Nadeo Argawinata menegaskan dirinya tidak risau dengan perombakan besar yang dilakukan Borneo FC pada Rabu, 17 Juni 2026, di Jakarta. Kiper BRI Super League itu menilai perubahan dalam skuad Pesut Etam merupakan hal wajar untuk menyambut musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Nadeo menyebut keluar-masuk pemain dan pelatih adalah bagian normal dari sepak bola profesional. Situasi itu juga bukan hal baru bagi Borneo FC dalam beberapa musim terakhir.
“Di dalam sepak bola itu hal yang normal. Pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan dalam beberapa tahun terakhir Borneo FC memang selalu seperti itu, jadi sudah cukup biasa,” kata Nadeo.
Setelah berakhirnya musim kompetisi 2025/2026, Borneo FC memang melakukan perubahan besar. Salah satu langkah utamanya adalah pergantian pelatih dari Fabio Lefundes ke Mauro Jeronimo.
Tidak hanya di kursi pelatih, perubahan juga terjadi dalam komposisi pemain. Sejumlah nama penting yang ikut membawa Borneo FC finis di posisi kedua klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 ikut meninggalkan Samarinda.
Beberapa pemain tersebut adalah Kei Hirose, Christophe Nduwarugira, dan Mariano Peralta. Kepergian mereka menjadi bagian dari pembenahan tim untuk menghadapi musim baru.
Nadeo memandang perubahan besar itu sebagai bentuk penyegaran skuad. Mantan pemain Bali United tersebut menilai kondisi seperti ini sudah cukup akrab bagi tim yang ia bela.
Di tengah perubahan tersebut, Nadeo justru memilih tetap bertahan bersama Borneo FC. Ia menjadi salah satu pemain yang tetap melanjutkan perjalanan bersama Pesut Etam setelah musim lalu memberi kontribusi penting.
Pemain kelahiran Kediri itu memutuskan memperpanjang kontraknya selama tiga tahun. Keputusan itu diambil karena ia menilai Borneo FC masih memenuhi dua pertimbangan utamanya.
Dua hal tersebut adalah jaminan menit bermain dan kondisi finansial klub yang sehat. Faktor itu membuat Nadeo mantap melanjutkan kerja sama dengan klub asal Samarinda tersebut.
“Sudah jelas berarti saat ini hanya Borneo FC yang benar-benar serius menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang ada, tetapi mungkin negosiasinya belum mencapai kesepakatan,” ungkap Nadeo.
Pernyataan Nadeo menunjukkan bahwa ia tetap percaya pada proyek Borneo FC untuk musim 2026/2027. Meski tim kehilangan sejumlah pemain penting dan berganti pelatih, ia tidak melihat situasi itu sebagai alasan untuk cemas.
Bagi Nadeo, dinamika seperti ini merupakan bagian dari kehidupan klub profesional. Karena itu, ia memilih fokus bertahan dan melanjutkan perannya di bawah perubahan besar yang kini dijalani Borneo FC.
Sumber: ANTARA News






