Manchester United mulai memasuki era baru bersama Michael Carrick setelah performa tim meningkat drastis pada paruh kedua musim 2025/2026. Kebangkitan Setan Merah membuat manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada mantan gelandang Inggris tersebut untuk memimpin proyek jangka panjang di Old Trafford. Namun, sebelum membangun skuad yang lebih kompetitif, Manchester United diperkirakan harus melepas beberapa pemain yang tidak lagi masuk rencana utama.
Bursa transfer musim panas 2026 menjadi momen penting bagi Carrick untuk membentuk tim sesuai kebutuhannya. Oleh karena itu, sejumlah pemain yang kesulitan tampil konsisten atau sering mengalami masalah kebugaran berpotensi meninggalkan klub dalam waktu dekat.
Michael Carrick Mulai Susun Fondasi Baru Manchester United
Michael Carrick datang dalam situasi yang tidak ideal setelah kepergian Ruben Amorim pada Januari 2026. Meski begitu, ia berhasil mengubah arah perjalanan Manchester United dalam waktu singkat.
Setan Merah mampu mengakhiri musim di posisi ketiga Premier League. Pencapaian tersebut sangat kontras dibanding musim sebelumnya ketika mereka finis di papan bawah.
Selain itu, Carrick membawa stabilitas yang sempat hilang dari ruang ganti. Tim tampil lebih terorganisasi dan mampu meraih hasil positif secara konsisten.
Keberhasilan tersebut membuat manajemen memberikan kontrak permanen kepada Carrick. Kini, fokus berikutnya adalah membangun skuad yang lebih sesuai dengan filosofi permainannya.
Yang terpenting, Manchester United harus memastikan setiap pemain mampu memberikan kontribusi maksimal. Karena itu, beberapa nama mulai dikaitkan dengan pintu keluar Old Trafford.
Matthijs de Ligt Terhambat Masalah Kebugaran
Nama pertama yang berpotensi hengkang adalah Matthijs de Ligt. Bek asal Belanda itu terus bergulat dengan masalah kebugaran sepanjang musim.
Cedera punggung yang dialaminya membuat De Ligt absen dalam waktu panjang. Situasi tersebut menghambat kontribusinya ketika tim membutuhkan stabilitas di lini belakang.
Sepanjang musim, ia hanya tampil dalam 13 pertandingan liga. Jumlah tersebut tentu jauh dari harapan untuk pemain yang diproyeksikan menjadi pilar pertahanan.
Selain itu, Manchester United kini memiliki sejumlah bek muda yang siap berkembang. Leny Yoro menjadi salah satu pemain yang dinilai memiliki masa depan cerah.
Jika De Ligt dilepas, peluang bermain Yoro akan semakin terbuka. Oleh karena itu, penjualan sang bek bisa menjadi langkah strategis untuk masa depan klub.
Altay Bayindir Kehilangan Tempat di Bawah Mistar
Altay Bayindir juga masuk dalam daftar pemain yang terancam dijual. Kiper asal Turki itu gagal memanfaatkan kesempatan saat mendapat kepercayaan tampil sebagai starter.
Ketika Andre Onana kehilangan tempat, Bayindir sebenarnya memiliki peluang besar untuk membuktikan kualitasnya. Namun, performanya tidak mampu meyakinkan tim pelatih.
Dalam enam penampilan liga, ia kebobolan 11 gol. Catatan tersebut membuat persaingan di posisi penjaga gawang berubah arah.
Senne Lammens kemudian muncul sebagai pilihan utama. Penampilannya yang stabil membuat posisinya sulit digeser hingga akhir musim.
Karena itu, masa depan Bayindir semakin tidak menentu. Jika ada tawaran yang sesuai, Manchester United kemungkinan tidak akan menghalangi kepergiannya.
Joshua Zirkzee Belum Menjawab Ekspektasi
Joshua Zirkzee menjadi pemain berikutnya yang masa depannya dipertanyakan. Penyerang asal Belanda tersebut belum mampu menunjukkan ketajaman yang diharapkan sejak bergabung dari Bologna.
Meski memiliki kemampuan menghubungkan permainan, kontribusi golnya masih minim. Kondisi itu membuatnya kesulitan mengamankan tempat reguler di tim utama.
Sepanjang musim lalu, Zirkzee hanya lima kali menjadi starter di Premier League. Total menit bermainnya juga relatif terbatas dibanding penyerang lain.
Selain itu, Carrick membutuhkan striker yang mampu memberikan dampak langsung di kotak penalti lawan. Kebutuhan tersebut membuat posisi Zirkzee semakin rentan.
Kembali ke Serie A menjadi opsi yang cukup realistis. Liga Italia dianggap lebih cocok dengan karakter permainan yang dimilikinya.
Manuel Ugarte Belum Menemukan Performa Terbaik
Manuel Ugarte melengkapi daftar pemain yang berpotensi dilepas. Gelandang asal Uruguay itu belum mampu memenuhi ekspektasi sejak didatangkan dari Paris Saint-Germain.
Performa Ugarte sering dianggap tidak konsisten. Ia juga kesulitan mengontrol permainan dan beberapa kali kehilangan bola dalam situasi penting.
Musim lalu, Ugarte hanya tampil 24 kali di liga dengan 10 kesempatan sebagai starter. Catatan tersebut menunjukkan perannya terus berkurang.
Sementara itu, Manchester United membutuhkan gelandang bertahan yang mampu mendukung kreativitas Bruno Fernandes. Carrick tentu menginginkan keseimbangan yang lebih baik di lini tengah.
Selain faktor performa, minat dari klub lain juga mulai muncul. Everton dan Crystal Palace disebut tertarik merekrut pemain berusia 25 tahun tersebut.
Oleh karena itu, penjualan Ugarte bisa memberikan ruang bagi Manchester United untuk mendatangkan gelandang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim dalam proyek jangka panjang Michael Carrick.






