Sunday, January 29, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga Indonesia4 Pemain PSS Sleman Masuk Seleksi Timnas Indonesia U-16

4 Pemain PSS Sleman Masuk Seleksi Timnas Indonesia U-16

Timnas Indonesia U-16 memanggil empat pemain muda PSS Sleman untuk dilakukan seleksi. Akademi PSS pun turut bangga dengan hal tersebut.

Pasukan Bima Sakti sebentar lagi akan menyelenggarakan training center (TC) di Yogyakarta, 6-23 Desember 2020. Sejauh ini, Timnas sudah memanggil 26 pemain.

Diantara pemain tersebut, empat diantaranya adalah pemain PSS Sleman. Mereka adalah Raka Octa Bernanda, Jovan Adestya, Fidelis Davin Dhaniswara, dan Farhan Arif Musthofa. Diantara mereka ada yang sudah pernah dipanggil ke timnas, ada juga yang baru masuk seleksi.

“Raka sudah sering dipanggil oleh Timnas. Davin juga sudah pernah dipanggil. Sedangkan Farhan dan Jovan baru pertama kali dipanggil ke Timnas,” kata Kepala Development Center PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Guntur Cahyo Utomo kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Ia juga menambahkan, PSS Sleman bangga para pemain mudnya bisa dipanggil ke Timnas. Ini tentu saja buah dari kerja keras Development Center, yang juga mendapat apresiasi dari Timnas.

“Meskipun masih akan diseleksi, setidaknya kam bangga mereka diberi kesempatan untuk unjuk gigi di level nasional. Ini merupakan bentuk apresiasi dan hasil dari perjuangan di Development Center,” ucapnya.

Dengan adanya pemanggilan ini, diharapkan juga para pemain muda binaan PSS Sleman bisa lebih termotivasi. Sejauh ini, sudah ada 6 pemain dari akademi muda Super Elang Jawa yang dipanggil untuk seleksi Timnas.

“Enam orang itu adalah jumlah yang cukup banyak menurut saya. Yang penting mereka bisa merasakan pengalaman di level sepakbola yang paling tinggi dan itu yang harus diperhatikan,” paparnya.

Ia pun tidak akan mempermasalahkan gasil dari seleksi para pemain muda PSS Sleman itu, apakah nantinya lolos atau tidak. Intinya, ia sangat senang karena pemain bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di level yang lebih tinggi.

“Bagaimanapun hasil seleksinya nanti, itu tidak akan jadi masalah. Mereka akan terus belajar dari pengalaman yang sudah dilalui,” ungkapnya.

“Dan untuk pemain yang belum diberi kesempatan dipanggil, ini tentu bisa jadi renungan untuk mereka. Dunia sepakbola Indonesia dari masa ke masa akan menunjukan sikap yang lebih kompetitif,” pungkas eks asisten pelatih timnas U-19 Indonesia ini.

Timnas Indonesia U-16 Latihan di Sleman

Timnas Indonesia U-16 tidak lama lagi akan menngikuti pemusatan latihan Desember ini. TC tersebut kabarnya akan diselenggarakan selama 14 hari di Yogyakarta.

Seperti yang dikatakan pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, jumlah ada 26 pemain yang dipanggil. Mereka akan mulai mengikuti TC di Sleman, Yogyakarta, pada 6-23 Desember 2020.

“Di program TC kali ini, ada beberapa pemain baru yang saya panggil. Ini berdasarkan penilaian tersendiri terkait performanya di lapangan,” kata Bima dalam laman PSSI.

“Kami akan menilai seberapa patuh mereka terhadap aturan dan bagaimana mereka menerapkan instruksi saat latihan. Nantinya Tim pelatih yang akan menilai poin-pon tersebut. Meskipun sudah dibuat kerangka tim, kemungkinan besar seleksi akan diadakan lagi, jadi saya berharap mereka bisa bersaing tanpa sikut-sikutan,” tambahnya.

Bima pun mengucapka terima kasih kepada federasi yang sudah mendukung program TC mereka di bulan ini.

“Saya ingin bilang terima kasih banyak kepada Bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) yang sudah penuh program timnas U-16 sehingga bisa segera diselenggaraka bulan ini. Sebelum pemain didatangkan, pemain dan ofisial harus mematuhi prokes, salah satunya adalah menjalani tes swab PCR sebelum tiba di Sleman,” kata Bima.

Eks pemain tim nasional Indonesia era 90-an itu berharap Timnas Indonesia U-16 bisa tampil lebih baik dan maksimal di TC kali ini.

“Seperti latihan-latihan sebelumnya, kami akan memberikan materi latihan fisik. Semoga saja penampilannya bisa jauh lebih baik.

Sampai saat ini, koordinasi bisa dibilang masih kurang, khususnya pada bagian barisan bertahan. Mereka diharuskan untuk sejajar, harus drop back saat lawan melakukan long pass direct,” ujarnya.

“Hal tersebut akan terus diperhatikan dan dievaluasi, dan saya tidak boleh cepat merasa puas. Saya yakin potensi besar yang dimiliki di tim ini, akan selalu mengalami kemajuan dan siap menghadapi pertandingan di masa yang akan datang,” tutupnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments