Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ChampionsLiverpool vs Atalanta: Saat yang Tepat Bagi Gasperini untuk Unjuk Gigi

Liverpool vs Atalanta: Saat yang Tepat Bagi Gasperini untuk Unjuk Gigi

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, memprediksi timnya akan meraih tiga angka saat pertandingan Liverpool vs Atalanta. Jika Si Merah menang, hasilnya akan lebih dari tiga poin.

Atalanta akan bertaning dengan Liverpool di Anfield pada matchday keempat Liga Champions, Kamis (26/10/2020) dini hari WIB. Di pertandingan yang sudah-sudah, La Dea gigit jari di kandang sendiri setelah dibungkam 0-5 dari Si Merah.

Meskipun tidak mudah, Atalanta bersemangat untuk membalikan keadaan. Bisa menumbangkan Liverpool di Anfield akan menghasilkan lebih dari tiga angka.

Menurut gasperini, Atalanta bisa keluar sebagai juara saat kontra Liverpool adalah sesuatu yang membanggakan. Seperti yang diketahui, The Reds saat ini tengah bersinar di kandang dengan pencapaian yang menakjubkan. Liverpool sejauh inis elalu menang dalam 64 laga terakhir.

Gasperini juga punya misi terseniri untuk bisa lebih unggul dari Jurgen Klopp dalam penobatan gelar Pelatih Terbaik Tahun 2020 versi Globe Soccer Award. Keduanya masuk ke dalam daftar nominasi untuk meraih gelar tersebut. Nominasi lainnya ada Hansi Flick, Thomas Tuchel dan Julen Lopetegui.

“Jika tim ini menjadi juara, kemungkinan besar saya akan mendapat banyak dukunga,” ujar Gasperini terkait gelar di Globe Soccer Award dikutip dari Football Italia.

“Sejujurnya, bisa membungkam tim lawan adalah prestasi yang luar biasa. Saya memperhatikan saat Liverpool kontra Leicester dan ini mungkin menjadi momen terbaik untuk mereka.”

“Kompetisi ini akan menjadi momen berharga bagi kami jika bisa mengalahkan Liverpool. Kami juga bisa merasakan kepuasan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, ” ungkap mantan pelatih Inter Milan ini melanjutkan.

Atalanta pernah gigit jari 0-5 dari Liverpool di kandangnya sendiri di matchday ketiga. Untuk itu, Gasperini selalu mewanti-wanti pasukannya agar tetap fokus dan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti di pertandingan sebelumnya.

“Pokokny akami harus tampil lebih baik dari sebelumnya, dan memastikan kesalahan yang pernah dibuat di pertandingan sebelumnya tidak terulangi lagi. Itulah yang menyebabkan kekalahan telak,” kata Gasperini seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami tahu performa mereka sangat luar biasa. Tapi, kami juga akan berusaha menahan semaksimal mungkin agar mereka tidak mencetak angka,” tegasnya.

Jelang Liverpool vs Atalanta, Gasperini Bisa Saja Tinggalkan Atalanta Kalau Disuruh Juventus?

Di sisi lain, Gian Piero Gasperini dikabarkan sewaktu-waktu bisa meninggalkan Atalanta. Namun, ini hanya akan terjadi jika diminta oleh Juventus.

Gasperini bersama Atalanta menjalani periode emasnya pada musim lalu. Juventus bahkan sempat merasa terancam, meski akhirnya Atalanta berada di posisi ketiga klasemen Liga Italia dengan perlehan 78 poin atau selisih lima angka dari Juventus.

Atalanta juga tidak hanya bersinar di kancah domestik. Tim asal Bergamo itu bisa melaju perempatfinal di debut Liga Champions. Atalanta terkalahkan melalui sepasang gol Paris Saint-Germain di injury time dengan skor akhir 1-2.

Namun, saat ini Atalanta tidak sehebat musim lalu. Pada ajang Liga Italia, Atalanta menempati urutan ketujuh dengan perolehan 14 poin. Sementara di Liga Champions, pasukan Gasperini berada di posisi ketiga Grup D.

Meskipun musim ini masih belum stabil, Atalanta bisa saja memperpanjang kontrak Gasperini yang akan berakhir pada Juni 2022. Menurut Corriere della Sera, Gasperini akan menolah memperpanjang kontraknya jika Juventus yang minta.

“Saya selalu berdiskusi dengan presiden Antonio Percassi terkait perpanjangan kontrak selama di Atalanta,” kata Gasperini tentang pembaruan kontrak tersebut, menurut Corriere della Sera di Bergamo.

“Sejauh ini kami sudah menempati posisi tertinggi selama lima tahun, dan ini hampir tidak bisa dibanding-bandingkan dengan klub lain. Semoga saja nanti hasil Liverpool vs Atalanta juga bagus,” sambungnya.

Juventus bisa dibilang sudah akrab dengan Gasperini. Selain lahir di kota Turin, pelatih 62 tahun itu sudah memulai karier sepakbola di akademi Juventus sejak kecil.

Di ajang Copa Italia, Gasperini muda sempat bermain untuk Juventus, namun tak lama kemudian hengkang dan tidak ada kesempatan lagi untuk bergabung dengan Juventus sebagai pemain.

Setelah berhenti menjadi pemain, Gasperini memulai karier barunya menjadi pelatih di Si Nyonya Tua mulai pada 1994. Ia kemudian hengkang pada 2003 untuk melatih Crotone yang saat itu bermain di Serie C.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments