Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay pada pertandingan pertama Grup D Piala Dunia 2026, Sabtu pagi, di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Amerika Serikat. Hasil itu menorehkan catatan baru bagi tim asuhan Mauricio Pochettino. Untuk pertama kalinya, The Stars and Stripes mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Kemenangan besar itu mendongkrak moral Tim Ream cs untuk menatap dua laga berikutnya. Amerika Serikat selanjutnya akan menghadapi Australia pekan depan dan Turki dua pekan berikutnya. Hasil atas Paraguay juga memunculkan harapan mereka bisa melampaui pencapaian Piala Dunia 2002 yang berakhir pada babak perempat final.
Secara performa, Amerika Serikat dinilai lebih kuat, lebih maju, dan lebih produktif dibandingkan saat menjadi tuan rumah pada 1994. Status tuan rumah juga selama ini cukup menguntungkan bagi mereka. Edisi 1994 menjadi salah satu bukti keberhasilan itu.
Bagi negara yang lebih menyukai bola basket dan American Football ketimbang sepak bola, pencapaian tersebut disebut mengesankan. Namun, laga perdana tuan rumah kali ini juga memunculkan ironi. Presiden Donald Trump tidak hadir langsung di stadion saat tim nasional negaranya memainkan pertandingan pertama.
Trump beralasan tidak bisa datang karena jadwal yang padat. Padahal, dalam banyak pertandingan pertama Piala Dunia yang melibatkan negara tuan rumah, pemimpin negara biasanya hadir di stadion. Ketidakhadiran itu menjadi sorotan karena laga digelar di wilayah yang dikenal sebagai basis Partai Demokrat.
Los Angeles dan negara bagian California merupakan kantong dukungan utama Partai Demokrat. Kondisi itu membuat absennya Trump mendapat perhatian lebih besar. Dua hari sebelumnya, ia juga dicemooh penonton bola basket dalam gim keempat Final NBA antara tuan rumah New York Knicks dan San Antonio Spurs di Madison Square Garden, New York.
New York juga disebut sebagai basis pendukung Partai Demokrat. Kota itu bahkan menjadi pusat gerakan massa anti-Trump. Isu yang diangkat beragam, mulai dari Palestina, imigrasi, hingga kasus arsip Jeffrey Epstein.
“Bayangan rusaknya impian menggelar Piala Dunia yang inklusif dan sepak bola yang menyatukan dunia pun semakin jelas”
Kutipan itu menggambarkan nada besar dalam sorotan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Di satu sisi, turnamen ini menghadirkan semangat inklusivitas dan persatuan lewat sepak bola. Di sisi lain, situasi politik domestik Amerika Serikat ikut membayangi panggung turnamen terbesar di dunia tersebut.
Kemenangan 4-1 atas Paraguay tetap menjadi modal penting bagi Amerika Serikat di Grup D. Tim asuhan Mauricio Pochettino membuka turnamen dengan hasil meyakinkan. Namun, di luar lapangan, atmosfer politik tuan rumah ikut menjadi bagian dari cerita awal Piala Dunia 2026.
Sumber: ANTARA






