Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga SpanyolStrategi Ronald Koeman Menyiasati Kondisi Pemain Barcelona

Strategi Ronald Koeman Menyiasati Kondisi Pemain Barcelona

Pandemi Covid-19 dampaknya sangat signifikan pada kolub-klub sepak bola profesional. Pertandingan yang ditunda dan ditutup dari penonton langsung sangat mengurangi pemasukan. Raksasa La Liga seperti Barcelona merasakan kerugian yang berlipat. Mereka tidak dapat belanja banyak pemain yang dibidik. Strategi Ronald Koeman sebagai pelatih benar-benar diuji.

Di musim 2020-2021 yang sudah berjalan dua pekan, dengan budget minim Los Clues berhasil mendatangkan Sergino Dest, Miralem Pjanic, Fransisco Trincao, dan Pedri. Sementara nama-nama besar seperti Ivan Rakitic dan Luis Suarez harus dilepaskan, meski disertai dengan berbagai kekisruhan. Philippe Coutinho juga kembali ke Barca setelah dipinjamkan ke klub Jerman, Bayern Munchen selama satu musim.

Strategi Ronald Koeman Menyiasati Pemain Barcelona yang Dimiliki

Manajemen Barcelona gagal membeli Memphis Depay dan Gracia karena berbagai alasan. Salah satunya karena pendanaan yang kurang.
Tentu saja Koeman sebagai pelatih merasa kecewa. Namun dia menerimanya dengan lapang dada, meski itu artinya kerja keras.

Sejak awal kedatangannya, Koeman yang sebelumnya merupakan salah satu legenda Camp Nou yang sukses, langsung mengadakan perubahan.

Saat bertemu dengan sang Presiden, dia langsung menyodorkan nama-nama pemain yang dia ingin menjadi skuatnya. Sebagian besar pemain berusia tua dihilangkan. Termasuk di antaranya Luis Suarez yang kini di Athletico Madrid.

Tidak hanya itu, dalam pertandingan pramusim, Koeman membuat komposisi yang berbeda dengan skuatnya.

Formasi Barcelona yang terkenal adalah 4-3-3 dan ini sudah diperkenalkan dan dimainkan bertahun-tahun. Akademi klub, La Masi, mengajarkan formasi tersebut kepada pemain yang dilatihnya. Bahkan, bintang-bintang La Blaugrana seperti Messi, Xavi Hernadez, Andres Iniesta, sampai Carlos Puyol sebelumnya hanya mengenal formasi itu.

Ernestio Valverde dan Quique Setien pernah ingin menampilkan formasi baru, tetapi keduanya tidak berhasil.

Koeman tidak bergeming dengan segala kritikan yang diterima. Dia memperkenalkan formasi 4–2-3-1 untuk skuatnya di musim ini.

Perubahan tersebut dilakukan karena Barcelona saat ini tidak mempunyai pemain sayap. ” Sebagai seorang pelatih, saya mempunyai kewenangan dalam memilih sistem yang digunakan. Mengapa memaksa bermain dengan pemain sayap, jika tidak memilikinya?”

Sampai saat ini, formasi yang dibentuk sang pelatih sangat berhasil. Dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan, Barcelona memenangkan dua di antaranya. Sementara satu pertandingan terakhir, mereka ditahan imbang 1-1.

Saat ini publik menunggu hasil pertandingan selanjutnya yang dipastikan akan ramai. Pertemuan dua klub raksasa La Liga, Barcelona Vs Real Madrid yang dijadwalkan 24 Oktober 2020.

Beberapa Pemain Barcelona dalam Strategi Ronald Koeman

Menarik memang mengulas beberapa pemain Los Clues menjelang pertandingan selanjutnya. Apalagi di akhir bulan mereka akan bertemu rival abadi. Beberapa pemain yang dimiliki Koeman dan ulasannya sebagai berikut.

1. Pemain Usia Tua

Meski di awal kedatangannya Koeman menegaskan akan fokus kepada para pemain muda, di skuatnya masih ada pemain berusia di atas 30 tahun.

Yang pertama tentu saja Lionel Messi. Pemain Argentina yang sampai saat ini dapat dikatakan posisinya tidak tergantikan. Usianya kini 33 tahun dan dia sudah ada di klub sejak tahun 2000 saat usianya masih 13 tahun.

Selanjutnya, ada Gerard Pique yang menjadi pemain paling tua di skuat utama. Dia sudah berada di Barca sejak tahun 2008.

Selain Messi dan Pique, ada Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Neto, pelapis kiper Marc-Andre.

2. Ansu Fati

Ansu Fati baru berusia 17 tahun. Dia disebut-sebut sebagai bintang masa depan.

Dia baru bermain Agustus 2019. Selama musim lalu dia berhasil mencetak 11 gol. Tentu saja kalah jauh dari Messi yang menjadi top scorer dengan 32 gol.

Namun berdasarkan catatan, Ansu Fati berhasil dengan gol dari 17 tembakan ke gawang. Berarti, tingkat keberhasilannya 64,7 persen. Paling tinggi di antara pemain Eropa lain.

Lionel Messi sendiri berada di urutan ketujuh, dengan 32 gol dari 98 tembakan atau tingkat keberhasilan sebesar 32,7 persen.

3. Riqui Puig

Pemain ini awalnya tidak masuk dalam daftar skuat Koeman. Namun, dia ingin bertahan.

Dia mengatakan sudah berbicara empat mata dengan pelatih dan diberi kepercayaan penuh. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan.

Tentu saja stretegi Ronald Koeman menyangkut kesemua pemain di atas. Hasilnya akan dibuktikan dalam jadwal La Liga selanjutnya yang akan dimulai kembali Sabtu depan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments