Thursday, June 18, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaHSV, Klub Asal Jerman, Gelar Latihan Sepak Bola Bersama Anak-Anak di NTT

HSV, Klub Asal Jerman, Gelar Latihan Sepak Bola Bersama Anak-Anak di NTT

Hamburger Sport-Verein (HSV) putri berlatih sepak bola bersama anak-anak perempuan di Kota So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam program pemberdayaan melalui olahraga yang melibatkan Plan Indonesia, Plan Jerman, dan HSV.

Direktur Program Plan Indonesia Ida Ngurah mengatakan sepak bola dipakai bukan hanya sebagai olahraga. Menurut dia, sepak bola juga menjadi ruang bagi anak perempuan untuk mengasah kepemimpinan dan keberanian menghadapi batasan sosial.

“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi. Namun, bagi Plan Indonesia, sepak bola juga merupakan ruang bagi anak perempuan untuk belajar memimpin, membangun kepercayaan diri, dan menantang norma gender yang masih membatasi mereka,” katanya.

- Advertisement -
asia9QQ

Ia menegaskan Plan Indonesia ingin membuka kesempatan yang setara bagi lebih banyak anak perempuan. Kesempatan itu, kata dia, berlaku baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kolaborasi Plan Indonesia, Plan Jerman, dan HSV memanfaatkan sepak bola sebagai sarana penguatan kapasitas anak perempuan. Program itu juga diarahkan untuk mendorong kesetaraan gender.

Dalam sesi latihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik bermain sepak bola. Mereka juga mendapat materi tentang kerja sama tim, kepemimpinan, dan cara membangun kepercayaan diri untuk tetap aktif berolahraga tanpa memandang gender.

Pemain sekaligus kapten HSV putri, Pauline Machtens, mengaku terkesan dengan semangat para peserta. Ia melihat antusiasme tinggi dari anak-anak perempuan yang mengikuti kegiatan tersebut di NTT.

“Merupakan kehormatan bagi kami bisa berbagi pengalaman dengan anak-anak perempuan di Indonesia, khususnya di NTT. Kami melihat semangat yang luar biasa dari mereka. Kami berharap mereka terus percaya pada kemampuan diri sendiri dan berani mengejar impian mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.

Pauline menilai anak-anak Indonesia, khususnya di NTT dan anak-anak perempuan di TTS, memiliki kualitas bagus dalam sepak bola. Namun, menurut dia, mereka masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Dalam kesempatan itu, Pauline juga menjadi sponsor bagi salah satu peserta bernama Agnes (13). Agnes merupakan pelajar SMP asal TTS yang tergabung dalam program Girls Football 3.0 Plan Indonesia.

“Saya berharap dia bisa mengejar mimpinya, dan orang tuanya juga sangat mendukung. Saya sempat berbicara dengan orang tuanya,” ujarnya.

Agnes sebelumnya ikut membawa timnya meraih posisi kedua dalam turnamen sepak bola di TTS pada Februari 2026. Pengalaman berlatih bersama pemain dari Jerman membuatnya semakin termotivasi untuk berkembang.

“Saya sangat senang bisa berlatih bersama para pemain sepak bola dari Jerman. Pengalaman ini membuat saya semakin percaya diri dan terinspirasi untuk terus berlatih agar suatu hari nanti bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan membanggakan daerah saya,” katanya.

Kegiatan di Kota So’e itu menjadi ruang pertukaran pengalaman antara pemain HSV putri dan anak-anak perempuan di TTS. Program tersebut juga menekankan pentingnya akses yang setara bagi anak perempuan untuk berkembang melalui sepak bola.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments