Wednesday, July 1, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaLaga Prancis vs Swedia Belum Dianggap Ujian Sesungguhnya bagi Les Bleus

Laga Prancis vs Swedia Belum Dianggap Ujian Sesungguhnya bagi Les Bleus

Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7) pukul 04.00 WIB. Duel ini mempertemukan juara Grup I, Prancis, melawan peringkat ketiga Grup F, Swedia.

Secara statistik, laga ini dinilai cenderung berat sebelah. Prancis datang dengan modal sempurna setelah mengoleksi 9 poin, sedangkan Swedia lolos dengan 4 poin.

“Walau mungkin akan berjalan sengit, tapi terutama karena pertahanan Swedia masih di bawah Prancis, pertandingan peringkat 2 dunia melawan 36 dunia ini lebih mungkin dimenangkan oleh Prancis, sehingga Les Bleus yang akan menjadi lawan Paraguay p”

- Advertisement -
asia9QQ

Swedia tetap memiliki ancaman besar di lini depan. Tim berjuluk Blagult itu diperkuat dua penyerang tajam, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.

Namun, Les Bleus dinilai masih unggul di banyak aspek permainan. Tim asuhan Didier Deschamps lebih tajam di depan dan lebih solid di dua lini lainnya.

Selama fase grup, Prancis mencetak 10 gol dari 44 peluang. Sebanyak 22 peluang mereka mengarah tepat ke gawang.

Swedia juga cukup produktif dengan 7 gol dari 40 peluang. Dari jumlah itu, 20 tembakan tepat sasaran.

Perbedaan paling mencolok terlihat di sektor pertahanan. Swedia yang dilatih Graham Potter masih rapuh meski selalu memakai tiga bek tengah sepanjang fase grup.

Swedia sudah kebobolan tujuh kali dalam tiga pertandingan. Sebaliknya, Prancis hanya kemasukan dua gol.

Victor Lindelof cs juga belum pernah mencatat clean sheet. Sementara itu, Kylian Mbappe dkk sempat melakukannya saat menang 3-0 atas Irak.

Keunggulan Prancis juga terlihat dari agresivitas serangan. Les Bleus sangat aktif menekan hingga ke sepertiga akhir pertahanan lawan.

Prancis mencatat 204 kali penetrasi ke area tersebut. Serangan mereka paling sering dibangun dari kedua sayap, terutama sisi kiri dengan frekuensi 78 kali.

Swedia mencatat 157 sentuhan di area sepertiga akhir lawan. Pola serangan mereka juga banyak datang dari sisi sayap, terutama kanan dengan 54 sentuhan.

Selain agresif, Prancis juga tampil lebih kuat dalam pressing. Mereka dinilai lebih rapat saat menekan lawan dan lebih baik membuka ruang untuk rekan setim.

Dari tiga pertandingan pertama, Prancis membukukan total 768 pressing. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Swedia yang mencatat 601 pressing.

Dengan catatan itu, Prancis memiliki modal lebih kuat untuk melangkah ke babak berikutnya. Apalagi, perbedaan kualitas pertahanan kedua tim terlihat cukup jelas sejak fase grup.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments