Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga SpanyolStrategi Real Madrid Tanpa Pemain Anyar

Strategi Real Madrid Tanpa Pemain Anyar

Bursa transfer sepak bola Eropa resmi ditutup 6 Oktober 2020 atau beberapa hari lalu. Raksasa La Liga, Real Madrid tercatat tidak melakukan pembelian mana pun. Pengamat memperhatikan bahwa sepertinya strategi Real Madrid tanpa pemain anyar perlu diperhitungkan. Media Amerika Serikat bahkan mencatat, puasa membeli pemain Los Blancos adalah yang pertama selama 40 tahun terakhir.

Padahal tahun-tahun sebelumnya mereka termasuk tim yang dapat dikatakan jor-joran alias boros dalam belanja pemain.

Menilik Strategi Real Madrid Musim Ini!

Pada dasarnya, Real Madrid sudah bermain tanpa bintang sejak ditinggalkan Christiano Ronaldo tahun 2018.

Meski awalnya tim sempat bergejolak, Zinedine Zidane, pelatih asal Perancis yang telah membersamai tim sejak 2016 menggantikan Rafael Benitez, berhasil menjawab tantangan.

Sang pelatih berhasil membawa tim memperoleh gelar juara La Liga musim 2019-2020.

Ada dua strategi yang diamati dan berhasil diterapkan oleh pelatih yang sebelumnya pernah menjadi bintang sepak bola Perancis, seperti diuraikan di bawah ini.

1. Membagi Beban Gol ke Seluruh Tim

Setelah tidak ada Ronaldo, Zidane membagi kekuatan ke seluruh tim. Tugas mencetak gol dapat dilakukan siapa saja yang mempunyai kesempatan.

Hal tersebut dibuktikan pada musim lalu, di mana mereka meraih trofi La Liga.

Real Madrid memenangkan banyak pertandingan dengan minim gol.

Top scorer La Liga juga masih dipegang Lionel Messi dari Barcelona.

Dari seluruh pemainnya tercatat ada dua pemain yang berhasil mencatatkan namannya di papan skor sebanyak 21 kali, yaitu Karim Benzema dan Sergio Ramos. Pemain lain mencatatkan kurang dari lima gol. Di antaranya adalah Toni Kroos dan Casemiro dengan 4 gol dan Viniscus dengan 3 gol.

Di antara semua pemain outfield hanya Brahim Diaz dan Eder Militao yang tidak mencatatkan satu gol pun.

Di musim 2020-2021, Real Madrid dengan percaya diri tidak belanja pemain. Padahal ada beberapa pemain mereka dikembalikan karena status pinjaman, seperti Andriy Limin, Alvaro Odriozola, dan Martin Odegaard. Beberapa pemain lain juga pindah ke klub lain, misalnya Gareth Bale.

Dengan komposisi yang tinggal di Los Blancos, kemungkinan Zidane melakukan strategi yang sama, memikulkan beban kemenangan dan raihan gol ke semua pemain.

Taktik tersebut terlihat dari catatan skor di awal La Liga. Dari 4 pertandingan, Real Madrid belum terkalahkan. Namun mereka baru mencatat 5 gol. Dua gol merupakan hasil tendangan Vinicu Junior dan sisanya adalah hasil tendangan Karim Benzema, Sergio Ramos, dan Fede Valverde. Keempat pencetak gol, pemain yang berbeda-beda posisinya dalam tim; striker, bek, winger, dan gelandang.

2. Mempersolid Lini Belakang

Dari 20 tim yang bertanding di La Liga, Madrid termasuk clean sheet. Gawang mereka paling sedikit kebobolan.

Aksi tersebut sampai saat ini hanya bisa disamai oleh Barcelona dan Athletico Madrid. Namun dua tim rival ini baru bertanding 3 kali. Real Betis yang sementara masih berada di puncak klasemen sudah kebobolan gol lebih banyak.

Hal di atas membuktikan kepiawaian Zidane mengolah lini belakang sebagai pemain bertahan. Sang Kapten, Sergio Ramos dan Thibaut Courtois berhasil membawa ketenangan kepada seluruh tim yang didominasi pemain muda.

Komposisi pemain yang dimiliki Real Madrid saat ini sebagai berikut.

Di barisan paling belakang ada dua kiper yang dapat dimainkan, yaitu Thibaut Courtois dan Andriy Luniz.

Di bagian pertahanan lini belakang, ada: Raphael Varane, Eder Militao, Sergio Ramos, Nacho Fernandez, Ferland Mendy, Marcelo, Daniel Carvazal, dan alvaro Ordiozola.

Sementara bagian tengah, terdiri dari: Casemiro, Pederico Valverde, Toni Kroos, Luka Modric, Martin Odegaard, Isco, dan Eden Hazard.

Terakhir, di bagian depan sebagai ujung tobak, skuat Madrid terdiri dari: Vinicus Junior, Marco Asensio, Rodygo, Lucas Vazquez, dan Mariano Diaz.

Performa anak asuh Zidane sempat menuai kritik di laga perdana. Fans Madrid juga banyak memberikan review negatif kepada pelatih.

Namun, Zidane tidak bergeming. Apalagi bursa transfer juga sudah ditutup. Apapun kata penonton tentang strateginya, mereka bukanlah pemain yang berada di lapangan.

Pemain sendiri tidak merasa bermasalah dengan strategi Real Madrid yang diinstruksikan pelatih. Luca Modric dala wawancara dengan El Pardazo de Cope menyatakan bahwa Zidane adalah segalanya bagi tim. Bahkan dengan kekuatan dan kecerdasan yang dimiliki, dia dapat menjelma seperti Sir Alex Ferguson dari Manchester United yang melegenda.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments