Pelatih tim nasional Ceko Miroslav Koubek resmi mundur pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah Ceko tersingkir di babak grup Piala Dunia 2026. Kabar itu disampaikan di Jakarta, mengutip pernyataan resmi dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda.
Ceko gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan Grup A. Tim berjuluk Narodak itu mencatat satu hasil imbang dan dua kekalahan. Hasil tersebut membuat mereka finis di dasar klasemen, di bawah Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Meksiko.
“Pelatih menawarkan pengunduran dirinya kepada saya dalam pertemuan pribadi hari ini. Setelah melalui diskusi yang terbuka dan jujur, saya memutuskan untuk menerima keputusan tersebut,” kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa.
Miroslav Koubek baru ditunjuk sebagai pelatih kepala menjelang laga play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia mulai menempati jabatan itu pada 12 Desember 2025.
Pelatih berusia 74 tahun tersebut sempat membawa perubahan positif. Ia mengantar Republik Ceko lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 lewat dua kemenangan dramatis adu penalti atas Republik Irlandia dan Denmark.
Keberhasilan itu mengakhiri penantian 20 tahun Republik Ceko untuk kembali tampil di Piala Dunia. Sejak ditunjuk, Ceko bahkan sempat menyapu bersih empat pertandingan dengan kemenangan.
Dua kemenangan lainnya diraih dalam laga persahabatan. Ceko menang 2-1 atas Kosovo dan 3-1 atas Guatemala setelah melewati fase play-off.
Namun, laju positif itu tidak berlanjut di putaran final Piala Dunia 2026. Ceko gagal bersaing di Grup A dan harus angkat koper lebih cepat dari turnamen.
Selain Ceko, ada 15 tim lain yang juga tersingkir pada babak awal Piala Dunia 2026. Mereka adalah Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Panama, Qatar, Curacao, Irak, Uruguay, Arab Saudi, Selandia Baru, Skotlandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan Iran.
Sementara itu, Piala Dunia 2026 kini sudah memasuki babak 32 besar. Empat negara yang sudah gugur pada fase tersebut adalah Afrika Selatan, Jepang, Jerman, dan Belanda.
Sumber: ANTARA News






