Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaMengenang Ricky Yacobi, Pemain dengan Sejuta Prestasi

Mengenang Ricky Yacobi, Pemain dengan Sejuta Prestasi

Ricky Yacobi adalah sosok yang hebat dan juga berjiwa pemimpin. Ia benar-benar pemimpin sejati tidak hanya di dalam dan luar lapangan.

Ricky merupakan salah satu legenda sepakbola Indonesia. Ia adalah striker dengan kemampuan mumpuni yang berhasil membawa Indonesia ke semifinal di Asian Games 1986 dan mengenakan medali emas di SEA Games 1987.

Ia tidak hanya tampil oke dalam menggiring bola. Seniornya, Bambang Nurdiansyah dan Rully Nere, mengakui bahwa pria kelahiran 12 Maret 1963 memiliki jiwa pemimpin.

“Orangnya sangat kritis dan konsisten. Kritis disini maksudnya jika ada sesuatu yang salah, ia tidak akan ragu untuk mengungkapkannya. Pemain seperti dia memang sangat langka, sikapnya sangat tegas. Jika tim sedang mengalami masalah terkait manajer, dia tidak akan segan mengkritiknya. Kejadian seprti itu sering saya lihat di timnas saat bermain bersama-sama,” tutur Bambang Nurdiansyah.

Karena sikapnya itu, Ricky ditunjuk sebagai kapten Timnas Indonesia di SEA Games 1987. Usianya pada saat itu belum 25 tahun, dan lebih tua 10 tahun dari Rully Nere, yang menjadi anggota SEA Games 1987.

“Ricky kalau tidak suka dengan seseorang langsung memberitahu orang tersebut, tidak main belakang. Nggak sedikti pemain lain yang nurut sama dia karena jiwa pemimpin yang dimilikinya itu,” kata Rully Nere.

“Dia sangat pas dijadikan kapten, dan kalau terjadi apa-apa ia selalu membicarakannya juga pada kami. Kalau anak-anak mengadu ada suatu hal yang kurang, ia langsung bertindak. Misalnya, saat kita kurang uang saku, dia langsung menghubungi pihak yang bersangkutan,” ucapnya lagi.

Sosok Ricky sendiri adalah satu-satunya yang tersisa darinya. Dia meninggal dunia saat bermain sepakbola di Senayan, Sabtu (21/11/2020) pagi WIB.

Kenangan Ricky Yacobi Bersama Bambang Nurdiansyah

Era Sepakbola zamandulu punya dua striker top, yaitu Bambang Nurdiansyah dan Ricky Yacobi. Mereka sering bergantian gabung di Timnas Indonesia dan Bambang sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Legenda sepakbola Indonesia, Ricky Yacobi, wafat, Sabtu (21/11/2020). Saat masih membela Timnas Indonesia dulu, dia merupakan striker andalan Timnas Indonesia.

Era Timnas Indonesia 1980-an merupakan momen emas bagi Ricky. Ia menjadi pemain yang sangat diandalkan oleh Timnas Indonesia, sehingga berhasil membawa Timnas ke semifinal sepakbola Asian Games 1986. Ini adalah prestasi yang belum terulang lagi.

Setahun kemudian, Ricky kembali kembali mengharumkan sepakbola Indonesia. Ia berhasil membantu Timnas Indonesia membawa medali emas pertama sepakbola di SEA Games 1987.

Ia berhasil masuk ke Timnas Indonesia bersama Arseto Solo. Namun, ia masih belum jadi pemain andalan di lini depan karena saat itu Bambang Nurdiansyah atau Banur juga diandalkan oleh Timnas Indonesia.

Bambang Nurdiansyah dengan usia yang lebih tua tiga tahun, sudah lebih dulu bergabung dengan Timnas Indonesia ketimbang Ricky. Bambang Nurdiansyah sudah mengharumkan nama Timnas Indonesia di Piala Dunia Junior 1979 di Jepang.

Karena penampilan keduanya sangat oke, tim pelatih Timnas Indonesia saat itu selalu kebingungan saat harus memilih salah satu diantara keduanya dalam beberapa kejuaraan.. Misalnya, Ricky Yacobi bergabung dengan Timnas Indonesia di Asian Games 1986 dan SEA Games 1987, dan Banur tidak dimainkan saat itu.

Hal yang dirasakan Banur pun tentu pernah dialami juga oleh Ricky. Saat itu, nama Ricky tidak terdaftar sebagai pemain di Kualifikasi Piala Dunia 1986 hingga SEA Games 1991.

Oleh karena itu, Ricky dan Bambang Nurdiansyah sering disebut-sebut sebagai rival di Timnas Indonesia. Keduanya bagaikan mesin pencetak gol yang baik dan bisa berlaga di era yang sama.

“Saya tidak merasa ini adalah persaingan karena saya juga sudah main di Timnas lebih dulu. Setelah itu, Ricky baru didatangkan,” kata Bambang Nurdiansyah saat mengenang persaingannya dengan Ricky Yacobi.

“Saja juga dulu pernah bermain bersama di klub di Arseto dan satu tim di Timnas Indonesia. Untuk urusan persaingan, saya rasa tidak,” ujarnya menambahkan.

“Pemain seperti dia itu tidak banyak. Sikapnya sangat tegas dan memiliki jiwa pemimpin. Kalau pengurus dan manajer bermasalah, dia adalah orang pertama yang akan angkat bicara. Saya sendiri menyaksikan sikap luar biasa Ricky saat di Timnas,” Banur menegaskan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments