Inggris akan menghadapi Norwegia pada Minggu (12/7) pukul 04.00 WIB dalam perempatfinal Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat. Jelang laga itu, perhatian utama tertuju kepada Erling Haaland, penyerang yang menjadi sumber ancaman terbesar Norwegia.
Thomas Tuchel disebut pasti memikirkan cara meredam Haaland saat Three Lions berjumpa tim asuhan Stale Solbakken. Sebab, efektivitas Norwegia selama turnamen ini sangat bergantung pada striker tersebut.
“Sepanjang semua itu tak mengurangi ancaman Haaland di depan gawang Inggris, Norwegia akan baik-baik saja.”
Norwegia memang tidak hanya mengandalkan satu pemain. Mereka masih memiliki Martin Odegaard, Sander Berge, Orjan Nyland, dan pemain lain yang berperan penting dalam permainan tim.
Namun, Haaland tetap menjadi faktor pembeda. Dari total 12 gol Norwegia di Piala Dunia 2026, 58 persen lahir dari kaki dan kepalanya. Ia juga menciptakan 33 persen dari total peluang gol timnya.
Catatan itu menunjukkan besarnya pengaruh Haaland dalam permainan Norwegia. Jika ruang geraknya terbuka, lawan bisa berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.
Sejak kalah 1-2 dari Austria dalam UEFA Nations League pada 4 September 2020, Norwegia tak pernah kalah ketika Haaland turun bermain. Sebaliknya, saat dia absen, Norwegia bisa goyah.
Contohnya terlihat ketika Norwegia digebuk Prancis 1-4 pada fase grup. Kekalahan itu memperlihatkan betapa pentingnya kehadiran Haaland di lini depan.
Haaland dikenal sebagai striker murni yang sangat klinis. Ia memadukan penyelesaian akhir tajam, kecepatan lari, dan pembacaan situasi yang sangat baik.
Dengan tinggi badan 1,95 meter dan berat 94 kg, Haaland sulit dikawal. Ia kuat dalam duel fisik, tetapi juga berbahaya saat berlari mengejar ruang.
Keunggulan lain Haaland adalah efisiensi geraknya. Ia tidak terlalu sering terlibat dalam membangun serangan, tetapi menunggu momen yang tepat untuk menyerang kotak penalti lawan.
Ia juga tidak banyak menyentuh bola. Justru dari sentuhan yang minim itu, Haaland kerap menghasilkan peluang besar dan gol yang menentukan hasil laga.
Selama Piala Dunia 2026, 17 dari total 18 peluang gol yang dia buat tercipta hanya dari satu sentuhan langsung. Angka itu menegaskan ketajamannya dalam memanfaatkan celah sekecil apa pun.
Produktivitas Haaland tetap tinggi meski tidak dominan menguasai bola. Ketika peluang datang, ia mampu menuntaskan dengan cepat sebelum lawan bereaksi.
Dua golnya ke gawang Brasil pada babak 16 besar menjadi contoh nyata. Terutama gol pertama, yang lahir saat ia lolos dari penjagaan bek Brasil tanpa membuang banyak energi.
Karena itu, rumus menghadapi Norwegia masih sama. Jika Haaland bisa dibatasi, peluang lawan untuk menang akan terbuka lebih besar. Inggris kini dituntut menemukan cara paling efektif untuk menjalankan misi tersebut.
Sumber: ANTARA






