Bernardo Tavares Protes Gol Persijap Saat Tahan Persebaya
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengkritik keputusan wasit usai laga melawan Persijap Jepara pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Pertandingan Super League itu berakhir imbang 1-1. Tavares menyoroti gol Persijap yang tetap disahkan setelah melalui pemeriksaan VAR.
Menurut Tavares, gol tersebut seharusnya dianulir karena didahului pelanggaran terhadap Miguel. Ia menilai pemain Persijap bernomor 12 tidak menyentuh bola, tetapi mengenai kaki Miguel hingga terjatuh. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan wasit dan proses pemeriksaan VAR.
“Menurut saya, itu seharusnya pelanggaran dan VAR harus menganulir gol tersebut. Pemain nomor 12 Persijap tidak menyentuh bola, tetapi mengenai kaki Miguel sehingga membuatnya terjatuh,” kata Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam.
Pelatih asal Portugal itu mengatakan para pemain Persebaya sempat mengira laga akan dihentikan karena pelanggaran tersebut. Kondisi itu disebutnya memengaruhi konsentrasi tim saat proses gol terjadi. Tavares juga menilai tayangan ulang semestinya cukup jelas untuk memperlihatkan kontak antara pemain Persijap dan Miguel.
Meski mengkritik keputusan wasit, Tavares mengakui timnya tidak tampil maksimal pada babak pertama. Persebaya, menurut dia, memberi beberapa kesempatan kepada Persijap untuk melancarkan serangan balik. Situasi itu membuat lawan bisa mengancam meski Persebaya lebih banyak menguasai bola.
Ia menjelaskan Persebaya sebenarnya berusaha membangun serangan dari satu sisi ke sisi lain. Upaya itu dilakukan untuk mencari celah di pertahanan Persijap. Namun, efektivitas permainan tim baru meningkat pada babak kedua.
Tavares menilai penampilan timnya membaik setelah turun minum. Namun, justru Persijap yang lebih dulu mencetak gol. Setelah tertinggal, ia meminta pemain meningkatkan intensitas serangan dengan menambah jumlah pemain di lini depan.
Strategi itu membuat Persebaya lebih menekan. Di sisi lain, perubahan tersebut juga memberi ruang bagi Persijap untuk melancarkan serangan balik. Persebaya kemudian terus mencoba mengejar ketertinggalan hingga akhirnya pertandingan berakhir 1-1.
Sepanjang laga, Persebaya melepaskan 14 tendangan sudut dan banyak tembakan. Namun, peluang-peluang itu tidak cukup untuk menghasilkan kemenangan. Tavares juga mengatakan dirinya tidak banyak melakukan rotasi pemain.
Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kualitas lawan, waktu pemulihan Persijap yang lebih panjang dua hari, serta kondisi dan performa pemain Persebaya. Ia lalu menyampaikan permintaan maaf kepada suporter yang hadir di stadion.
“Saya pikir pada momen ini saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada suporter kami yang datang ke sini. Dan apa yang bisa saya janjikan kepada mereka adalah kerja keras,” ujarnya.
Kapten Persebaya Francisco Rivera juga mengaku kecewa karena timnya gagal menang di kandang sendiri. Ia menilai ada dua momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan. Rivera menyinggung kartu kedua yang menurutnya seharusnya berbuah kartu merah, serta proses gol Persijap yang diperdebatkan.
“Menurut saya, ada dua momentum dalam pertandingan. Kartu kedua seharusnya menjadi kartu merah dan itu bisa mengubah pertandingan. Kemudian gol Jepara, seperti yang sudah kalian lihat. Semua pemain kecewa karena kehilangan dua poin di Gelora Bung Tomo,” kata Rivera.
Hasil ini membuat Persebaya harus puas berbagi angka dengan Persijap Jepara di hadapan pendukung sendiri. Sorotan utama seusai laga pun tertuju pada keputusan wasit yang mengesahkan gol tim tamu.
Sumber: ANTARA



