakta Liga Champions yang menarik ini. Pemain asal Polandia tersebut tampil sangat buas di sepanjang musim 2019-2020.

Di sepanjang kompetisi Liga Champions, Robert Lewandowki sendiri tampil selama 887 menit atau sebanyak 10 pertandingan. Namun yang menarik adalah, ia berhasil mencetak 15 gol dari semua kesempatannya bermain. Prestasi ini juga yang membuatnya menjadi penerima penghargaan sepatu emas atas raihan golnya di Liga Champions musim 2019-2020.

Sepanjang ia bermain di kompetisi Liga Champions, ia sudah mencatatkan 68 gol di kompetisi tertinggi antar klub Eropa ini. Ia berhasil mencetak 17 gol ketika masih berseragam Borussia Dortmund dan berhasil menambahkan 51 gol dengan berseragam Bayern Munchen.

Kemudian ada hal unik lain yang terjadi di kompetisi Liga Champions ini, yaitu adalah pemain termuda. Rayan Cherki, gelandang milik Olympique Lyon ini menjadi pemain termuda yang bermain di kompetisi Liga Champions musim 2019-2020. Ia melakoni debutnya di Liga Champions pada usia 16 tahun 3 bulan 10 hari.

Debutnya dimulai pada laga melawan Zenit St. Petersburg pada 27 November 2019. Di pertandingan tersebut ia bermain selama 15 menit, setelah dimasukkan sebagai pemain pengganti Rudi Garcia pada menit ke 75.

Fakta Liga Champions yang satu ini adalah pemain tertua yang masih ikut bermain di kompetisi ini. Siapa lagi kalau buka Gianluigi Buffon. Kiper Juve itu melakoni pertandingan ketika melawan Bayer Leverkusen, ketika berusia 41 tahun 10 bulan 13 hari. Ia juga berhasil mengamankan gawang Juve dan membawa timnya menang 2-0 kala itu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments