Krisis Tottenham Hotspur di Premier League semakin dalam setelah kekalahan dari Crystal Palace. Hasil tersebut membuat tekanan terhadap pelatih Igor Tudor meningkat tajam. Spurs kini berada dalam situasi berbahaya karena posisi mereka hanya sedikit di atas zona degradasi.
Kekalahan terbaru memperpanjang catatan buruk Tottenham musim ini. Klub London Utara itu telah menelan lima kekalahan beruntun di liga. Selain itu, mereka juga tidak meraih kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir.
Situasi tersebut menjadi salah satu periode terburuk dalam sejarah klub sejak 1975. Oleh karena itu, masa depan Igor Tudor kini menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat dan suporter.
Jika Tottenham memutuskan melakukan perubahan di kursi pelatih, beberapa nama mulai disebut sebagai kandidat pengganti.
Kekalahan dari Crystal Palace Memperburuk Situasi Tottenham
Tottenham sebenarnya memulai pertandingan melawan Crystal Palace dengan cukup baik. Dominic Solanke membawa timnya unggul lebih dulu pada menit ke-34.
Namun momentum pertandingan berubah sebelum babak pertama berakhir. Bek Micky van de Ven menerima kartu merah setelah melanggar Ismaila Sarr di area berbahaya.
Situasi tersebut langsung dimanfaatkan Palace. Sarr mencetak gol melalui titik penalti yang membuat skor kembali imbang.
Tidak lama kemudian, Jorgen Strand Larsen membawa Palace berbalik unggul. Sarr kemudian mencetak gol kedua sebelum jeda babak pertama.
Keadaan itu membuat Tottenham tertinggal 3-1 sebelum turun minum. Hasil tersebut akhirnya bertahan hingga akhir pertandingan.
Kekalahan tersebut memperlihatkan rapuhnya konsistensi permainan Spurs. Oleh karena itu, manajemen klub mulai mempertimbangkan kemungkinan perubahan pelatih.
Ange Postecoglou Jadi Opsi Mengejutkan
Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat pelatih Tottenham adalah Ange Postecoglou. Pelatih tersebut saat ini tidak memiliki klub setelah berpisah dengan Nottingham Forest.
Postecoglou sebenarnya pernah menangani Tottenham sebelumnya. Ia meninggalkan klub secara kontroversial hanya beberapa pekan setelah membawa Spurs menjuarai Liga Europa.
Gaya permainan menyerang yang ia terapkan sempat membuat Tottenham tampil menarik. Pendekatan tersebut juga membantu tim meraih beberapa kemenangan penting.
Namun ada beberapa faktor yang bisa menjadi hambatan. Belum tentu Postecoglou bersedia kembali ke klub yang pernah memecatnya.
Selain itu, gaya bermain agresif miliknya juga memiliki risiko besar. Dalam kondisi tim yang tidak stabil, pendekatan tersebut bisa menjadi perjudian.
Ryan Mason Menjadi Kandidat Paling Realistis
Ryan Mason dianggap sebagai kandidat paling realistis untuk menggantikan Igor Tudor. Mantan gelandang Tottenham tersebut sudah sangat memahami kultur klub.
Mason sebelumnya pernah dua kali menjabat sebagai pelatih sementara Spurs. Pada periode tersebut, ia berhasil membawa tim meraih beberapa kemenangan penting.
Pengalaman tersebut membuatnya cukup dipercaya oleh manajemen klub. Selain itu, Mason juga dikenal dekat dengan beberapa pemain di skuad saat ini.
Setelah pensiun sebagai pemain, Mason mencoba karier manajerial di West Bromwich Albion. Namun masa kerjanya di klub tersebut hanya berlangsung tujuh bulan.
Meski begitu, pengalamannya bersama Tottenham bisa menjadi keuntungan besar. Ia memahami tekanan yang datang saat tim berada dalam situasi sulit.
Sean Dyche Bisa Menjadi Solusi Jangka Pendek
Nama lain yang masuk dalam daftar kandidat adalah Sean Dyche. Pelatih tersebut baru saja meninggalkan Nottingham Forest setelah mencatat rasio kemenangan sekitar 40 persen.
Dyche dikenal dengan pendekatan permainan yang pragmatis. Ia sering menekankan organisasi pertahanan yang disiplin dan efisiensi serangan.
Gaya tersebut mungkin tidak terlalu menarik bagi sebagian suporter. Namun pendekatan pragmatis bisa membantu Tottenham keluar dari tekanan.
Dalam situasi darurat, klub sering membutuhkan pelatih yang fokus pada hasil. Karena itu, Dyche dianggap mampu memberi stabilitas dalam waktu singkat.
Tottenham juga masih harus menghadapi Nottingham Forest dalam laga penting. Pertandingan tersebut bisa memengaruhi posisi mereka di klasemen.
Marco Rose Tawarkan Pendekatan Taktik Modern
Marco Rose juga termasuk kandidat yang berpotensi menangani Tottenham. Pelatih asal Jerman tersebut saat ini tersedia setelah meninggalkan RB Leipzig.
Rose memiliki rekam jejak cukup kuat di sepak bola Eropa. Ia pernah meraih kesuksesan bersama Red Bull Salzburg dan Borussia Monchengladbach.
Selain itu, Rose juga membawa RB Leipzig memenangkan DFB Pokal. Prestasi tersebut menunjukkan kemampuannya membangun tim yang kompetitif.
Pendekatan taktik Rose dikenal mengandalkan pressing tinggi dan permainan cepat. Gaya tersebut dapat memberikan identitas baru bagi Tottenham.
Namun penerapan strategi tersebut membutuhkan waktu. Oleh karena itu, belum tentu metode Rose bisa langsung memberi hasil instan.
Tottenham kini menghadapi keputusan penting terkait masa depan klub. Jika Igor Tudor tidak mampu membalikkan situasi, perubahan di kursi pelatih bisa menjadi langkah berikutnya.






