Arema FC resmi melepas penyerang Dedik Setiawan pada Kamis, 11 Juni 2026, di Kota Malang, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah masa kerja sama kontrak antara klub dan pemain tersebut berakhir.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyampaikan terima kasih atas kontribusi Dedik selama membela klub berjuluk Singo Edan. Dedik disebut menjadi sosok yang tumbuh bersama Arema FC dalam kurun hampir sepuluh tahun.
“Dedik Setiawan adalah sosok yang tumbuh bersama Arema FC, hampir sepuluh tahun ia memberikan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk klub ini. Atas nama manajemen kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengorbanan dan kontribusinya untuk Arema FC,” kata Inal sapaan akrab Yusrinal.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt yang dihimpun, penyerang berusia 31 tahun itu telah menjadi bagian Arema sejak musim 2016/2017. Selama berseragam Arema FC, eks pemain Tim Nasional Indonesia itu mencatatkan 206 penampilan.
Dari jumlah tersebut, Dedik menyumbang 51 gol dan 201 umpan berbuah gol atau assist. Pada musim ini, kontribusinya menurun karena hanya tampil 11 kali dan belum mencetak gol maupun assist.
Pemain asal Malang itu juga masuk dalam skuad Arema FC yang meraih empat trofi Piala Presiden dan satu Piala Indonesia. Catatan tersebut menegaskan peran panjang Dedik dalam perjalanan klub selama beberapa musim terakhir.
Yusrinal juga menyinggung kebersamaan Dedik dengan Arema FC pada masa sulit setelah peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Menurut dia, Dedik bukan hanya pemain, tetapi juga bagian dari sejarah klub.
“Kami memahami bahwa dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Dedik akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC dan pintu silaturahmi akan selalu terbuka untuknya,” kata dia.
Selain Dedik, Arema FC juga berpisah dengan penyerang asal Brasil, Dalberto, setelah kontraknya berakhir. Meski hanya dua musim membela Arema FC, Dalberto Luan Belo mencetak 36 gol dari 68 penampilan di berbagai ajang resmi.
Pemain 31 tahun itu menjadi sosok penting saat Singo Edan merebut gelar keempat Piala Presiden. Ia mencetak dua gol ke gawang Borneo FC pada partai final.
Arema FC juga tidak melanjutkan kerja sama dengan tiga pemain muda, yakni Achmad Figo, Shulton Fajar, dan Bayu Aji. Kepergian lima pemain ini menyusul sejumlah nama yang lebih dulu meninggalkan Malang.
Beberapa pemain yang telah hengkang sebelumnya adalah Anwar Rifai, Andrian Casvari, Iksan Lestaluhu, Valdeci Moreira, dan Lucas Frigeri. Pergerakan ini menandai perubahan komposisi skuad Arema FC setelah musim berakhir.
Sumber: ANTARA






