Malut United memusatkan pengembangan Akademi Merah Putih pada Kamis, 2 Juli 2026, di Ambon, sebagai langkah mencetak talenta sepak bola usia dini dari Maluku dan Maluku Utara.
Presiden Malut United Sofyan Lestaluhu mengatakan klub memilih fokus pada akademi di tengah dinamika regulasi Liga 1. Menurut dia, perubahan aturan kompetisi membuat manajemen harus menentukan prioritas pengembangan.
“Di Maluku Utara kami fokus pada Akademi Merah Putih. Kami harus memilih antara akademi atau Liga 1. Regulasi Liga 1 sangat dinamis, misalnya musim ini jumlah pemain asing bisa mencapai 11 orang. Kondisi itu juga berkaitan dengan kesiapan fasilitas pendukung seperti rumah sakit internasional, sekolah internasional, dan lainnya,” kata Sofyan Lestaluhu saat dihubungi dari Ambon, Kamis.
Ia menjelaskan pembinaan usia dini dipilih karena sejalan dengan visi pemilik Malut United, David Glen. Visi itu menempatkan sepak bola sebagai sarana memberi dampak sosial bagi masyarakat.
Menurut Sofyan, keberadaan akademi tidak hanya ditujukan untuk mencetak pemain profesional. Akademi juga dibangun untuk membuka akses pembinaan bagi anak-anak dengan keterbatasan ekonomi.
“Tujuan utama kami di sepak bola adalah sosial, dan akademi adalah tempat yang tepat. Liga 1 hanya bonus. Harapan kami, anak-anak Maluku dan Maluku Utara suatu saat dapat bermain di klub-klub top Eropa,” ujarnya.
Akademi Merah Putih diprioritaskan untuk anak-anak yatim, piatu, dan keluarga kurang mampu. Mereka akan mendapat kesempatan mengikuti pembinaan sepak bola dengan standar internasional.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Malut United dengan klub Portugal, S.L. Benfica. Akademi Merah Putih diresmikan di Ternate pada 16 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut mengadopsi kurikulum dan metodologi pembinaan Benfica. Fokus pembinaan mencakup pengembangan kemampuan teknis, fisik, dan karakter pemain usia dini.
Program pembinaan dirancang berjalan selama lima tahun. Sasaran utamanya adalah menjaring anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Untuk menjaga mutu pembinaan, Benfica mengirimkan dua pelatih akademinya ke Indonesia. Keduanya mendampingi proses pelatihan sekaligus memastikan standar internasional diterapkan sesuai sistem klub tersebut.
Sofyan menilai investasi pada pembinaan usia dini akan memberi manfaat jangka panjang bagi sepak bola nasional. Langkah itu juga diharapkan membuka peluang lahirnya pemain asal Maluku dan Maluku Utara yang mampu menembus kompetisi elite Eropa.
Di sisi lain, Sofyan menyebut perubahan identitas Malut United masih dalam tahap finalisasi. Pengumuman akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selesai.
Saat ini Malut United dikabarkan akan mengganti nama dan homebasenya di Jawa Tengah. Sofyan mengatakan pihaknya juga mendapat sambutan positif dari elemen sepak bola di wilayah tersebut, terutama suporter di Semarang.
“Nama baru masih dalam tahap finalisasi. Nanti akan kami sampaikan setelah seluruh proses di PSSI selesai. Yang terpenting, kami bersyukur mendapat sambutan positif dari berbagai elemen sepak bola di Jawa Tengah, khususnya suporter di Semarang,” kata dia.
Sumber: ANTARA






