Wednesday, June 17, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaPrancis vs Senegal: Memori 2002 Warnai Duel Bekas Penjajah dan Koloni

Prancis vs Senegal: Memori 2002 Warnai Duel Bekas Penjajah dan Koloni

Prancis akan menghadapi Senegal pada laga Grup I Piala Dunia 2026, Selasa, 16 Juni 2026, dalam duel yang kembali membangkitkan memori pertemuan kedua tim sejak 2002. Laga ini juga diselimuti hubungan sejarah panjang antara Prancis dan Senegal, yang pernah berada di bawah kekuasaan kolonial Prancis.

Prancis mulai hadir di Senegal pada 1659. Negeri Afrika Barat itu kemudian sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kolonial pada abad ke-19. Senegal baru memperoleh kemerdekaan pada 4 April 1960.

- Advertisement -
asia9QQ

Sebelum merdeka, wilayah Senegal merupakan bagian dari Imperium Prancis. Karena itu, dalam catatan sejarah FIFA, Senegal dianggap berada dalam entitas politik yang mewakili Prancis pada lima edisi pertama Piala Dunia, dari 1930 hingga 1954.

Senegal baru tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2002. Saat itu, Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah. Debut itu langsung mencuri perhatian karena Senegal menutup turnamen sebagai perempat finalis.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi keempat Senegal. Turnamen ini juga menjadi penampilan ketiga beruntun mereka setelah tampil pada 2018 dan 2022, ketika finis pada babak 16 besar.

Senegal datang dengan rekam jejak kuat di level Afrika. Mereka merupakan juara Afrika 2021, serta runner up Piala Afrika 2002, 2019, dan 2025.

Hubungan Senegal dengan Prancis tidak hanya terlihat dari sejarah kolonial. Keterkaitan itu juga tampak dalam komposisi skuad Lion Teranga.

Sepuluh dari 26 pemain Senegal lahir di Prancis. Seluruh tiga penjaga gawang Senegal juga lahir di negara itu, termasuk kiper utama Edouard Mendy.

Selain itu, semua pemain Senegal dalam skuad Piala Dunia 2026 bermain di klub luar negeri. Sebagian besar berkarier di Eropa. Liga Inggris dan Liga Prancis menjadi penyumbang terbesar bagi skuad Senegal.

Di sisi lain, Prancis juga memiliki keterkaitan kuat dengan Afrika. Sebanyak 10 dari 26 pemain Les Blues memiliki darah Afrika.

Nama-nama seperti N’Golo Kante, Aurelien Tchouameni, Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, Rayan Cherki, dan Michael Olise termasuk di dalamnya. Salah satu dari tiga penjaga gawang Prancis, Brice Bamba, juga lahir di Kongo.

Akar Prancis juga menjalar ke banyak tim lain di Piala Dunia 2026. Total 75 pemain kelahiran Prancis tampil dalam turnamen ini.

Proporsi terbesar dari pemain kelahiran Prancis itu membela Senegal, Aljazair, Haiti, dan Kongo. Keempat negara tersebut sama-sama pernah menjadi jajahan Prancis.

Meski begitu, Prancis tetap menjadi negara yang paling mapan di panggung Piala Dunia. Les Bleus sudah dua kali menjadi juara, yakni pada 1998 dan 2018.

Mereka juga pernah menjadi runner up pada 2006 dan 2022. Catatan itu membuat Prancis tetap datang sebagai salah satu kekuatan utama, meski laga melawan Senegal membawa beban sejarah dan memori tersendiri.

“Jika nanti Les Bleus berhasil membalas kekalahan dari Senegal pada 2002, maka kredit terbesar harus diberikan kepada Deschamps.”

Pertemuan Prancis dan Senegal kali ini bukan sekadar laga pembuka fase grup. Duel ini juga mempertemukan dua tim yang terhubung oleh sejarah, budaya, dan jejak pemain yang saling bersinggungan.

Sumber: ANTARA News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments