Tim nasional Prancis akan menghadapi Swedia pada laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7) WIB. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan pendekatan bermain yang berbeda.
Prancis datang dengan modal meyakinkan setelah menyapu bersih fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps lolos sebagai juara Grup I usai menaklukkan Senegal, Irak, dan Norwegia. Les Bleus mencetak 10 gol dari tiga pertandingan.
Kekuatan utama Prancis terletak pada fisik, kecepatan transisi, dan kualitas individu yang merata. Mereka dinilai mampu menyerang sama baiknya dari sisi sayap maupun area tengah. Kedalaman skuad juga membuat Prancis memiliki banyak pilihan di setiap lini.
Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele menjadi dua nama paling menonjol di lini depan. Keduanya sama-sama sudah mengoleksi empat gol. Prancis juga masih ditopang Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola.
Mbappe dikenal lewat kecepatan dan ketajaman penyelesaian akhir. Dembele menawarkan kreativitas serta tembakan terukur. Sementara Olise punya kemampuan melewati lawan dan visi bermain yang akurat.
Di lini tengah, Prancis memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga. Keduanya dikenal kuat dalam duel fisik dan tetap fleksibel. Lini belakang mereka juga relatif solid dengan William Saliba, Ibrahima Konate, dan Dayot Upamecano.
Theo dan Lucas Hernandez kerap menjadi andalan di posisi bek sayap. Dengan komposisi itu, Prancis disebut sebagai salah satu tim paling komplet di Piala Dunia 2026. Tantangan bagi Didier Deschamps adalah menjaga fokus tim agar tidak meremehkan lawan.
Swedia lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Tim asuhan Graham Potter mengumpulkan empat poin di Grup F. Mereka mengalahkan Tunisia 5-1, kalah 1-5 dari Belanda, lalu bermain imbang 1-1 melawan Jepang.
Swedia mengandalkan disiplin taktik, kekuatan fisik, dan permainan kolektif yang rapi. Mereka tidak selalu dominan dalam penguasaan bola. Namun, tim ini kerap menyulitkan lawan lewat duel udara dan situasi bola mati.
Postur pemain yang cenderung tinggi membuat Swedia berbahaya saat menyerang maupun bertahan. Dalam transisi, mereka memilih serangan balik cepat. Setelah merebut bola, aliran serangan langsung diarahkan ke depan untuk memanfaatkan ruang kosong.
Graham Potter masih mencari formula terbaik untuk memaksimalkan Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Keduanya tampil berhasil saat melawan Tunisia. Namun, kombinasi itu belum memberi hasil serupa ketika menghadapi Belanda dan Jepang.
Selain dua penyerang tersebut, Swedia juga memiliki Yasine Ayari. Ia sempat mencuri perhatian lewat dua gol ke gawang Tunisia. Anthony Elanga juga patut diperhatikan karena mencetak gol dalam dua laga terakhir.
Tugas utama Swedia adalah meredam kualitas pemain depan Prancis. Di lini belakang, Victor Lindelof diharapkan memimpin rekan-rekannya menghadapi tekanan Les Bleus. Pengalaman sang kapten akan sangat dibutuhkan dalam duel ini.
Laga 32 besar ini menjadi pertemuan pertama Prancis dan Swedia di level Piala Dunia. Prancis diperkirakan akan lebih dominan. Namun, Swedia tetap berpeluang memberi kejutan jika mampu meredam ancaman lawan.
Perkiraan susunan pemain:
Prancis: Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Theo HernAdez; Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Michael Olise, Ousmane Dembele, Desire Doue; Kylian Mbappe
Swedia: Jacob Zetterstrom; Gustaf Lagerbielke, Victor Lindelof, Gabriel Gudmundsson; Oscar Bernhardsson, Lucas Bergvall, Yasin Ayari, Samuel Dahl; Anthony Elanga, Viktor Gyokeres, Alexander Isak
Sumber: ANTARA News






