Thursday, June 20, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga Inggris4 Alasan MU Harus Tetap Memecat Erik ten Hag

4 Alasan MU Harus Tetap Memecat Erik ten Hag

Masa depan pelatih MU, Erik ten Hag masih dalam tanda tanya besar. Di mana saat ini posisinya belum aman meski baru saja mempersembahkan trofi Piala FA 2023/2024.

Erik ten Hag telah berhasil mempersembahkan trofi untuk The Reds Devils di tengah rumor yang menyebutkan bahwa dirinya bakal dipecat. Manchester United telah sukses mengalahkan sanga juara bertahan Premier League sekaligus rival sekotanya Manchester City di final Piala FA 2023/2024.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

The Reds Devils menang 2-1 atas The Cityzens dalam laga final di Stadion Wembley, pada tanggal 25/5/2024. Gol kemenangan yang berhasil mereka dapatkan dihasilkan oleh  Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo. Gol balasan yang Manchester City dilesatkan oleh Jeremy Doku.

Ini merupakan gelar ke-2 Setan Merah di era kepelatihan Erik ten Hag. Musim lalu, atau pada tahun pertamanya membesut MU, ia mempersembahkan trofi Carabao Cup dengan mengalahkan Newcastle di final.

Situasi saat ini membuat Manchester United menjadi dilematis apabila benar-benar harus memecat Ten Hag. Pelatih berkebangsaan Belanda itu masih memiliki kontrak di Old Trafford hingga 2025 atau tersisa 1 musim lagi.

Melihat Setan Merah yang segera memasuki era baru, tidak ada salahnya untuk mereka melakukan pergantian manajer baru. Berikut adalah alasan-alasan yang membuat Manchester United tetap perlu memecat Ten Hag.

Inkonsisten

Ini merupakan poin pertama dalam rapor Erik ten Hag selama dirinya melatih Manchester United. Badai cedera yang memang membelit MU dalam mengarungi kompetisi, namun mereka tidak jarang juga mendapatkan sebuah hasil minor ketika skuad lengkap.

Ketika tim dalam kondisi pincang, The Reds Devils justru bisa bermain dengan sangat maksimal dan berhasil meraih apa yang diinginkan. Salah satu contohnya di Final Piala FA 2023/2024, dengan mengalahkan The Cityzens walau pun dihadapkan pada pemain-pemain yang dipaksakan untuk bermain.

Sudah berapa kali Manchester United kalah di kandang sendiri, bahkan saat mereka berhadapan dengan tim lemah. Banyak pundit Inggris yang menilai bahwa skuad mereka kurang disiplin,  hilang konsentrasi, salah posisi dalam permainan.

Manajemen Permainan Buruk

Hal kedua ini mungkin terlihat dalam permainan Manchester United selama diasuh Erik ten Hag. Mereka boleh menang secara dramatis atas Liverpool dan Manchester City di Piala FA. Tapi The Reds Devils juga pernah menelan kekalahan pada saat melawan Chelsea di Liga Inggris, Copenhagen dan Galatasaray di Liga Champions.

Kekalahan itu justru diawali saat mereka sudah sempat unggul. Manchester United hapir saja mengalami kejadian yang serupa saat bertemu dengan  Coventry di semifinal Piala FA. Mereka yang awalnya berhasil unggul 3-0, dapat terkejar menjadi 3-3, namun beruntung Tim Setan Merah bisa memenangkan laga tersebut dengan adu penalti.

Ini merupakan sebuah masalah mentalitas atau kebugaran, bukan masalah cedera.

Cuma Dapat Piala Ciki

Banyak publik yang menilai bahwa trofi yang berhasil diraih oleh Manchester United selama kepemimpinan Erik ten Hag adalah Piala Ciki atau trofi biasa saja. The Reds Devils meraih Carabao Cup di musim perdana Ten Hag sebagai pelatih ditambah ia baru saja mendapatkan Piala FA.

Bagaimanapun Setan Merah merupakan sebuah tim besar, dengan sejarah yang sangat panjang dan memiliki ambisi yang lebih besar. Mereka merupakan raja Inggris dengan koleksi trofi Premier League maupun Liga Champions terbanyak dari tanah Britania selain Liverpool.

Tim sekelas MU sudah selayaknya bersaing untuk mendapatkan gelar Liga Inggris dan Liga Champions sebagai lambang supremasi terbaik yang ada di benua biru.

Tak Punya Gelandang Kreatif

Selama 2 musim membesut The Reds Devils, Ten Hag tidak didukung oleh para pemain depan yang dimana haus akan gol. Marcus Rashford sempat moncer saat musim pertama kedatangan Ten Hag.

Tapi tidak berlaku musim 2023/2024, kedatangan Rasmus Hojlund juga belum bisa memberikan sebuah dampak yang cukup besar bagi produktivitas gol Manchester United.

Hojlund sebenarnya pemain yang dimana memiliki tingkat konversi yang sangat tinggi dari Alexander Isak, Erling Haaland, dan Mohamed Salah, namun sayangnya Hojlund kurang didukung dengan servis dari para pemain di lini ke-2 Manchester United.

Itu saja beberapa alasan yang mungkin saja akan membuat Erik ten Hag akan dipecat oleh MU.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments