Liverpool resmi memasuki era baru setelah menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer pengganti Arne Slot. Empat tantangan utama Andoni Iraola di Liverpool langsung menjadi sorotan karena pelatih asal Spanyol itu datang dengan ekspektasi besar untuk membawa The Reds kembali bersaing di level tertinggi.
Keputusan manajemen menunjuk Iraola tidak lepas dari keberhasilannya bersama Bournemouth. Pelatih berusia 43 tahun tersebut mampu mengembangkan tim secara konsisten hingga mengantarkan klub meraih tiket ke kompetisi Eropa.
Namun, tantangan di Anfield tentu jauh berbeda. Liverpool baru saja menutup musim yang mengecewakan dan harus segera bangkit untuk kembali masuk dalam persaingan gelar.
Selain itu, perubahan di kursi pelatih juga menuntut penyesuaian pada banyak aspek. Mulai dari gaya bermain hingga komposisi skuad menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Mengembalikan Identitas Pressing Khas Liverpool
Salah satu alasan utama Liverpool memilih Iraola adalah filosofi permainannya. Selama menangani Bournemouth, ia dikenal menerapkan tekanan tinggi dan permainan dengan intensitas besar.
Pendekatan tersebut mengingatkan banyak pihak pada era Jurgen Klopp. Dalam beberapa musim terakhir, Liverpool dinilai kehilangan identitas yang membuat mereka begitu disegani.
Musim lalu, The Reds beberapa kali kalah dalam duel fisik dan intensitas permainan. Akibatnya, mereka kesulitan mengontrol pertandingan saat menghadapi lawan yang bermain agresif.
Karena itu, Iraola dituntut menghidupkan kembali karakter yang selama ini melekat pada Liverpool. Yang terpenting, ia harus membuat tim kembali tampil energik dan agresif saat kehilangan bola.
Tugas tersebut tidak selalu mudah. Beberapa pemain mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan fisik yang lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.
Meski demikian, sejumlah pemain yang pernah merasakan era Klopp diperkirakan lebih cepat memahami pendekatan baru tersebut. Faktor itu bisa membantu proses transisi berjalan lebih lancar.
Membenahi Pertahanan yang Kurang Stabil
Selain identitas permainan, sektor pertahanan menjadi perhatian utama. Liverpool mengalami banyak masalah di lini belakang sepanjang musim lalu.
Situasi semakin sulit setelah kepergian Ibrahima Konate. Kehilangan salah satu bek utama membuat kedalaman skuad di area pertahanan berkurang secara signifikan.
Di sisi lain, sistem permainan Iraola juga menuntut garis pertahanan bermain cukup tinggi. Strategi tersebut membutuhkan koordinasi yang baik agar tidak mudah dieksploitasi lawan.
Saat masih melatih Bournemouth, Iraola mampu membangun organisasi pertahanan yang efektif ketika memiliki pemain yang sesuai. Oleh karena itu, Liverpool harus menemukan kombinasi terbaik untuk mendukung sistem tersebut.
Virgil van Dijk diperkirakan tetap menjadi sosok sentral di lini belakang. Namun ia membutuhkan partner yang mampu menjaga keseimbangan ketika tim bermain lebih agresif.
Jika keseimbangan itu tidak tercapai, Liverpool berisiko kembali kehilangan banyak poin. Karena itu, perbaikan pertahanan menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
Mengoptimalkan Rekrutan Mahal Liverpool
Tantangan berikutnya berkaitan dengan performa sejumlah pemain yang didatangkan dengan biaya besar. Beberapa rekrutan belum mampu menunjukkan kontribusi maksimal pada musim lalu.
Nama seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Jeremie Frimpong, dan Milos Kerkez belum tampil konsisten. Padahal manajemen berharap mereka menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub.
Iraola kini memiliki tugas untuk mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain tersebut. Sistem 4-2-3-1 yang sering digunakannya diyakini cocok bagi beberapa nama dalam skuad.
Florian Wirtz menjadi salah satu pemain yang berpotensi mendapat keuntungan besar. Posisi gelandang serang di belakang penyerang dianggap sebagai peran terbaiknya.
Sementara itu, Alexander Isak membutuhkan peningkatan produktivitas. Catatan empat gol dari 22 pertandingan musim lalu tentu belum memenuhi harapan klub.
Selain itu, Kerkez sudah mengenal metode kerja Iraola sejak di Bournemouth. Faktor tersebut dapat mempercepat proses adaptasi dalam sistem permainan baru.
Membantu Liverpool Aktif di Bursa Transfer
Pekerjaan terakhir yang tidak kalah penting adalah membangun skuad yang sesuai dengan kebutuhan pelatih. Bursa transfer musim panas diperkirakan menjadi periode yang sangat sibuk bagi Liverpool.
Hubungan baik Iraola dengan direktur olahraga Richard Hughes bisa menjadi keuntungan besar. Keduanya pernah bekerja sama sehingga memahami kebutuhan masing-masing.
Liverpool juga kehilangan beberapa pemain penting dalam waktu berdekatan. Selain Konate, klub harus berpisah dengan Andy Robertson dan Mohamed Salah.
Akibatnya, kebutuhan pemain baru menjadi semakin mendesak. Lini belakang membutuhkan tambahan bek tengah berkualitas, sedangkan sektor sayap memerlukan opsi baru setelah kepergian Salah.
Selain itu, lini tengah dan lini depan juga masih membutuhkan kedalaman tambahan. Oleh karena itu, peran Iraola dalam menentukan target transfer akan sangat penting bagi masa depan tim.
Keberhasilan Liverpool pada musim depan tidak hanya bergantung pada taktik di lapangan. Aktivitas mereka di bursa transfer juga akan menentukan seberapa cepat era baru Andoni Iraola dapat menghasilkan perubahan positif.






