Seniman asal Skotlandia, Calum Bell, memainkan alat musik tradisional bagpipes di Stadion Boston, Amerika Serikat, Kamis, menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara timnas Maroko dan Prancis. Penampilan itu mengiringi nyanyian ribuan suporter Maroko yang sudah memadati area stadion sebelum pertandingan dimulai.
Bell tampil di tengah kerumunan pendukung Maroko yang terus bernyanyi dan meneriakkan yel-yel untuk tim kesayangan mereka. Kehadiran alat musik khas Skotlandia itu membuat suasana di stadion semakin semarak.
“Saya memang diminta panitia untuk menghibur,” ujar Bell.
Pria yang tinggal di Boston itu mengaku senang bisa ikut menghadirkan kegembiraan bagi para suporter. Ia juga menyebut telah mempersiapkan penampilannya cukup lama.
“Saya berlatih dua bulan untuk ini,” kata dia.
Bukan hanya Bell yang meramaikan suasana. Kelompok musik perkusi dari Flagship Entertainment yang berbasis di Massachusetts juga ikut tampil bersama para suporter.
Grup yang beranggotakan enam orang itu membawa sejumlah alat musik. Mereka memainkan drum, tam-tam, dan simbal untuk menambah kemeriahan di tribune dan area sekitar pendukung Maroko.
Perpaduan suara suporter, bagpipes, dan alat musik perkusi menarik perhatian banyak penonton di stadion. Sejumlah orang kemudian mengabadikan momen tersebut menggunakan gawai dan peralatan dokumentasi masing-masing.
Ribuan suporter Maroko disebut sudah tiba di Stadion Boston sejak tiga jam sebelum pertandingan kontra Prancis dimulai. Jumlah mereka terus bertambah seiring waktu, begitu pula dengan pendukung Prancis.
Stadion dengan kapasitas maksimal 64.146 penonton itu pun perlahan terisi penuh. Kedua kelompok suporter sama-sama yakin tim mereka akan keluar sebagai pemenang.
Laga Prancis melawan Maroko sendiri bukan pertemuan yang asing bagi kedua tim. Mereka pernah berjumpa pada semifinal Piala Dunia 2022, saat Prancis menang 2-0.
Dikutip dari 11v11, kedua negara sudah enam kali bertemu sejak tahun 1988. Dalam rentang itu, Prancis meraih empat kemenangan, sekali kalah, dan satu laga lainnya berakhir imbang.
Beberapa pemain Maroko di Piala Dunia 2026 juga berkarier di Liga Prancis. Di antaranya Achraf Hakimi dari Paris Saint-Germain dan Ayyoub Bouaddi dari Lille.
Selain itu, ada pula Samir El Mourabet dan Gessime Yassine yang berseragam Strasbourg. Satu nama lainnya adalah Amine Sbai yang memperkuat Angers.
Atmosfer menjelang kickoff di Boston pun menunjukkan antusiasme tinggi dari kedua kubu. Suporter Maroko mendapat warna tersendiri lewat iringan bagpipes dan perkusi yang menyatu dengan nyanyian mereka.
Sumber: ANTARA






