Monday, June 1, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaMengenal Myanmar U-19, 4 Fakta Penting Lawan Perdana Indonesia di Piala AFF...

Mengenal Myanmar U-19, 4 Fakta Penting Lawan Perdana Indonesia di Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 akan memulai perjuangan mereka di Piala AFF U-19 2026 dengan menghadapi Myanmar U-19 pada laga pertama Grup A. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Senin (1/6/2026), menjadi langkah awal Garuda Muda dalam upaya mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.

Meski Indonesia berstatus juara bertahan dan bermain di kandang sendiri, Myanmar U-19 tetap tidak boleh dianggap remeh. Tim berjuluk Chinthe itu memiliki sejarah yang cukup menarik di level usia muda, termasuk beberapa catatan yang menunjukkan mereka mampu merepotkan Garuda Muda. Berikut empat fakta penting mengenai Myanmar U-19 yang perlu diketahui jelang laga pembuka Piala AFF U-19 2026.

- Advertisement -
asia9QQ

Myanmar Punya Sejarah Cukup Baik di Piala AFF U-19

Jika melihat prestasi dalam beberapa tahun terakhir, Myanmar memang tidak sepopuler Indonesia atau Vietnam di level usia muda. Namun, tim ini memiliki rekam jejak yang layak mendapat perhatian.

Sepanjang keikutsertaannya di Piala AFF U-19, Myanmar pernah meraih gelar juara pada edisi 2005. Prestasi tersebut masih menjadi pencapaian terbaik mereka di turnamen regional ini.

Selain menjadi juara, Myanmar juga pernah menembus partai final pada edisi 2002. Saat itu mereka harus puas mengakhiri kompetisi sebagai runner-up.

Catatan positif tidak berhenti di sana. Dalam lima edisi terakhir, Myanmar juga sempat kembali tampil di final pada tahun 2018.

Sayangnya, mereka gagal membawa pulang trofi setelah kalah dari Malaysia U-19 pada pertandingan puncak. Meski demikian, pencapaian tersebut membuktikan bahwa Myanmar mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tenggara.

Selain tampil di final, Myanmar juga berhasil mencapai semifinal pada edisi 2017 dan 2019. Walaupun akhirnya hanya finis di posisi keempat, konsistensi tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang mudah dikalahkan.

Oleh karena itu, Indonesia harus tetap waspada meski memiliki status favorit pada pertandingan nanti.

Pernah Menjadi Kekuatan Besar di Asia

Salah satu fakta menarik tentang Myanmar U-19 adalah sejarah panjang mereka di level Asia. Dalam era sebelumnya, negara ini pernah menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola usia muda di benua tersebut.

Ketika masih menggunakan nama Burma, mereka mampu mendominasi Piala Asia U-19. Myanmar bahkan pernah meraih tujuh gelar juara dalam kompetisi tersebut.

Gelar-gelar itu diraih pada edisi 1961, 1963, 1964, 1966, 1968, 1969, dan 1970. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Myanmar pernah berada di puncak sepak bola usia muda Asia.

Sebagian gelar memang diraih dengan status juara bersama. Namun pencapaian itu tetap menunjukkan kualitas mereka pada periode tersebut.

Akan tetapi, kejayaan tersebut perlahan memudar dalam beberapa dekade terakhir. Myanmar mulai kesulitan bersaing dengan negara-negara lain yang berkembang pesat.

Mereka bahkan sempat absen cukup lama dari berbagai ajang penting Asia. Selain itu, perjalanan di babak kualifikasi juga sering berakhir dengan kegagalan.

Meski demikian, Myanmar pernah mencuri perhatian saat berhasil mencapai semifinal Piala Asia U-19 tahun 2014. Pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik mereka dalam era modern.

Sejarah panjang itu menjadi pengingat bahwa Myanmar memiliki tradisi sepak bola yang cukup kuat. Karena itu, Indonesia tidak boleh menganggap lawan ini hanya berdasarkan performa terkini.

Hasil Kurang Memuaskan pada Edisi Terakhir

Jika melihat performa terbaru, Myanmar memang datang ke Piala AFF U-19 2026 dengan catatan yang kurang mengesankan. Penampilan mereka pada edisi sebelumnya jauh dari kata ideal.

Pada Piala AFF U-19 2024, Myanmar gagal lolos dari fase grup. Saat itu mereka tergabung bersama Vietnam, Australia, dan Laos di Grup B.

Dalam tiga pertandingan, Myanmar hanya mampu meraih dua hasil imbang. Mereka bermain 1-1 melawan Vietnam dan mengulang skor yang sama saat menghadapi Laos.

Sementara itu, pertandingan terakhir berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 dari Australia. Hasil tersebut membuat mereka finis di posisi ketiga klasemen grup.

Catatan tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Myanmar. Mereka berusaha memperbaiki performa agar mampu tampil lebih kompetitif pada edisi kali ini.

Sebelumnya, Myanmar juga gagal lolos dari fase grup pada Piala AFF U-19 2022. Saat itu mereka menempati posisi keempat Grup A.

Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa Myanmar sedang berusaha bangkit dari periode yang kurang stabil. Oleh karena itu, laga melawan Indonesia menjadi kesempatan penting untuk membuktikan perkembangan mereka.

Rekor Pertemuan yang Patut Diwaspadai

Fakta lain yang membuat Myanmar layak diperhatikan adalah catatan pertemuan melawan Indonesia U-19. Statistik menunjukkan bahwa Myanmar cukup sering menyulitkan Garuda Muda.

Sepanjang sejarah Piala AFF U-19, kedua tim telah bertemu delapan kali. Dari jumlah tersebut, Indonesia hanya meraih dua kemenangan.

Sebaliknya, Myanmar berhasil mencatat lima kemenangan. Satu pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Dari sisi produktivitas gol, Myanmar juga sedikit lebih unggul. Mereka mencetak 16 gol ke gawang Indonesia, sedangkan Garuda Muda menghasilkan 13 gol.

Meski demikian, tren pertemuan terbaru memberikan harapan bagi Indonesia. Dalam tiga laga terakhir, Garuda Muda belum pernah kalah dari Myanmar.

Indonesia berhasil meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang pada periode tersebut. Catatan itu menjadi modal positif menjelang duel pembuka di Deli Serdang.

Dengan dukungan suporter tuan rumah serta status juara bertahan, Indonesia memang lebih diunggulkan. Namun sejarah pertemuan membuktikan bahwa Myanmar selalu mampu memberikan perlawanan sengit. Karena itu, Garuda Muda harus tampil fokus sejak menit pertama jika ingin membuka Piala AFF U-19 2026 dengan kemenangan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments