Cahya Supriadi menegaskan target timnas Indonesia adalah menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya. Kiper tim Garuda itu menyampaikan tekad tersebut pada Jumat, 3 Juli 2026, di acara Water Break yang digelar PSSI Pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Turnamen yang tahun ini bernama ASEAN Hyundai Cup itu akan dimulai pada 24 Juli mendatang. Indonesia masuk Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.
“Target kami adalah meraih gelar juara untuk pertama kalinya bagi Indonesia,” kata Cahya.
Indonesia akan menjalani Piala AFF ke-16 sejak turnamen itu pertama kali digelar pada 1996 di Singapura. Dari 15 penampilan sebelumnya, Indonesia enam kali mencapai final, tetapi belum pernah menjadi juara.
Bagi Cahya, ajang ini bukan pengalaman pertama. Ia sudah tampil satu kali pada edisi 2024 saat Indonesia masih dilatih Shin Tae-yong dan menurunkan mayoritas pemain muda.
Pada saat itu, Cahya bermain tiga kali. Namun, Indonesia gagal melaju lebih jauh setelah tidak mampu melewati persaingan di Grup B bersama Myanmar, Laos, Vietnam, dan Filipina.
“Situasinya tentu berbeda dibanding 2024. Saat itu mayoritas pemain masih U-23. Kami kalah 1-0 dari Vietnam di kandang mereka dan merasakan bagaimana tekanan bermain di level senior,” kata pemain berusia 23 tahun yang baru saja memperpanjang kontraknya dengan PSIM itu.
Cahya berharap komposisi skuad saat ini bisa membawa hasil yang lebih baik. Ia ingin timnas Indonesia tidak hanya bersaing, tetapi juga memberi kebanggaan bagi publik sepak bola nasional.
“Semoga dengan komposisi tim sekarang kami bisa memberikan hasil terbaik dan membanggakan Indonesia,” tambah dia.
Peluang Cahya untuk kembali tampil di tim senior terbuka pada Piala AFF 2026. Sebab, pelatih John Herdman memutuskan membawa mayoritas pemain yang bermain di dalam negeri.
Kesempatan itu juga didukung performa Cahya pada musim lalu bersama Laskar Mataram. Ia selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar dan hanya absen dua kali dari total 34 pertandingan Super League.
Penampilan tersebut membawanya masuk skuad Indonesia untuk dua laga FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik. Meski tidak mendapat menit bermain, Cahya mengaku tetap memperoleh banyak pelajaran dari pemanggilan itu.
Ia satu tim dengan dua kiper yang bermain di Eropa, yakni Maarten Paes (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero (Cremonese). Menurut Cahya, keduanya banyak memberi masukan soal detail gerakan di bawah mistar.
“Mereka sering memberi masukan ketika saya melakukan gerakan yang kurang tepat. Mereka akan mengoreksi dan menunjukkan cara yang benar,” ucap Cahya.
“Selain itu mereka juga selalu mengatakan agar saya tetap bekerja keras dan percaya pada kemampuan sendiri. Mereka yakin saya bisa menjadi lebih baik lagi,” lanjut dia.
Dengan pengalaman dari edisi sebelumnya, menit bermain yang stabil di klub, dan dukungan dari rekan-rekan setim di level internasional, Cahya kini menatap ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan target besar. Indonesia pun kembali memburu trofi yang selama ini belum pernah diraih.
Sumber: ANTARA






